Rie

Rie
Pertemuan Di Rumah Alan Monte



Sebuah kawasan elit. Di tengah kota. Terlihat satu buah rumah mewah. Rumah yang hanya berdiri tunggal. Yang tidak memiliki para tetangga lain di sekitar rumahnya. Yang ada hanya bangunan - bangunan perkantoran yang menjulang tinggi. Beberapa cafe executive. Dan pusat perbelanjaan seperti beberapa butik, supermarket dan furniture mewah.


Tentu saja, daerah itu memiliki tata kota yang sangat maju. Menarik. Dan seperti ditujukan sebagai pusat pariwisata dalam bidang perdagangan.


Kebanyakkan orang - orang yang berkunjung ke Kota ini, yang datang dari Kota lain, bahkan dari Negara lain pasti akan menjamah daerah kawasan elit ini. Hanya untuk menikmati waktu santai di cafe executive dan membeli buah tangan sebagai hadiah bagi rekan, keluarga serta kolega mereka di kota asal para pengunjung kelak.


Selama 24 jam daerah kawasan elit ini tidak pernah lenggang. Selalu saja ramai orang berkeliaran untuk menikmati indahnya pemandangan kawasan elit ini.


Indah dari mana?


Tentu saja karena adanya pusat perbelanjaan yang memanjakan netra dan hati para pengunjung. Apa lagi banyak turis yang selalu berkeliaran di daerah ini.


Satu buah rumah mewah di kawasan elit ini. Terlihat bangunan yang begitu megah. Dengan arsitektur yang sangat menarik netra orang yang melihatnya. Bentuk rumah yang seperti banglo, yang sudah berdiri sejak 30 tahun silam. Dan sudah berdiri sangat kokoh.


Rumah yang begitu megah, dengan sapuan cat yang berwarna putih. Terlihat sangat bersih. Dan memiliki halaman yang sangat luas. Dengan beberapa desain yang tidak bisa di lukiskan dengan kata - kata. Yang jelas terlihat sangat sempurna. Hingga membuat orang - orang yang melihatnya akan merasa iri. Ingin memiliki bangunan rumah yang seperti rumah mewah ini. Terlihat, pagar rumah yang sangat elit. Yang jika si tuan rumah masuk, pagar itu akan terbuka secara otomatis.


Yang jelas, rumah ini adalah milik seorang Alan monte. Ayah dari 'Lanny Riecha'. Yang memiliki kepribadian hangat dan rendah hati.


Tapi, mengapa alan membiarkan anak semata wayangnya ' Lanny Riecha' menempuh pendidikan yang hanya sebagai seorang tenaga kesehatan? Hanya sebagai seorang bidan. Bukan seorang dokter. Itu karena permintaan dari anaknya sendiri. Yang ingin membantu ibu - ibu dalam perjuangan melahirkan bayi. Memacu adrenalin seorang rie. Yang awalnya memang menyukai anak - anak kecil. Apa lagi bayi - bayi mungil. Bukan karena pendapatannya, tapi karena jiwa sosial tinggi yang dimiliki seorang rie. Anak tunggal dari seorang 'Alan Monte'.


Alan tentu saja sangat mendukung keinginan puteri tunggalnya. Tidak pernah seorang alan monte memaksa kehendaknya pada anaknya. Selalu mendukung keinginan anaknya dalam hal apapun. Asal masih dalam batas wajar. Tidak keluar dari aturan norma - norma yang ada. Dan tidak melanggar aturan Sang Pencipta.


Tapi, rie tentu saja mendapat konsekuensi dari semua keingininannya. Konsekuensi yang di bangun oleh ayah kandungnya. Bahwa rie tidak bisa hidup sebebas kebanyakan orang.


Lihat saja, rie tidak pernah memiliki seorang pacar. Karena alan monte sang ayah, tidak mengizinkan anaknya untuk menjalin hubungan kasih dengan seorang pria.


