My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Kelenturan



Surya di luar memegangi kepalanya, "Astagfirullah... Bisa-bisanya masih kegoda? Ingat Surya, ingat! Kalian masih SMA, gimana masa depan Raina kalo dia hamil dulu? Belum waktunya Surya! Dia yang dulu belum balik!"


Selesai ganti baju, Raina keluar dengan piyama yang besar dan panjang. Surya sedikit aneh melihatnya. Surya mendekat dan hendak bertanya, namun Raina mundur selangkah.


"Lo kenapa? Kok pake baju kayak gitu?" tanya Surya


Raina duduk di atas ranjang lalu menjawab, "Nggak papa... Cuma dingin aja cuacanya!"


"Dingin? Bukannya ini udah mulai musim panas?"


"Dingin... Nih lihat, gue kedinginan."


"Oh ya udah..."


Raina tidur lebih dulu, setelah Raina tidur dengan perasaan was-was, barulah Surya menyusul.


***


Pagi Hari


Karena perasaan was-was membuat Raina sedikit tidak nyenyak tidurnya, ia terbangun lebih dulu saat suara Adzan Subuh.


Aelah... Gara-gara Aya, gue nggak bisa tidur nyenyak semaleman! - Batin Raina kesal


Raina ingin bangun dan segera mengambil wudhu, namun badannya terasa berat. Ia membuka selimut di badannya.


"Astagfirullah... Sejak kapan ni tangan ada di sini?" Raina bergumam


Saat membuka selimut, Raina mendapati tangan kekar Surya yang sudah melingkar di perutnya. Tapi ia bingung, kapan Surya memeluknya, dan kenapa ia tidak menyadarinya.


Raina pelan-pelan melepaskan tangan Surya, lalu segera pergi mandi. Ia bersiap dengan diam-diam agar Surya tak bangun.


"Huh... Moga-moga tu anak budeg dulu buat sekarang!" gumam Raina


Raina memasukkan susu dan beberapa camilan diet yang kemarin ia beli. Ia diam-diam turun untuk sarapan semangkuk oatmeal tanpa diketahui siapapun. Kemungkinan ayah dan bunda Surya masih belum keluar kamar.


"Bi... Tolong buatin ini ya buat sarapan!" pinta Raina


"Iya non..."


Pembantu Keluarga Pradipta keheranan karena tidak biasanya Raina sarapan makanan seperti ini.


Pembantu tadi memberikan semangkuk oatmeal, "Ini non..."


"Makasih bi..." ucap Raina lirih


"Kenapa nggak sarapan nasi non? Kan bibi udah buat sarapan banyak."


"Nggak papa... Kata temenku ini enak, makanya aku nyoba. Tapi jangan bilang siapa-siapa biar makananku nggak di buang ya bi!" pesan Raina


"Siap non!"


Selesai sarapan, Raina langsung berangkat ke sekolah dengan sepedanya, berharap kalau kalori hari ini semakin turun. Tepat setelah Raina berangkat, Surya turun dari kamar.


"Bi... Lihat Raina nggak? Dari pagi kok nggak ada?" tanya Surya


"Tadi sih katanya mau berangkat duluan den, katanya ada tugas di sekolah!"


"Oh ya udah..." jawab Surya cuek, "Pasti tu anak nggao ngerjain PR lagi!"


***


Di Sekolah


Sudah ada Diva di kelas yang masih sibuk dengan Cushion dan Lip Tint-nya.


"Eh... Nana, gimana dietnya? Masih inget kan?" tanya Diva


"Masih lah.... Laper banget gue, biasanya pagi gue sarapan seporsi penuh nasi goreng..." melas Raina


Diva memberikan Raina senyum manis, "Sabar ya... Yang pertama itu emang selalu sulit! Kalau udah terbiasa, pasti nggak kerasa berat!"


Raina duduk di bangkunya dan mengeluarkan camilan rendah lemak, "Selama diet, gue boleh makan ini buat Brunch kan?"


*Brunch adalah gabungan dari kata Breakfast and Lunch, yang berarti makan di tengah-tengah waktu sarapan dan makan siang.


