My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Jangan-Jangan



"Ya biar enak di pandang... Lo nggak malu waktu jalan gue..." jawab Raina sambil menghindari kontak mata dengan Surya.


Ya Allah... Ngomongnya lo gue aja, jangan aku kamu... Ndak kuat akunya! - Batin Raina


"Hei... Dengerin aku! Mau kayak gimanapun tampilan fisik kamu, aku nggak akan pernah malu punya kamu. Karena, secantik apapun wanita diluar sana... Gak bakal yang bisa ngalahin pesona dan kecantikan kamu di mataku! Jadi jangan pernah Insecure ataupun rendah diri cuma karena penampilan orang lain. Kamu itu sangat cantik, tapi orang lain hanya melihat kelakuan kamu yang minus, bukan kecantikan kamu! Masalah badan dan wajah... Kamu juaranya di hatiku!"


Mama.... Ndak kuat aku! - Batin Raina


"Lo beneran nggak malu?" tanya Raina memastikan


"Nggak! Jadi jangan pernah berusaha terlalu keras cuma buat pujian orang lain! Tujuan kamu hidup itu untuk menggapai cita-cita dan impian, bukan menyenangkan orang lain!"


Tanpa sadar, kata-kata Surya membuat Raina tersenyum dengan begitu manis. Terlalu manis, Surya justru salah tingkah.


'Iya tau kamu cantik... Tapi jangan senyum kayak gitu, nggak kuat lihat aku!" ucap Surya salah tingkah


"Kenapa? Kata bunda... Nyenengin suami itu dapet pahala!" jawab Raina dengan polosnya


"Ada banyak cara buat nyenengin suami, gak cuma gini doang..." jawab Surya yang berpura-pura cemberut.


Cup...


Tiba-tiba Raina mencium pipi Surya agar Surya tidak cemberut lagi, sedangkan Surya langsung menyentuh pipinya yang baru saja dicium oleh Raina.


"Udah kan? Udah seneng? Bantuin mandi dong!" pinta Raina dengan senyum polosnya.


"Bantuin mandi? Boleh..."


Surya tersenyum manis tapi misterius saat mendengar ucapan Raina, tiba-tiba otak Surya memikirkan hal yang aneh-aneh.


Surya memapah badan Raina sampai depan pintu kamar mandi, tiba-tiba Raina melepaskan pegangannya dari tangan Surya.


"Loh kenapa?" tanya Surya


"Makasih udah bantuin... Dah kamu boleh balik," jawab Raina


Surya diam sejenak, "Koo balik? Kamu mandinya gimana?"


"Ya mandi pake shower lah.... Masa kamu mandiin?" tanya Raina


"Emang bisa lepas baju sendiri? Kalo kesakitan gimana?"


"Cuma lepas baju... Bukan rompi bom, jadi masih bisa lah! Dah ya makasih mau anter ke kamar mandi!"


Loh... Sejak kapan gue ngomong pake aku kamu? Aelah.... - Batin Raina


"Ya tapi kan..."


Cklek....


Belum selesai berbicara, Raina sudah lebih dulu menutup pintunya didepan wajah Surya. Surya menyesal mengantarkan Raina hanya sampai depan kamar mandi.


"Kenapa nggak boleh ikut masuk sih! Astagfirullah... Mikir apaan coba? Dahlah... Mau banyak-banyak dzikir biar dijauhkan dari godaan Raina, lho... Maksudnya godaan setan!"


Surya pergi ke mencari salah satu buku lalu membacanya di atas kasur seperti biasanya, namun ia juga sesekali memainkan ponsel Raina yang tergeletak di atas meja. Selesai mandi, Raina langsung berganti baju dan duduk di samping Surya.


"Baca apa?" tanya Raina tiba-tiba


"Buku!"


"Ish... Iya tau itu buku, tapi buku apa? Kok pake kacamata? Lo rabun?" tanya Raina


"Ini namanya kacamata anti radiasi, mengurangi efek radiasi ke mata. Kalo gue baca buku pake ini, mata nggak gampang capek. Jadi bisa baca banyak buku!" jelas Surya dengan mata yang fokus ke buku


"Gue pake itu bisa tambah rajin nggak ya?" Raina bertanya-tanya


"Rajin mabar?" sambung Surya


"Nah tu tau...."


