My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Urusan Gue Juga



"Masalah Ara, gue bantu banyak loh... Masa gak mau kasih hadiah?" tanya Surya penuh harap.


"Emang mau apa?"


"Cium boleh?"


Raina mengambil buku disamping kasurnya lalu memukulkannya ringan ke wajah Surya.


"Jangan aneh-aneh! Belajar sono belajar, biar juara 1!" ujar Raina santai sembari menatap ponselnya untuk melanjutkan gamenya.


Surya kesal dan menyipitkan matanya menatap Raina sinis. "Lo itu istri apa pajangan sih! Pegang tangan susah, cium gak boleh, masih bagus gue nggak minta anak!" ketus Surya.


"Bodo amat..."


Cup...


Surya langsung mencium pipi Raina tanpa aba-aba karena kesal, Raina membelalakkan matanya terkejut, ia menengok dan menatap Surya dengan mata yang terbelalak.


Surya hanya cengar-cengir tanpa rasa bersalah, Raina yang geram pun memukul-mukul punggung Surya ringan.


"Ih, ngapain sih cium-ciun segala! Siapa yang bolehin lo cium gue hah?!" ucap Raina sembari memukul-mukul punggung Surya.


"Ah, aduh... Aduh Raina, sakit Na! Na sakit woy, udah-udah!" keluh Surya yang masih terus dipukuli Raina.


Raina pun berhenti memukuli Surya, "Siapa yang suruh lo cium gue hah? Emang gue udah bilang kalo boleh hah?"


"Ya apa salahnya sih Na? Kan lu istri gue, suami lain bebas tu mau nyium atau ngapain aja sama istrinya. Kok gue nggak?" protes Surya dengan wajah memelas.


Pertahanan Raina runtuh melihat wajah Surya yang terlibat menggemaskan, "Y-ya jangan mendadak juga! Gue kan gak siap."


"Berarti harus ijin dulu?"


Surya semakin menjadi, ia benar-benar menunjukkan wajahnya yang paling imut. Raina semakin kalah telak, "Y-ya udah deh, kalo mau cium boleh tapi harus tanya dulu. Jangan langsung nyosor ae!"


Surya memeluk Raina gemas, "Lo gemesin banget tau nggak sih! Jangan deket-deket sama cowok lain ya, ntar mereka naksir!"


"Biarin naksir, gue kan udah ada hak paten."


Surya salah tingkah saat Raina menyebutnya sebagai hak paten, ia memalingkan wajahnya lalu senyam-senyum sendiri.


Raina menarik wajah Surya lalu mencium pipi Surya dengan tiba-tiba, "K-kalo gue dulu yang cium boleh, tapi kalo lo duluan gak boleh!" ujar Raina malu-malu.


Surya terkejut sekaligus senang karena merasa menang banyak. Ia pun langsung berdiri dan mengambil salah satu jaketnya dilemari.


"Yuk ikut!"


Raina mengangkat salah satu alisnya, "Kemana? Ini udah malem loh!"


"Ya jalan-jalan gitu, udah lama loh kita nggak jalan berdua."


Raina melihat jam di dinding, "Oke lah... Belum terlalu malem juga, tunggu gue siap-siap ya!"


"Oke..."


Raina bersiap-siap, sedangkan Surya menunggu di garasi. Setelah bersiap-siap pun Raina turun menuju garasi dan membuka pintu mobil.


"Heh, ayo ke sini!"


Raina menengok dan melihat Surya sudah duduk diatas motor sportnya warna hitam itu. "Tumben kok pake motor? Nggak pake mobil?"


"Nggak papa, cuma pengen lebih santai dan rileks ae. Lagian ntar susah parkirnya kalo bawa mobil," elak Surya.


"Oh ok..."


Raina naik keatas motor lalu merangkul Surya untuk pegangan. Surya sebenarnya deg-degan saat seperti ini, tapi ia masih diam.


"Dah yuk..."


"Kuy lah..." Surya menyalakan mesin motornya dan pergi menuju Alun-alun kota. "Padahal mah naik motor biar bisa lu peluk doang, kalo naik mobil emang enak tapi nggak bisa kontak fisik. Ya, gue emang pinter!" batin Surya


***


Di Alun-alun Kota


Saat sampai, Raina merengek meminta es krim. Surya pun langsung menurutinya, mereka duduk disebuah meja dan memesan 2 porsi es krim.


