My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Juara 2



"Huh... Kemaren peringkat 3, kenapa sekarang peringkat 2 sih Na! Lo nggak belajar Ya? Kerjaan lo apaan sih?" tanya Kenan yang kesal.


Mendengar ucapan Kenan, Raina terperangah tak percaya. Ia merasa kalau sudah belajar dengan benar. Meski Raina pemalas, tapi kemampuan Raina belajar saat sudah niat tak diragukan lagi.


Dika dan Faris tertawa mendengarnya, "Hahahaha... Juara 2 ngakak," tawa Dika.


"Pasti 2 dari belakang..." sela Faris


Raina terdiam sejenak, "Lo bercanda kan bang? Mana mungkin, gue kemaren belajar bener-bener kok! Nggak bohong! Dan gue kerjain semuanya dengan jujur!" Raina tetap membantah.


Kenan menghela nafas, "Iya tau, lo belajar bener-bener. Tapi masa nggak bisa juara 1? Kan tinggal dikit lagi, selisih nilai lo sama yang juara 1!"


Raina terkejut mendengarnya. Dika dan Faris membulatkan matanya saat mendengar kata-kata Kenan.


"M-maksudnya? Jelasin bang!" pinta Raina yang masih belum paham dengan kata-kata Kenan.


Kenan menghela nafas, "Lo juara 2! Dan selisih nilai lo sama yang juara 1 itu cuma 5. Kenapa nggak ditambah sih? Biar sekalian juara 1!" Kenan geregetan karena nilai Raina.


Raina membulatkan matanya dan menutup mulutnya karena terkejut tak percaya. "Masa sih bang? Maksudnya Nana juara 2 dari depan?"


"Iyaaa... Masa masih kurang jelas?"


Raina langsung jingkrak-jingkrak senang, sedangkan Dika dan Faris hanya diam melongo tak percaya.


Dika menyahut rapor Raina, "Sini gue lihat! Ntar lo kibulin kita bang..."


"Iya nih! Rugi dong kalo kita dikibulin..." Faris tak mau kalah.


Dika dan Faris melihat dengan seksama daftar nilai Raina, dan ini benar-benar juara 2. Juara 2 dari depan, bukan dari belakang.


"Kok bisa?"


"Lo pake jimat ya?"


"Lo nyontek?"


"Atau lo nyolong kunci jawaban?"


Raina memukul ringan pundak Dika dan Faris, "Enak aja! Ya gue belajar lah..."


Kenan pun ikut berpikir, "Tapi kan aneh Na... Lo biasanya 3 terbelakang, kenapa tiba-tiba masuk 3 besar?"


Raina menghela nafas, "Hah... Gue lembur tiap hari buat kerjain tugas-tugas yang sebelumnya belum gue kerjain. Gurunya ceramah karena gue telat ngumpulin tugas juga gue dengerin, dan akhirnya guru-guru dapat hidayah buat kasih gue nilai bagus!"


"Kok bisa?"


Raina berdecak, "Ck... Ala yang nggak bisa? Semua itu bisa dilakukan asal ada niat!"


"Nah gitu baru adek gue! Tos dulu!" Kenan mengangkat tangannya.


Plak...


Raina dan Kenan ber-tos ria merayakan Raina yang mendapat peringkat 2. Sedangkan Dika dan Faris hanya menatap mereka berdua datar.


"Tapi jangan salah Na... Janjinya itu kalo misalnya lo juara 1 kan? Bukan juara 2..." Faris mengingatkan.


Dika tak mau kalah, "Jadi anggep aja impas semua deh!"


"Gak papa! Santuy gue mah, Bang Kenan... Masa Nana nggak di kasih hadiah sih?" tanya Raina pada Kenan.


"Mmm... Gini deh, karena lo dapet juara 2, terserah lo mau minta apa asalkan jangan minta gue nyebur ke sumur apalagi suruh gue bunuh diri!" Kenan sedang berbaik hati karena Raina yang dapat juara 2.


Mata Raina berbinar senang, "Beneran nih? Kaga bohong ya? Bohong dosanya personal loh, dosa nggak ditanggung bersama!" Raina mengingatkan.


"Hahahaha... Enggak deh, beneran! Asal jangan minta selingkuhan! Nanti di hajar Surya guenya!" gurau Kenan.


"Aelah, kaga deh bang. Pulang-pulang, bisa di sate gue!" celetuk Raina.