Surya menengok, ia melihat Raina yang hanya memakai celana pendek sepangkal paha dan t-shirt press body.


"Astagfirullah!"


"Kenapa astagfirullah?" tanya Raina


"Kenapa pake ginian? Baju lain kan ada!"


Raina berbaring, "Nyamannya ini! Gue mau kompres kaki masa pake celana panjang? Itu namanya kompres celana, bukan kompres kaki!"


"Terlalu terbuka tau nggak!"


"Justru karena di kamar... Eh, udahlah terserah kamu!" jawab Surya


Surya menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh Raina dengan selimut hingga Raina kesulitan bernapas. Setelah itu, Surya pergi ke ruang belajarnya.


"Ini maksudnya apaan sih!" kesal Raina


***


Beberapa Hari Kemudian


Raina berhasil menurunkan berat badannya dari yang semula hampir 55 kg, kini tinggal 47 kg. Perubahan ini tidak terlalu dilihat oleh teman-temannya pria Raina, tapi untuk Diva dan Naya langsung paham kalau Raina kurusan.


"Lo tambah kurusan Na... Diet ya?" tanya Naya


"Ya gitu deh..." jawab Raina


Diva menyela, "Siapa dulu yang ngajarin?"


"Miss Diva..." jawab Raina dengan nada meledek


"Jadi pengen diet tapi makanannya nggak terlalu sedikit! Pengen diet yang masih bisa makan soto, mie kuah, mie ayam, rawon sama nasi Padang!" ujar Naya


Diva dan Raina hanya menatap Naya dengan tatapan datar.


"Kalian kenapa?" tanya Naya


"Nggak udah diet Nay! Nunggu yang jualan soto bangkrut dulu baru diet!" ujar Raina


"Kalo bangkrut jualan apa terusan?" tanya Naya


Diva langsung gercep menyela, "Jualan salad buah sama salad sayur! Auto gue beli tiap hari!"


"Idih..." jawab Naya dan Raina bersamaan


Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Naya, Naya langsung mengeceknya. Ia sibuk mengotak-atik ponselnya sambil sesekali tersenyum sendiri.


"Uuu... Kayaknya ada yang kasmaran nih!" ledek Diva


"Auto dapat pajak jadian nih..." ledek Raina


Naya mengibas-ngibaskan tangannya ke kanan dan kiri, "Enggak... Ini cuma chatan sama temen kok!"


"Temen apa temen hayo...." ledek Raina


"Temen tapi mesra kali..." sambung Diva


""Beneran cuma temen kok!" jawab Naya


Diva mengulurkan tangannya, "Lihat coba! Katanya cuma temen!"


"Anu... Itu loh, hpku layarnya lagi gangguan, kemarin kena air!" ucap Naya menghindari Diva


"Apa hubungannya? Buat chattingan masih lancar tuh!" ujar Raina


Diva mengingat-ingat, "Bukannya hp lo itu anti air? Masa kena air dikit rusak? Udah sini lihat!"


Diva mencoba menyahut ponsel Naya namun tak berhasil, dengan cepat Raina menyahut ponsel Naya dan berhasil. Naya berusaha mengambil ponselnya, tapi Diva menahan dahi Naya dengan telapak tangannya.


"Ih balikin! Beneran cuma temen kok!" bantah Naya


"Kalo cuma temen harusnya boleh dilihat dong! Lagian ini ada apanya sih?" tanya Raina


"Sini lihat!" pinta Diva


Diva dan Raina melihat chat di WhatsApp Naya, mereka berdua membeku melihat riwayat chat Naya. Ada sebuah nama yang disematkan di paling atas, dan nama itu mereka kenal.


Naya langsung merebut ponselnya, "Apaansi! Cuma temen nggak lebih!"


"Temen apa temen?" tanya Raina dengan senyumnya yang mengerikan


"Masa cuma temen? Udah jadian nih?" tanya Diva


"Cuma temen beneran! Tadi nggak sengaja kepencet, makanya bisa disematin di atas!" bantah Naya


"Kalo gue inget-inget... Lo kan sebangku sama Arkan, kelompokan juga sering sama Arkan, dan sering keluar bareng buat nyari bahan tugas juga sama Arkan...." tebak Raina


"Dan lo paling suka duduk di samping ataupun didepan Arkan... Jangan-jangan...” ucap Diva yang menggantung


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