My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Maling



"Jangan di pikirkan lagi, ayo bersiap dan segera pergi ke sekolah agar tidak terlambat," ujar Surya


"Hm...."


Raina mengganti pakaiannya, ia memakai rok pendeknya (Pendek karena orangnya semakin tinggi), memakai kaos hitam dan kemeja sekolah yang tidak di kancing kan juga tidak di masukkan. Rambutnya di kuncir kuda dan tasnya hanya di cangklong kan di sebelah kanan saja.


*Apa sih bahasa Indonesia nya di cangklong? Bener nggak sih? Komen coba, yang sopan tapi ya.๐Ÿ™ƒ Sorry, author lagi error language๐Ÿ™


Selesai ganti baju, ia turun ke bawah untuk sarapan. Mamanya hanya melongo tak percaya dengan penampilan Raina, Raina memang sering seperti ini. Hanya saat ada acara penting dan akan upacara saja, Raina akan memakai seragam lengkap.


"Ya Allah Raina... Kamu mau nonton konser apa sekolah sih?" tanya Mama Raina


"Sebenarnya pengen nonton konser sih ma, boleh bolos sehari aja nggak ma?" tanya Raina


"Boleh... Asal nggak makan 2 hari," ancam Mama Raina


Tidaakkk....


Raina paling takut saat mamanya mengancam tidak akan memberi makanan ataupun tidak mau memasak. Baginya, masakkan mamanya adalah yang ter-the best. Tapi tetap, tak ada niatan untuk Raina belajar memasak, baginya itu hanya membuang-buang waktu. Entah apa yang sebenarnya ada di otak Raina itu.


"Jangan ya maa.... Mama kan baik, Nana nggak bakal bolos lagi deh," ujar Raina


"Makan, pake baju yang bener trus segera berangkat ke sekolah!" tegas Mama Raina


"Hih... Iya deh ma," jawab Raina sedikit kesal


Pa... Kapan anak ini berubah? - Batin Mama Raina


"Pagi ma..." sapa Kenan


"Pagi juga Kenan..." sapa Mama


"Tumben udah hidup di jam segini?" tanya Raina


"Gua tampol juga lo lama-lama pake piring," kesal Kenan


"Aku bilangin mama bwee...," ledek Raina


"Lah, kaga berani maju sendiri lo!" ledek Kenan


"Loss.... Nggak rewel!" ucap Raina sambil menunjukkan ke-5 jarinya yang hanya jari tengah dan jari manisnya yang di tekuk


"Pagi ma.. Kak..." sapa Surya yang baru turun


"Pagi Surya... Nih buruan sarapan," ujar Mama


"Iya ma," jawab Surya


"Ma... Ken langsung berangkat ya, soalnya mau ada urusan dulu. Rotinya Ken bawa," ujar Kenan sambil mengambil roti tawar dengan selai cokelat


"Nggak ke pagian kah?" tanya Mama


"Nggak, duluan ma! Dadah adik cerewet!" ledek Kenan sambil mencium tangan Mamanya dan mencubit pipi Raina


"Daahh semua..." ujar Kenan sambil pergi


"Bang Ke mau ke mana Ma?" tanya Raina


"Lihat kos-kosan deket kampus," ujar Mama


"Almamater lo mana Na?" tanya Surya


"Lah iya lupa," jawab Raina


Raina pergi kembali ke kamarnya untuk mengambil almamater nya. Bisa di hukum suruh membersihkan lapangan nanti kalo nggak bawa almamater.


"Nah udah keren man!" ujar Raina


Raina menali almamaternya di pinggang, kebiasaan Raina deh. Kalau pulang pasti almamaternya lecek semua.


Bruumm....


"Kayak kenal itu suara motor? Ah ada yang lain lewat kali ya," gumam Raina


Raina turun dan mengambil tasnya di ruang makan, ia meninggalkan Surya yang masih makan.


Ya Allah... Kenapa penampilan istriku seperti ini? - Batin Surya saat melihat penampilan Raina


"Ma udah... Uang jajan mana ma?" tanya Raina


"Kamu kalo di kasih uang jajan lebih pasti malah keluyuran dan kadang bolos pelajaran! Kamu pikir mama nggak tau? Nggak ada uang saku hari ini," tegas Mama


"Lah ma, kok gitu!" kesal Raina


"Nggak ada protes!" tegas Mama


"Hutang Faris aja deh," gumam Raina


"Jangan hutang temen-temen kamu!" ujar Mama dengan sedikit teriak


"Ni emak-emak tau aja deh," ucap Raina cengengesan


"Sana sekolah yang bener!" ujar mama


"Ok ma, Nana berangkat," jawab Raina


Raina dengan senang hati pergi ke garasi untuk mengambil motor sport merah kesukaannya. Dan saat di garasi, ia tercengang. Tak ada motor apapun di garasi.


"Mama!!!" teriak Raina


Mama yang mendengarnya pun langsung lari ke garasi rumahnya.


"Mama! Motor Nana mana? Di curi maling ya?" tanya Raina panik


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE ๐Ÿ™