My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Ikut Ini-itu



"Bumi yang berputar pada porosnya membuat terjadinya siang dan malam. Jika digabungkan, siang dan malam itu menjadi 1 hari. Dalam satu hari di bumi itu ada 23 Jam 56 menit 4 detik. Dan aku butuh lebih dari itu untuk sekedar puas melihat tawa kamu," ujar Surya


Raina terdiam sejenak, "Au ah... Nggak paham."


Allah... Sia-sia gue gombal! Ujung-ujungnya dia kaga paham! - Batin Surya kesal


"Duh pusingnya..." keluh Raina


Surya langsung panik, ia takut Raina kenapa-napa. Sedangkan Raina masih sibuk berusaha melepaskan infus di tangannya meski bolak-balik dilarang oleh Surya.


"Kamu kenapa? Sakit? Ke rumah sakit aja ayo! Atau aku panggilin dokter lagi?" tanya Surya yang sedikit panik


Raina bengong, "Cuma pusing kok masuk rumah sakit! Aku pengen tiduran!"


"Kalo parah nanti gimana?"


"Kamu pikir aku sakaratul maut?!"


"Ya jangan dulu! Aku nggak mau jadi duda muda."


"Ya lo pikir gue mau mati muda?" tanya Raina dengan ekspresi cemberut dan kesal


"Iya-iya udah jangan marah lagi ya," bujuk Surya


Tok... Tok... Tok...


Belum sempat Surya membujuk kembali Raina agar tidak marah, seseorang lebih dulu mengetuk pintu.


"Siapa sih?" gumam Surya


"Buka sana!" perintah Raina


"Iya bentaran."


Surya berjalan membuka pintu, ia terkejut saat melihat Arkan dan teman-temannya datang dengan wajah panik.


"Ya... Raina gimana? Udah ketemu apa belum? Kok bisa hilang? Trus gimana? Udah lapor polisi? Trus sekarang gimana? Lo habis berantem ya sama dia?" tanya Arkan beruntun


"Ar... Ar... Pelan-pelan napa sih! Gue bingung jawabnya. Ini kalian semua ngapain ke sini?" tanya Surya


Faris menyela, "Ya lo telfon tadi Raina hilang. Ya kita panik lah... Kita ke sini mau bantu lo nyari Raina!"


"Kok bisa hilang? KDRT ya lo?" sahut Dika


"Enak aja! Udah masuk semua...." Surya mempersilahkan


"Trus Raina di mana?" tanya Diva


"Masa Raina beneran ilang sih kak?" tanya Naya


"Lihat aja noh siapa yang tiduran di sofa!" ujar Surya yang menunjuk ke arah sofa


"Ya ampun Raina....!!!"


Semua teman-temannya masuk untuk mengunjungi Raina. Sedangkan Raina masih rebahan santuy di atas sofa.


"Dasar! Kita semua panik gara-gara Surya ngomong kalo lo ilang! Sekarang malah lo-nya rebahan kayak kaga ada dosa!" kesal Arkan


"Kenapa sih... Panik banget! Pusing gue tu, kaga lihat ini?" tanya Raina sambil menunjuk infus di sampingnya


Diva langsung menyela, "Ya ampun... Lo sakit Na? Kok nggak bilang sih?"


"Iya... Kita temen sekaligus keluarga kan Na..." ujar Naya


"Raina masih sakit, jangan di todong pertanyaan banyak lah ya... Kalian temennya kan, bukan wartawan," celetuk Surya


Naya menengok ke arah Surya, "Kak... Kakak ceroboh banget sih! Kok bisa-bisanya Raina sakit!"


Semua mata memandang Naya, semua terkejut saat Naya mengucap kata 'Kakak' kepada Surya.


"Kakak? Lo adeknya ya Nay? Tapi kan Aya itu anak tunggal," bingung Raina


Arkan berkomentar, "Sejak kapan lo punya kakak kayak dia?"


"Raina itu kakak ipar lo?"


"Kaga paham, kaga paham..."


"Bocil menepi..."


