My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
KDRT



Perlahan anak-anak keluar, termasuk Raina. Di geng Raina, hanya Naya yang mengerjakan dan Diva tidak di hukum karena anak baru.


"Ini juga... Ketua kelas malah kasih contoh yang nggak baik!"


Raina hanya menuli saja agar tidak sakit hati karena perkataan guru galak yang satu ini, yang selalu memarahi anak IPS 5 dan omongannya sepedas sambal level omongan tetangga.


"Max.. Lo juga di hukum?" tanya Raina


"Semalem ada konser, jadi nggak kerjain deh," ujar Maxime


"Oh iya lupa! Aku semalam juga pengen nonton konser kamu! Kok bisa lupa sih!" celetuk Raina


"Nggak papa! Lain kali berangkat bareng aja kalo mau nonton konser aku," ucap Maxime sambil mengacak-acak rambut Raina


Raina bisa meledak sekarang. Di ajak jalan bareng idolanya? Apakah ini ajakan kencan? Oh tidak! Kehaluan Raina meronta-ronta.


***


Di Lapangan Basket


Belum ada jam 12 siang, tapi matahari sudah sepanas hati saat lihat mantan jalan sama teman, eh.


"Allah... Ini matahari ceria bener ya! Tiap hari nongol mulu," cibir Raina


"Kangen lo kali na hahahaha..." gurau Dika


"Iya-in,"


"Kantin yuk! Panas nih," ajak Arkan


"Iya... Pusing sumpah kepala gue!" keluh Raina


"Yuk..."


Raina baru saja berjalan beberapa langkah, matanya buram, pandangan kabur dan perlahan menghitam. Pada akhirnya, Raina jatuh pingsan. Dengan sigap, Maxime menangkap badan Raina.


"Na... Raina..." panik Maxime


"Raina... Lo kenapa Na?" panik Arkan


"Eh dia kenapa?" tanya Dika


"Bawa ke UKS lah! Kenapa malah tanya-tanya sih!" kesal Faris


"Oke-oke!"


Maxime menggendong Raina ala bridal style menuju UKS. Arkan, Dika dan Faris ikut menyusul. Karena larangan guru UKS, tinggal Maxime yang ada di UKS.


***


UKS


"Na... Sadar dong Na..." gumam Maxime sambil memegangi tangan Raina


Baru saja Arkan keluar, ia langsung mengirim pesan pada Surya.


Arkan


Oy... Buruan ke UKS! Raina pingsan!


Surya


Apa? Kok bisa?


Arkan


Kaga usah banyak b*cot! Buruan liat sendiri keadaannya!


Surya


Ok gue ke sana!


"Semoga Surya ma Maxime kaga berantem," gumam Arkan sebelum pergi ke kantin


Secepatnya Surya meninggalkan ruang OSIS dan pergi ke UKS untuk melihat keadaan Raina m Sesampainya di UKS, Surya melihat Maxime yang menggenggam tangan Raina. Seketika itu, amarah Surya berada di puncak.


"Lo ngapain di sini!" kesal Surya


"Gue jagain Raina," jawab Maxime


"Pergi! Biar gue aja yang jaga dia," ujar Surya kesal


"Nggak perlu! Lo urus aja persiapan HUT sekolah, biar Raina, gue yang jaga," bantah Maxime


"Tolong salah satu saja yang menjaga ya! Ibu mau pergi dulu," ujar Guru UKS


"Iya bu,"


Surya dan Maxime saling melemparkan senyum sinisnya.


"Keluar! Gue aja yang jaga," ketus Surya


"Lo aja yang keluar," jawab Maxime


"Emang lo siapanya dia?" tanya Surya menantang


"Kebetulan gue temen deket Raina! Emang lo siapa?" tanya Maxime


"Gue... Gue temen Raina dari kecil! Gue lebih kenal dia daripada lo! Lo keluar aja," ketus Surya


"Cuma temen kan? Berarti kita sama-sama punya hak buat jaga dia," jawab Maxima


"Lo... Mending lo keluar karena gue minta masih dengan cara yang baik. Jangan buat gue pake cara kasar," ancam Surya


"Oh ya?"


"KELUAR!!!" bentak Surya


"Kenapa harus gue yang keluar? Raina itu benci sama lo, gak suka sama lo! Tiap hari aja kalian berantem terus. Itu yang namanya temen? Kalo yang berantem aja bisa di sebut temen, terus hubungan kita yang nggak pernah berantem itu apa? Pacaran?" tanya Maxime


Buagg...


Sebuah pukulan keras mendarat di pipi mulus Maxime, Maxime meringis menahan sakit.


"Jaga mulut lo! Raina nggak suka sama lo! Dan jangan pernah berharap lo bisa pacaran sama Raina!" tegas Surya


Surya menyeret baju Maxime agar keluar, ia mendorong Maxime keluar hingga lengan baju Maxime robek.


