My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Juara



Surya tiba-tiba ikut deg-degan mendengar cerita salah satu peserta itu. Ia sudah lupa bagaimana rasanya bersaing dengan Raina, tapi yang jelas, Raina benar-benar bisa menjadi monster yang mengerikan saat sudah memutuskan untuk menjadi nomer 1.


Raina keluar dengan keringat yang begitu banyak, ia tampak santai namun juga lelah. Surya langsung menghampirinya dan memberinya sebotol minuman.


"Na ayo duduk dulu! Minum dulu ini!"


Surya menarik Raina agar duduk lalu membiarkannya minum air yang ada di botol. "Jadi gimana?" tanya Surya.


"Gimana apanya?"


Surya sedikit canggung untuk menanyakan hasilnya, ia menggaruk kepala belakangnya. "Bisa jawab nggak tadi?" tanya Surya basa-basi.


"Ya bisa lah... Kan udah belajar juga."


"Y-ya terus? Hasilnya?"


Raina melirik Surya yang sedikit gugup karena bertanya hasil. "Ya mana gue tau, kan belum diumumin juga. Tunggu ae hari Senin nanti buat pengumumannya."


"Oh iya..."


Raina merasa Surya yang tiba-tiba aneh, "Lo kenapa sih? Kok aneh banget deh. Otak lo berubah gara-gara lomba apa gimana? Sok-sokan malu, padahal aslinya gatau malu!" gurau Raina.


Surya pun mencubit hidung Raina gemas, "Yee... Lo yang gatau malu ya, gue mah masih cool gitu."


"Dih, sok ke-pd an banget lo..."


"Ya harus pd lah! Lagian kalo gue nggak cool, mana bisa jadi punya Raina." Surya mencubit kedua pipi Raina gemas.


"Ih... Apa-apaan sih, nyubit mulu deh. Sakit semua wajah gue... Ih, nyebelin!" keluh Raina yang tampak begitu imut dan menggemaskan dimata Surya.


"Lagian kenapa sih, rasanya lu gemesin banget hari ini? Pen gue karungin trus bawa pulang! Gue simpen di kamar biar nggak ada yang tau!" ujar Surya.


"Yee, kan udah sama lo juga tiap hari Mas..."


Surya langsung menengok dan menatap Raina dengan fokus, "Lo manggil gue apa tadi? Coba ulangin sekali lagi deh..."


"Apaan sih?" jawab Raina dengan sedikit canggung dan malu.


"Enggak! Coba ulangin lagi, lu manggil gue tadi apaan! Buruan! Apa gue cium di sini?" ancam Surya.


"Mas..."


Surya langsung berdiri, berbalik lalu melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil. "Ahahaha... Demi apa gue dipanggil Mas Ya Allah!" gumam Surya kegirangan.


"Lo kenapa woy?" tanya Raina yang merasa aneh dengan tingkah Surya.


Surya berbalik, ia mer*mas jari-jari didepan wajah Raina karena gemas. "Udah, mulai sekarang panggil gue Mas terus ya! Sumpah gemoi kalo lo manggil gue Mas!" pinta Surya dengan senyum manisnya.


"Yee gue kira apaan..."


"Udah, pokoknya diteruskan saja ya! Lanjutkan hal itu, saya suka!" kata Surya yang berusaha keras agar tidak semakin salah tingkah.


Melihat Surya yang salah tingkah, Raina pun berniat menjahili Surya. Raina ikut berdiri dan menangkup kedua pipi Surya, "Kamu kenapa sih Mas? Padahal biasanya aku juga manggil kamu pake kata-kata Mas juga loh..." kata Raina dengan wajah imutnya.


Surya menggigit bibirnya karena tak kuat menahan keimutan Raina. "Y-ya beda, lu biasanya manggilnya kan Mas Husband... Kalo cuma dipanggil Mas doang rasanya ah mantap."


Raina semakin menjadi-jadi, ia semakin bertingkah imut didepan Surya. "Oh gitu, berarti kamu suka dong aku panggil Mas?" tanya Raina.


"Astagfirullah, kuatkan hati ini Ya Allah!" batin Surya. Surya hanya mengangguk sambil mengiyakan semua kata-kata Raina.


Raina tersenyum, "Mas Surya...." panggil Raina dengan suaranya yang lembut.


Surya langsung berbalik tak kuasa menahan godaan Raina. Saat ini Surya sedang bergelimang keimutan Raina.


Raina masih saja tersenyum manis, Surya sudah tidak kuat lagi dengan semua ini. Ia langsung menepis tangan Raina dan bertingkah tak jelas.


Setelah itu Surya langsung berbalik dan tiba-tiba mengangkat Raina agar berdiri diatas kursi.


"Waahhh... Lo ngapain woi! Ih, ngapain gue diatas sini? Awas gue mau turun!" pinta Raina yang sudah berdiri diatas kursi.


"Udah diem!" tegas Surya. Surya melepaskan almamaternya lalu mengikatnya di pinggang Raina. "Ini semua hak paten gue! Yang berhak cuma gue tau nggak!" kata Surya sambil menunjuk seluruh tubuh Raina.