"Boleh... Tapi jangan banyak-banyak! Tapi encer juga otak lo tau makanan ginian?" tanya Diva


"Sekarang sudah ada teknologi canggih pembantu dan peringan pekerjaan manusia yang disebut internet!"


"Udah nggak usah jelasin seolah-olah anak IT. Tugas sejarah udah? Sini gue nyontek!"


Raina mengingat-ingat apakah ada tugas hari ini, sampai ia ingat kalau memang ada tugas Sejarah yang jawabannya panjang kali lebar kali tinggi di kuadratkan lalu pindah ruas kanan, ruas kiri, yang menghasilkan satuan meter kubik.


"Mati gue! Lupa kaga kerjain!" ucap Raina panik


"Hai semua..." sapa Naya yang baru datang


"Naya!!!" panggil Raina dan Diva bersamaan


"Hai Na... Hai Va... Tumben berangkat pagi?" tanya Naya


"Naya... Kan Naya baik, cantik, pinter, rajin, berakhlak mulia, tidak sombong, keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa, calon penghuni surga... Nyontek tugas sejarah dong," rayu Raina


"Oh... Ini di tas, mending kalian kerjain lebih cepet biar bisa selesai. Semalem gue kerjain sampe tangan gue sakit," ucap Naya


"Ok, mana jawabannya?" tanya Raina sambil mengulurkan tangannya. Naya pun memberikan jawaban tugas Sejarah pada Raina.


"Makasih... Naya baik deh, kapan-kapan kita makan bareng pokoknya!" sela Diva


"Siaap...!!!!"


Diva sedang asik menyiapkan alat tulisnya, sementara Raina bengong menatap jawaban tugas yang harus ia tulis.


"Kenapa Na?" tanya Diva


"Ini...."


Jawaban Raina terpotong karena Diva lebih dulu menyahut kertas jawaban di tangan Diva. Diva semakin terkejut, hanya ada 5 soal saja, tapi jawabannya 2 lembar kertas folio bolak-balik.


"Mama... Kuatkan hatiku!" gumam Raina


"Ini.... Boleh di ringkas nggak?" tanya Diva


"Oh itu udah ringkasan dari 10 halaman. Itu udah yang paling sedikit," jawab Naya


Ingin rasanya Raina menyobek jawaban di hadapannya lalu pergi bolos seperti biasa.


"Ini kayaknya gurunya radak ya?" ucap Raina


"Ku menangis...."


Raina dan Diva semangat 45 mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru Sejarah. Untung saja pelajaran sejarah merupakan jam pelajaran terakhir sebelum pulang.


***


Pulang Sekolah


Diva dan Raina berjalan menuju ruang ganti dan memakai seragam olahraga menuju lapangan.


"Hari ini belajar apa Div?" tanya Raina semangat


"Belajar kelenturan dulu... Biar gak gampang cedera," jawab Diva


Raina sedikit kecewa, "Kenapa nggak langsung yang dilempar-lempar itu?"


"Ngawur aja! Jangan langsung lempar-lemparaan, nanti nggak tau tekniknya bisa jatuh trus patah tulang lo ntar..."


"Lah... Nggak jadi ikut gue, ntar patah tulang guenya!"


"No no no no no... Nggak bisa, udah sampe sini pokok harus ikut!"


Diva langsung menarik Raina menuju lapangan untuk bergabung dengan yang lain. Mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu.


"Ok yang pertama, coba cium lutut kalian!"


Raina berusaha keras untuk mencium lututnya, namun tetap saja tangannya tidak sampai.


"Ayolah... Dikit lagi!" gumam Raina


Diva yang melihat Raina kesulitan pun berinisiatif untuk membantu Raina.


"Kalo mau cium lutut itu gini..."


"Aaahhhhh.... Aduhh sakit woy, sakit sakit sakit anj*r! Sumpah sakit aaaa lepasin!" teriak Raina kesakitan


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏


BERI TIP AGAR AUTHOR SEMAKIN RAJIN UPDATE 🤗