"Jangan berekspektasi tinggi tentang hubungan lo sama Raina! Raina udah punya orang yang dia suka!" tegas Surya


Surya membanting pintu UKS dan membiarkan Maxime duduk di lantai dengan pipi yang memar. Maxime geram, ia mengirim pesan pada seseorang.


Maxime


Sementara itu, Surya langsung menelfon dokter pribadi keluarganya untuk datang ke sekolah. Hanya dalam 10 menit, dokternya datang.


"Huh.. Kenapa Surya? Huh... Siapa yang sakit?"


"Raina om..." jawab Surya


"Baru kemarin sembuh, sekarang sakit lagi? Om jadi curiga, kamu KDRT ya?"


"Ngawur aja! Surya itu suami yang bertanggung jawab ya!" kesal Surya


"Hahahaha... Iya-iya,"


Setelah memeriksa keadaan Raina, dokter menyimpulkan kenapa Raina bisa pingsan secepat itu. Hanya dalam 5 setelah ada di bawah tiang bendera, Raina langsung pingsan.


"Dia belum sarapan ya tadi?"


"Nggak tau,"


"Katanya suami yang bertanggung jawab, kok nggak tau?"


"Ck, yang lain?"


"Perutnya kosong, maagnya kambuh dan kurang tidur. Apa dia punya insomnia?"


"Nggak kayaknya,"


"Kekurangan air, energi dan kurang istirahat. Itu bisa berbahaya Surya! Lain kali di perhatikan lagi kondisi Raina!"


"Iya om,"


"Nanti om antarkan obatnya ya,"


"Siap om! Makasih udah mau dateng,"


"Om pergi dulu! Tadi masih ada banyak pasien di rumah sakit,"


"Iya,"


Surya menunggu sampai Raina sadar, setelah Raina sadar, Surya langsung menunjukkan senyum manisnya. Raina terkejut melihat wajah datar itu tersenyum didepannya.


"Surya... Aw... Lo ngapain di sini?" tanya Raina berusaha bangun


"Udah nggak usah bangun! Istirahat lagi aja. Sekarang gue tanya! Lo tadi pagi nggak sarapan?" tanya Surya


"Nggak,"


"Kenapa nggak sarapan? Lo kan tau kalo lo punya maag, kalo kenapa-kenapa gimana?" tanya Surya risau


Dia lagi perhatian kah? - Batin Raina


"Ya habis... Tadi pagi lo bilang kalo kita mau telat! Ya gue cepet-cepet sampe lupa sarapan," jelas Raina


Surya terdiam, ia merasa bersalah. Ia merasa kalau Raina sakit seperti ini karena dirinya.


"Yaudah yuk pulang," ajak Surya


"Hah? Ini kan jam sekolah," jawab Raina keheranan


"Sekolah ini punya siapa?" tanya Surya


"Ya udah lo menang,"


"Tunggu dulu! Gue ambilin tas lo,"


"Hmm..."


Tumben nih anak mau di ajak bolos? - Batin Raina bingung


Setelah mengambil tasnya dan tas Raina, Surya langsung mengajak Raina pergi ke salah satu restoran yang terkenal mahal dan enak.


***


Di Restoran


"Gila... Lo beneran ajak gue ke sini?" tanya Raina tak percaya


"Meragukan kekayaan keluarga gue kah?" tanya Surya


"Sultan mah bebas," cibir Raina


"Buruan pesen,"


"Iyee..."


Raina dengan senang hati langsung memesan makanan yang ia suka, namun tak seperti ekspektasi. Rasanya memang benar-benar bintang 5, tapi porsinya hanya separuh dari warung langganannya.


"Enaknya sih enak, porsinya bikin miris," cibir Raina


"Ya udah! Nanti gue pesenin koki pribadi biar bisa makan enak banyak di rumah!" ucap Surya


"Eh nggak usah! Jangan berlebihan kenapa sih!" kesal Raina


"Biar lo senang,"


Gini ya rasanya diperhatiin pacar? Eh... Mana ada? Gue kan bukan pacar dia! - Batin Raina


Tringgg... Tringgg...


Ponsel Surya berbunyi, tertera nama 'Ayah' di layar ponselnya. Surya langsung sesegera mungkin mengangkatnya.


"Halo Yah... Ada apa?"


"....."


"Apa?! Ok aku ke sana sekarang!"


"....."


"Tunggu ya!"


Raina kebingungan melihat wajah Surya yang perlahan semakin cemas dan pucat.


"Lo kenapa Ay? Lo nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Raina khawatir


"Ayo pergi sekarang!" ajak Surya


"Kemana?" tanya Raina


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