Surya menjelaskan, "Naya itu adik sepupu gue. Ayahnya Naya itu adik dari bunda gue."


"Ohhh...."


"Kok gue baru tau?" tanya Raina


"Ya karena Naya sering pindah-pindah daerah untuk ngikutin ayahnya dinas luar kota. Dan baru saat SMA ini Naya sekeluarga menetap di Jakarta," jelas Surya


Naya hanya senyam-senyum, selama sekolah pun Naya tidak pernah memberitahu orang lain kalau dia itu masih Keluarga dekat Surya. Ia tidak mau punya teman hanya karena status Surya.


Kehidupannya yang penuh bully-an pun juga membuatnya lebih menutup diri. Namun sejak kedatangan Raina, ia menjadi sedikit terbuka dan tau bahwa kakak iparnya merupakan gadis yang benar-benar baik meskipun tingkahnya pecicilan. Tapi setidaknya, Raina itu apa adanya. Bukan gadis cantik dan kalem namun bermuka dua.


"Eh ntar-ntar... Waktu kita nikah, lo dateng nggak Nay?" tanya Raina


"Datang... Cuma waktu itu aku nggak berani nyapa kamu, jadi cuma lihatin dari jauh," jawab Naya


Untungnya, Diva lebih dulu di beri tau oleh Arkan tentang apa hubungan Raina dengan Surya. Itupun tidak sengaja, sejak awal Diva sudah curiga. Dan lama-kelamaan, Diva tau semuanya. Untungnya Diva bukanlah anak yang ember, ia hanya diam dan mengetahui semua ini untuk dirinya sendiri.


Tok... Tok... Tok...


"Sore.... Boleh gabung?"


Semua mata tertuju pada arah pintu. Maxime yang baru datang sedang berdiri di depan pintu dengan paper bag di tangannya.


"Maxime... Masuk aja sini, gabung sama kita!"


Maxime melangkahkan kakinya memasuki rumah Raina untuk bergabung dengan yang lain. Raina tersenyum melihatnya, sedangkan Surya menatapnya sinis.


Maxime terkejut melihat tangan Raina yang diinfus, "Loh... Kok di infus? Kamu sakit Na?"


"Ya gini deh..."


"Udah tau tapi masih nanya," cibir Surya


Maxime hanya memandang Surya tidak suka, mereka saling melemparkan pandangan yang tidak menyenangkan.


"Bawa apa bro?" tanya Arkan memecah kecanggungan


"Oh... Ini Na, kemarin aku ada konser kan, trus masih ada souvernir. Aku ambilin buat kamu, plus tanda tangan aku!" ucap Maxime sambil menyodorkan paper bag di tangannya


"Makasih... Jadi ngerepotin deh," jawab Raina malu-malu


"Nggak papa... Sebenarnya kemarin aku mau ajak kalian semua buat nonton konser aku, tapi aku denger kabar kalo mama kamu...." ucap Maxime menggantung


"Nggak papa... Lain kali masih bisa."


"Maaf Na."


"Nggak usah di pikirin!"


"Oh iya! Ini aku bawa brosur, 2 bulan lagi ada lomba band. Aku jadi salah satu bintang tamunya, kalian bisa daftar. Ini lomba yang cukup famous sih, kalau kalian bisa menang di sini, pasti band kalian dapat nama," jelas Maxime sambil menyodorkan brosur di tangannya


"Oh ya? Sini gue lihat!" pinta Arkan


Arkan, Dika dan Faris langsung menyahut brosur di tangan Maxime. Raina masih pusing dan tidak terlalu paham dengan apa yang dibicarakan anak-anak lain.


"Gimana nih Na? Ikutan yuk!" ajak Arkan


Raina masih tidak fokus karena kepalanya pusing, "Hah? Apanya?"


"Ini lombanya."


"Ikut aja udah!"


"Kesempatan loh Na..."


Surya memotong pembicaraan "Semua diputusin kalo Raina udah sembuh! Sembuh aja belum, kok udah mau ikut ini-itu!"


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