My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Perhatian



"Na... Bangun lah, makan... Masa dari kemarin cuma makan apel doang? Makan nasi lah Na... Atau lo pengen makan apa? Gue beliin, gue cariin walaupun itu susah. Tolong Na, lo ngomong dong Na... Ngomong, lo pengen apa... Lo kenapa? Gue siap jadi sandaran lo Na..."


"....."


Raina beranjak duduk, Surya begitu senang melihatnya. Namun Raina masih mengabaikannya.


"Ini makanannya," ujar Surya


Raina tak menggubrisnya, ia berjalan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi tanpa melihat Surya. Surya menghela nafasnya, ia bingung dengan semua ini.


"Na... Kapan lo mau buka mata dan lihat semua kenyataan ini!" gumam Surya


***


Di Kamar Mandi


Raina belum melepaskan pakaiannya, tapi ia sudah menyalakan shower hingga seluruh tubuhnya terbasahi air.


"Mama.... Nana pengen nyusul mama papa," gumam Raina


Raina menyalakan kran air lalu berendam di bathtub. Ia tidak bisa merasakan senang dan santai. Padahal biasanya, berendam adalah hal yang paling Raina sukai. Namun saat ini hatinya seperti benar-benar kosong tanpa perasaan.


"Kenapa nggak nafsu makan? Nggak merasa lapar sama sekali, dan aku tidak bisa senang. Pengen teriak tapi nggak ada suara," gumam Raina sambil mengaduk-aduk air di bathtub


Merasa mulai dingin, Raina menyudahi acara berendamnya dan memakai kimono handuknya keluar. Baru membuka pintu, Raina memegangi kepalanya.


"Aw...."


Brukk....


Raina jatuh pingsan, Surya yang masih ada di dalam kamar pun panik. Ia langsung berlari untuk menolong Raina.


"Astagfirullah Raina... Kamu kenapa lagi sih..." panik Surya


Surya langsung membopong Raina menuju ranjang dan menelfon dokter. Kenan belum tau karena belum pulang dari kampus.


.


.


.


Setelah dokter datang, ia memeriksa keadaan Raina lalu memasang infus ke tangan Raina.


"Om... Ini kenapa lagi sih? Kok pingsan lagi?" tanya Surya


"Dari kapan belum makan?"


"Dari kemarin cuma makan apel 1 doang om," jawab Surya


"Astaga Surya! Orang nggak makan sehari penuh aja bisa pingsan, dan ini dari kemarin cuma makan apel? Pantes aja kondisinya langsung drop!"


"Om bilang nggak boleh maksa, ya udah aku siapin doang makanannya,"


"Ya enggak gitu juga Ya! Walaupun orang itu tertekan, ia tetap butuh makanan! Raina beruntung banget nggak kenapa-kenapa. Dia punya maag kan? Kalau maag sudah akut, bisa-bisa kena Kanker Lambung Ya! Jadi tolong Raina di jaga, jangan ceroboh!"


"Iya om maaf,"


"Udah... Om pergi dulu, kamu jaga dia baik-baik! Nanti kalo infusnya mau habis, telfon om aja, biar om kirim salah satu perawat. Atau perlu di bawa aja ke rumah sakit?"


"Nggak usah om... Raina nggak suka rumah sakit, kenangannya yang menyakitkan selalu di rumah sakit,"


"Ya sudah.. Nanti om kirim perawat buat rawat dia,"


"Iya om,"


***


Malam Hari


Saat Surya sedang tertidur, Raina terbangun. Ia melihat wajah Surya yang tengah terlelap dan terlihat begitu kelelahan.


Pagi hari sekolah, sore hari mengurus persiapan HUT sekolah, dan malam hari masih harus mengurusnya. Raina tak bisa bayangkan betapa lelahnya itu.


Raina melihat botol infus yang ada di sampingnya, ia mengambilnya dan pergi ke kamar mamanya.


***


Di Kamar Mama Raina


Raina melihat setiap sudut ruangan yang penuh kenangan itu, hingga pandangannya tertuju pada meja dengan bingkai foto yang berisikan foto-fotonya bersama mamanya. Ia mendekati dan mengelus foto itu.




Bahkan peringatan kematian papanya yang ke-3 tahunnya pun Raina masih bisa tersenyum karena ada mamanya, meski senyumannya sedikit memancarkan kesedihan.



Ia mengambil bingkai foto itu, memeluknya semalaman sampai ia tertidur di kamar mamanya.


***


Pagi Hari


Surya terkejut setengah mati saat melihat kasurnya yang kosong, lantas kemana Raina? Surya panik dan langsung mengetuk-ngetuk pintu Kenan.


Tok... Tok... Tok...


"Bang... Bang... Bang Kenan!" panggil Surya


"Iya bentar!"


Kenan membuka pintunya, ia pun masih memakai sarung karena baru selesai sholat subuh.


"Apa sih Ya?" tanya Kenan


"Raina hilang kak!" ujar Surya


"Hah? Yang bener kamu?" tanya Kenan tak percaya


"Iya! Aku bangun, dia udah nggak ada di kasur!" jawab Surya


"Ya udah ayo buruan cari! Gue takut dia ngelakuin hal-hal yang aneh-aneh!" ujar Kenan


"Iya bang!"


Mereka berdua berkeliling ke sekitar rumah, menelfon setiap teman-teman Raina untuk menanyakan keberadaan Raina. Namun hasilnya nihil.


"Astagfirullah.... Berikan kesabaran untuk hamba Ya Allah... Kamu di mana sih Na..." ucap Surya yang semakin panik


Surya mencari ke setiap sudut ruangan, tak ada tanda-tanda Raina. Hingga tiba-tiba ia teringat dengan kamar almarhumah mama mertuanya. Ia langsung pergi ke sana.


"Astagfirullah Raina... Kamu ternyata di sini!" ucap Surya lega


Surya segera memberi kabar Kenan agar tidak panik lagi. Surya duduk di samping Raina, mengelus kepalanya dan menatapnya sendu.


"Tolong jangan berubah lebih jauh lagi Na... Cukup kehilangan yang pertama saja yang merubah kamu, yang kali ini jangan..." gumam Surya


Raina terbangun karena merasa ada yang menggangu tidurnya, ia melihat Surya di sampingnya.


"Surya..." panggil Raina lembut


"Iya kenapa? Kamu butuh apa? Ngomong!" ucap Surya semangat saat mendengar Raina mulai memanggilnya


"Pengen bubur ayam..."


"Ok tunggu! 5 menit lagi ada, kamu tolong jangan kemana-mana ok! Aku segera balik, nanti Bang Kenan biar temenin kamu!" ucap Surya buru-buru


Surya langsung mengambil kunci motornya dan sesegera mungkin pergi ke semua tempat bubur ayam. Meski kesulitan, tak ada kata menyerah bagi Surya. Raina mau meminta makanan pun, Surya sudah bersyukur.


.


.


.


10 Menit Kemudian...


Cklek...


"Huh maaf... Aku terlambat 5 menit! Huh... Ini buburnya! Huh... Bentar, aku ambil mangkok sama sendok!" ucap Surya sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan


Raina sedikit tersenyum melihat tingkah Surya yang manis, menurutnya. Surya sibuk menyajikan bubur, Kenan masih keluar membelikan semua buah yang Raina mau.


"Perhatian..." gumam Raina sambil sedikit tersenyum


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