"Yee..."


"Sekarang pilih! Depan, belakang, apa bridal style?" tanya Surya.


"Hah?"


"Waahhh...." reflek Raina berteriak karena terkejut.


"Udah kuy! Sorry, sunmori kita beda!"


Tiba-tiba Surya berlari sambil menggendong Raina menuju kantin, di sepanjang koridor, anak-anak menyoraki mereka. Raina hanya bisa bersembunyi di leher Surya.


Di sisi lain, ada mata yang tampak sendu dan sedih melihat kebersamaan kedua insan itu. "Mulut gue bisa ngomong kalo udah selesai Na, tapi hati gue nggak bisa dibohongi. Gue tetep masih nggak bisa relain lo selamanya! Tapi gue bakal belajar dan berusaha buat nggak rusak kebahagiaan orang lain!" gumam Maxime yang hanya bisa melihat Raina dari kejauhan.


***


Hari Senin


Semua anak-anak tengah bersiap untuk melakukan upacara bendera dan juga mempersilahkan mental untuk mendengarkan pengumuman pemenang lomba cerdas cermat.


"Eh gila gue deg-degan, pokoknya lo harus menang ya Na! Gue maksa pokoknya!" ujar Diva yang sangat percaya diri.


"Iya Na! Kamu harus juara 1 pokoknya!" pinta Naya.


Raina hanya tersenyum, "Hehehehe pasti dong!" jawab Raina dengan canggung. "Ya kalo nggak juara 1, masa depan gue ini taruhannya! Gue belum siap jadi mama muda ya!" pikir Raina.


Mereka berjalan menuju lapangan dan mengikuti upacara bendera dengan baik hingga akhirnya pengumuman pemenang tiba.


"Selamat pagi anak-anak..."


"Pagi bu..."


"Pada pagi yang cerah ini ibu akan membacakan nama-nama siswa-siswi pemenang lomba cerdas cermat Edu Global School 2020. Kita mulai dari kategori Sains! Juara 3, di menangkan oleh nomor peserta... 4, Alvaro Putra dari kelas 11 IPA 2...."


Begitulah pengumuman dibacakan, namun saat pengukuran juara 1, semua seolah-olah tak terkejut lagi dengan apa yang dibacakan oleh guru.


"Juara pertama lomba cerdas cermat Sains Edu Global School 2020 adalah.... Nomor peserta 7, Surya Pradipta dari kelas 12 IPA 1!"


Semuanya bertepuk tangan saat Surya maju kedepan, dan menerima hadiah serta piala kemenangannya. Surya sengaja melirik Raina dan mengedipkan sebelah matanya untuk memberi kode.


"Ciee... Yang pacarnya juara 1 ni yee..." ledek Diva.


"Traktirannya ditunggu ya Na!" ledek Naya.


"A-apasih..." Raina salah tingkah sendiri karena Surya yang tiba-tiba meliriknya.


Pengumuman kembali dilanjutkan, "Selanjutnya... Pengumuman pemenang lomba cerdas cermat Umum Edu Global School 2020. Juara ke-3, diraih oleh nomor peserta... 8, Nabila Syaputri dari kelas 11 IPS 1"


Tepuk tangan begitu riuh karena semuanya menantikan momen ini. Semua benar-benar tak sabar melihat hasil taruhan Ara dan Raina.


"Untuk juara ke-2 cerdas cermat Umum, diraih oleh nomer peserta.... 3, Arabelle dari 12 IPA 1!"


"Whooooo!!!"


"Woooo"


"Gilaaa!"


Sorakan demi sorakan terdengar dari barisan manapun. Sedangkan Ara, terdiam mematung tak berani bergerak lagi.


"Untuk Arabelle dimohon untuk maju kedepan!"


Dengan langkah lemas dan tatapan kosong Ara maju kedepan menerima hadiah serta piala dari guru. Wajah Ara tampak muram dan tak bersemangat.


Raina sedikit lebih tenang karena Ara menjadi nomor 2. Tapi dia masih takut karena situasi bisa berbalik kapanpun.


"Baiklah, juara pertama lomba cerdas cermat Umum adalah peserta dengan nomor urut... 3!"


Semua langsung terkejut dan bingung, nomor urut 3 adalah nomor urut Ara. Ara tersenyum dan merasa sedikit punya harapan, Raina mencoba tenang dan percaya pada dirinya sendiri.


Salah seorang guru pun mendatangi guru yang membacakan hasil lomba dan berbisik. "Oh maaf semuanya, ternyata terjadi kekeliruan dalam pembacaan pengumuman. Jadi, pemenang lomba cerdas cermat Umum Edu Global School 2020 adalah, peserta dengan nomor urut... 13! Raina Ashalina dari 12 IPS 5!"


Semua bersorak riuh karena pengumuman ini. Pertama kalinya IPS 5 termasuk dalam daftar pemenang lomba yang menggunakan otak.


Raina terdiam tak percaya, ia sangat gugup hingga bingung harus apa.


"G-gue juara 1? Gue beneran juara 1?" tanya Raina tak percaya.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