
Brukk...
Belum sempat menjawab, Raina sudah terlebih dahulu jatuh pingsan. Dengan sigap Surya langsung menangkap tubuh Raina.
"Raina... Na... Nana... Bangun Na!" ucap Surya yang berusaha menyadarkan Raina
Surya langsung mengambil ponselnya, ia menelfon supir pribadinya untuk menjemputnya di sekolah. Surya langsung menggendong Raina ala bridal style keluar.
***
Di Luar Sekolah
Tidak lama Surya menunggu, mobil jemputannya sudah sampai. Surya langsung memasukkan Raina ke dalam mobil.
"Mau ke mana mas? Mbak Raina kenapa?" tanya supir pribadi Surya
"Pingsan pak, langsung ke rumah!" ujar Surya
"Nggak ke rumah sakit aja mas?"
"Nggak usah, biar saya telfon Om Zaki saja," jawab Surya
"Baiklah mas,"
Supir pribadi Surya langsung melajukan mobilnya menuju rumah Surya. Untungnya besok sudah libur akhir pekan, jadi akan ada alasan untuk menginap di rumahnya. Surya tidak mau mertuanya tau keadaan Raina yang seperti ini.
***
Di Rumah Surya
Mobil mulai masuk ke kawasan rumah Surya. Terlihat sebuah rumah mewah tingkat dengan halaman yang luas. Keluarga Surya memang kaya, mereka memiliki perusahaan minuman yang sudah terkenal.
Surya langsung menggendong Raina menuju kamarnya, ia sudah menelfon Om Zaki sejak di dalam mobil. Tak butuh waktu lama, Om Zaki datang.
"Ya, siapa yang sakit?" tanya Om Zaki yang datang masih dengan jubah dokternya
"Raina Om," jawab Surya
"Raina? Sakit apa? Kok bisa?" kaget Om Zaki
Zaki adalah seorang dokter di rumah sakit ternama, yang juga menjadi dokter pribadi keluarga Pradipta.
"Tadi dia ke kunci di kamar mandi, trus badannya basah kena air," jelas Surya
"Kok bisa sih?" tanya Zaki
Zaki duduk di ranjang, ia mulai memeriksa Raina. Ia menempelkan stetoskop di dada Raina untuk mengecek detak jantung Raina, tangan Zaki di tempelkan ke dahi Raina, lalu Zaki mengecek suhu tubuh Raina menggunakan termometer.
"Gimana om keadaan Raina?" tanya Surya
"Dia nggak papa, tapi dia demam. Kamu harus sering-sering cek suhu tubuhnya ya, nanti kasih dia Paracetamol biar panasnya cepetan turun," jelas Om Zaki
"Oh iya, tapi kenapa dia pingsan Om?" tanya Surya
"Daya tahan tubuhnya melemah, terkunci di tempat yang lembab dan badan yang basah membuat tubuhnya bekerja keras agar dia tidak kedinginan. Tapi karena terlalu dingin, akhirnya tubuhnya tidak kuat lalu jatuh pingsan," jelas Om Zaki
"Oh gitu, trus kakinya gimana om?" tanya Surya
"Kaki? Emang kakinya kenapa?" tanya Om Zaki
"Tadi dia waktu jalan pincang om," jawab Surya
Zaki mengecek kaki Raina, pergelangan kaki kanan Raina agak merah dan membengkak.
"Kayaknya keseleo deh Ya, setelah ini kamu kompres pake es ya biar nggak bengkak lagi," ujar Om Zaki
"Iya Om, tapi Nana beneran nggak papa kan Om?" tanya Surya
"Iya nggak papa, kalo ada apa-apa lagi nanti kamu segera hubungi Om ya!" pinta Zaki
"Ok Om, makasih," ucap Surya
"Iya om," jawab Surya
Setelah mengantar Zaki keluar, Surya segera pergi ke apotek untuk membeli Paracetamol dan kompres penurun panas.
Dengan telaten Surya memasangkan kompres ke dahi Raina, Surya juga mengompres kaki Raina agar tidak bengkak lagi. Surya mengeringkan rambut Raina menggunakan Hair Dryer, memberikan selimut dan memasakkan bubur untuk Raina.
Perlahan mata Raina terbuka, ia melihat Surya yang tertidur pulas di sebelahnya. Raina masih saja memandangi Surya.
Lo nggak berubah Ya! Tetep ganteng dari dulu sampai sekarang. Gue tetep kagum sama paras lo yang ganteng ini! - Batin Raina
"Ah mikir apaan sih! Duh pusingnya..." keluh Raina
Raina yang lemas mencoba membangunkan Surya, perutnya benar-benar tidak bisa berbohong.
"Ay... Ay... Aya... Bangun!" ucap Raina sambil membangunkan Surya
"Hmm... Lo udah sadar? Gimana? Masih ngerasa pusing atau apapun?" tanya Surya yang baru bangun
"Gue laper," jawab Raina
"Bentar,"
Surya keluar untuk mengambil bubur yang ia masak tadi, ia mengambilnya lalu membawanya masuk.
"Nih... Sini gue bantu bangun," ucap Surya
Surya membantu Raina untuk bangun, ia mulai menyendok makanan dan berniat untuk menyuapi Raina.
"Nih makan..." ucap Surya
"Gue bisa makan sendiri kok," ujar Raina
"Udah deh, lo sakit! Jangan songong, nih makan," ucap Surya sambil menyuapi Raina
Surya menyuapi Raina sampai habis, setelah habis, Surya bertanya pada Raina tentang apa yang terjadi.
"Sebenarnya apa sih yang terjadi?" tanya Surya
"Gue nggak tau, waktu gue ke kamar mandi, tiba-tiba gue ke kunci. Setelah teriak, gue di guyur air sampe badan gue basah semua. Terus gue denger suara Amel yang ngomong kalo dia yang ngelakuin itu semua," jelas Raina
"Jadi ini semua ulah Amel?" tanya Surya
"Iya," jawab Raina
Surya mengepalkan tangannya marah, hatinya benar-benar panas saat ini. Ingin sekali mengajar orang yang berani membuat istrinya seperti ini.
"Lo tunggu bentar ya," pinta Surya
"Mau kemana?" tanya Raina
"Ke dapur balikin ini nih," ucap Surya sambil menunjuk piring bekas bubur Raina tadi
"Oh,"
Surya membawa piring kotor tadi menuju dapur, ia pergi ke ruang pribadinya. Ia duduk di sofa lalu menelfon ayahnya.
"Halo ayah..."
"Halo anak ayah... Kenapa? Ada apa?"
"Surya mau ayah ngomong sama kepsek! Suruh kasih tindakan ke siswi bernama Amel Ayudia?"
"Loh kenapa? Ada masalah?"
"Dia celakain Raina! Sekarang lebih baik ayah yang bertindak sebelum aku sendiri yang turun tangan!"
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