Rie yang selalu diberikan kegiatan - kegiatan yang menyita otak dan tenaganya. Tapi rie tidak pernah merasa tertekan dengan perlakuan ayahnya. Sampai banyak orang yang mencacinya. Mengatakan rie hidup dalam kungkungan. Seperti katak di dalam tempurung. Rie tidak memperdulikan itu. Bagi rie, ayah kandungnya alan monte adalah segalanya. Dan rie merasa bahagia saja menjalani ini semua.


Di ruang tamu rumah alan, terlihat beberapa orang sedang duduk berkumpul. Duduk diatas sofa empuk nan mewah.


Alan monte, Yuki mateo yang duduk bersampingan. Rie dan mika yang sedang duduk bersebelahan. Rie yang sambil merangkul mika sahabat terbaiknya dan juga sepupu kandung dari rie. Sementara dokter moza duduk sendiri, tepat di depan alan dan yuki.


Tatapan tajam dari rie kepada dokter moza, terus menghantam ke tubuh dokter moza. Seperti samurai tajam yang hendak membelah tubuh dokter moza. Hendak menghunus jantung dokter moza.


Terlihat, aura kemarahan dari dalam diri rie. Karena seorang rie merasa tidak terima dengan perbuatan dokter moza. Bagi rie, dokter moza telah 'menculik' sepupu tersayang miliknya.


Sementara dokter moza tetap diam dan tenang. Tidak terpancing dengan sikap rie yang sedang menatapnya secara tajam.


Alan mulai memperbaiki posisi duduknya. Kemudian menghela nafasnya panjang. Seperti meluapkan sedikit beban di hatinya. Karena terbebani dengan fikiran tentang ponakkannya 'mika'. Yang selama dua minggu ini menghilang dan tidak ada kabar. Yang ternyata mika tengah di 'culik' dan di sekap oleh dokter moza, didalam fikiran alan monte paman kandung dari mika.


"Silahkan diminum moza." Tawar alan monte.


Terlihat di atas meja, sudah tersaji teh hangat dan beberapa potong sponge cake yang di berikan oleh asisten rumah tangga alan monte.


Dokter moza tersenyum tipis. Seperti ada rasa sedikit takut di dalam hatinya, kala melihat sikap alan kepadanya. Tapi, ia dengan cepat menepis perasaan itu. Agar tetap tampak terlihat tenang di mata orang - orang yang ada di sekelilingnya saat ini.


"Baik paman. Terimakasih." Jawab dokter moza.


Dokter moza mengambil secangkir teh secara perlahan. Kemudian menyeruputnya sedikit. Lalu meletakkan kembali ke atas meja.


Dokter moza menjatuhkan pandangannya kepada alan dan yuki. Mengabaikan mika dan rie. Yang sejak tadi, rie tidak berhenti menatap tajam kepada dirinya.


"Terimakasih kau sudah mengantarkan ponakkan-ku mika pulang." Ucap alan kepada dokter moza.


Dokter moza mengangguk.


"Tapi, kenapa kau baru mengantar ponakkan kami sekarang moza? Bisa kau jelaskan pada-ku?." Sambung yuki.


Dokter moza sedikit terkejut kala mendengar suara dari ayah dokter zoey. Ia tidak menyangka, bahwa yuki ikut bersuara kepadanya. Ikut memberikannya pertanyaan.


Alan hanya diam saja mendengar ucapan dari sahabatnya yuki. Tidak menyangkal dan juga tidak menegur yuki. Karena alan sebenarnya juga ingin tahu, kenapa baru sekarang dokter moza mengembalikan ponakkannya mika.


Suasana di ruang tamu hening seketika. Tidak ada satu orang pun yang mengeluarkan sepatah kata pun.


Mereka diam. Menunggu reaksi dari dokter moza.


Sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah mewah milik alan monte. Mobil itu berhenti tepat di depan pintu masuk ruang tamu alan. Pintu mobil terbuka. Tampak seorang pria dengan setelan jas yang keren, turun dari mobil itu. Melangkahkan kakinya menuju pintu utama. Memasuki pintu itu dengan tergesa - gesa.


Semua mata yang ada di ruang tamu secara otomatis menatap pada sosok seorang pria yang baru saja masuk ke dalam rumah alan.


Sedikit terkejut kala melihat sosok itu.


"Zoey? Kenapa kau datang?." Tanya yuki.