Dika dan Faris mengernyitkan dahi, "Kok lebih posesif Surya di banding lo?"


"Lah mana saya tau... Saya kan istri."


Tiba-tiba Arkan, Naya, Diva dan Maxime datang menghampiri Raina. Arkan datang dengan muka datarnya.


"Gimana-gimana? Yang traktiran yang mana nih?" tanya Arkan


"Kaga ada!"


Mereka semua mengernyitkan kening, "Gak ada gimana? Bukannya kalo nggak kita, berarti Raina ya?" Diva bertanya-tanya.


Kenan merangkul adiknya, "Kan adek gue! Pasti juara lah..."


"Juara berapa emang bang?" tanya Maxime


"2."


Mereka berbicara bersamaan karena terkejut. Naya seperti tak percaya, karena selama ini ia merasa kalau Raina lebih malas darinya. "Kok bisa juara 2?" tanya Naya.


"Juara 2 dari depan apa dari belakang?" tanya Diva memastikan.


Dika memberikan rapor Raina untuk dicek, semua ternganga melihat nilai-nilai Raina yang meningkat drastis dibandingkan semester sebelumnya.


"Kok bisa?"


"Lo beneran jujur?"


"Bedanya kok sedrastis ini?"


"Gue belajar buat kejar nilai dan lengkapin semua tugas yang belum!" jawab Raina dengan bangga.


"Eh gila Na! Ini jauh banget beda nilainya..." ujar Maxime.


"Makasih..."


Kenan maju, "Hari ini kalian semua makan gratis di restoran gue! Yuk otw!"


"Ok..."


"Sip!!!"


"Ashiap santuy!"


"Gas-keun!"


"Kalian duluan aja lah... Gue nyusul bareng Surya!" ujar Raina.


"Cieee...."


"Ih apaan sih, udah sana berangkat duluan!"


"Ok kita duluan ya..."


"Iya."


Raina membawa rapornya dan pergi mencari Surya, terlihat Surya sedang duduk didepan kelas sambil melihat nilai-nilainya. Ara juga duduk di samping Surya.


Raina memutar bola matanya jengah karena kelakuan Ara. Ia mendatangi Surya dan langsung menyelah duduk diantara Surya dan Ara. "Punten gopud!" gurau Raina.


"Duh Na... Sana kan ada, ini tempat duduk gue!" kesal Ara.


Raina melihat tempat duduknya, "Gak ada tulisan punya Ara, berarti masih hak umum!"


"Ya udah lo geser sini, gue aja yang geser!" Surya menengahi.


"Ok..."


"Jadi gimana? Nilai gimana?" tanya Surya bersemangat.


Raina senyam-senyum, "Lo dulu! Lo gimana? Juara berapa?"


Belum sempat Surya menjawab, Ara sudah mendahului, "Juara 1 lah seperti biasa. Surya kan emang pinter banget orangnya..." kata Ara dengan lembut.


Raina menatap Ara sinis, "Gue tanya Surya. Lo siapa?"


"Udah-udah! Gue juara 1 kayak biasanya!"


"Ciee... Selamat ya, gue masih juara 2," Raina basa-basi mengucapkannya.


Surya bingung, "Bentar-bentar! Yang ini maksudnya gimana? Juara 2 dari depan apa dari belakang?"


Raina mencubit kedua pipi Surya gemas, "Dari depan dong sayang..."


Surya diam sejenak tak percaya, "2? Juara 2 dari depan? Bener-bener juara 2?"


"Iya... Nih lihat rapor gue nih, gak bohong kok!" Raina menengok ke arah Ara dan menjulurkan lidahnya meledek Ara.


Surya salah tingkah, ia tak percaya Raina yang tiba-tiba mendapat peringkat 2 setelah lama menekuni juara 3 terbelakang.


Surya mengusap rambutnya kebelakang, "Ini bener-bener kamu juara 2? Kamu jujur kan kerjainnya?"


"Iyalah! Kan lo juga liat sendiri gue belajarnya kayak gimana? Bahkan lo juga awasin gue juga!" ucap Raina sedikit keras agar Ara mendengarnya.


Ara jengkel namun juga tak ingin merusak reputasinya didepan Surya. "Ni orang caper banget sih!" batin Ara geram.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Baca karya lain saya 😇


MY BEAUTIFUL PSHYCO