"Lu nggak pengen apa, yang romantis gitu, gue suapin kek pasangan romantis lainnya?" tanya Surya.


Raina pun mengurungkan niatnya untuk memakan es krim itu. Ia menaruh sendoknya kembali, "Ya udah deh... Suapin sini!" pinta Raina yang merasa kasihan dengan Surya.


Surya pun langsung senang dan spontan mengambil sendoknya untuk segera menyuapi Raina es krim.


Beberapa sendokan pertama masih lancar, namun mata Surya tertuju pada arah tertentu yang mengalihkan fokusnya.


Tuk...


"Ah, aduh! Lo ngeliatin apaan sih, ini jidat bukan mulut nj*r!" kesal Raina.


Suapan Surya meleset dan malah mengenai jidat Raina, Raina pun kesal karena jidatnya terkena es krim.


"Kenapa sih lo? Liatin apa sih!"


Surya menunjuk ke salah satu arah, ekor mata Raina pun mengikutinya. Terlihat seperti Arkan dan Naya yang sedang berjalan bersama dengan romantis.


"Itu Arkan sama Naya bukan sih?" tanya Surya.


Raina menyipitkan matanya dan memfokuskan pandangannya, "Eh iya nj*r, kayaknya Naya sama Arkan. Samperin kuy!" ajak Raina.


Surya menahan tangan Raina dan mengajaknya duduk kembali, "Udah jangan diganggu... Kita kalo lagi berduaan kan juga nggak mau diganggu."


"Kaga tuh, gue santai..."


Surya menyipitkan matanya, lalu menatap jidat Raina yang terkena es krim. Ia pun mengambil tisu lalu mengusap jidat Raina agar bersih kembali.


"Nah kan gara-gara lu jidat gue jadi lengket semua kena es krim," protes Raina.


"Iye-iye maaf..."


"Dahlah, gue mau cari kamar mandi dulu buat bersihin. Lengket semua rasanya."


Surya menengok ke kanan dan ke kiri, "Kemana? Gak ada lah di sekitar sini."


"Ntar ke sekalian ke Alfa, mau nitip sesuatu nggak di Alfa?"


"Mmm... Apa aja deh, terserah lu ae gue ngikut."


"Ok."


Raina berjalan menuju Alf*mart yang ada di seberang jalan untuk menumpang ke kamar mandi dan membeli beberapa barang. Setelah membasuh wajahnya, Raina memilih beberapa barang untuk dibeli.


"Raina..."


Panggilan itu membuat Raina menengok, terdapat Maxime yang berdiri dibelakangnya. Raina pun terkejut melihat Maxime.


"Maxime? Kok lo di sini?"


Maxime pun mendekati Raina, "Na... Maafin gue buat semuanya Na, tapi percaya sama gue kalo perasaan gue ke lo itu serius bukan candaan." Maxime memegang kedua tangan Raina erat.


Raina pun menghempaskan tangan Maxime, "Dulu gue kira lo baik, gue kasih lo kepercayaan tapi lo hancurin begitu aja? Lo udah gue maafin, tapi nggak usah ganggu hidup gue lagi!"


Maxime kembali memegang tangan Raina dan memohon, "Na beneran Na... Gue minta maaf, dan tolong anggep serius perasaan gue Na. Gue gak main-main buat perasaan gue Na!"


Raina berusaha melepaskan tangannya, namun cengkraman Maxime makin lama makin erat hingga Raina sedikit kesulitan dan kesusahan melepas cengkraman Maxime.


Plak....


Tangan Surya dengan keras memukul tangan Maxime hingga Maxime melepaskan cengkeraman tangannya.


"Ngapain lo di sini? Gangguin Raina lagi?" tanya Surya dengan nada yang tak bersahabat.


Maxime menatap Surya tak suka, "Lo sendiri ngapain ikut campur urusan orang lain? Ini urusan gue sama Raina ya!" tegas Maxime.


"Urusan Raina, urusan gue juga. Karena gue suami sah Raina, mau apa lo?" tanya Surya dengan nada mengejek.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Hai All, buat yang mau masuk GC ku... Bisa tulis kodenya biar lebih cepet keterima masuk GC ya :)


Kode GC : RAINASURYA11