My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Susu



"Lah... Aneh deh," ujar Raina tak perduli


Kalo gue pergi, trus lo bisa mesra-mesraan sama Maxime gitu? - Batin Surya


Faris, Dika, dan Arkan mulai memainkan alat musiknya, Raina hanya melihat, Surya fokus dengan bukunya dan Maxime yang menikmati lantunan musiknya agar bisa memberi masukan.


"Gimana Max?" tanya Arkan


"Udah bagus, cuma buat Dika... Coba lebih nikmati lagi musiknya biar tau pas ketukan nadanya," jelas Maxime


"Ok,"


"Arkan.... Udah bagus sih. Faris... Buat interval antara Reff sama Pre Chorus, coba tambahan selingan nada gitu biar nggak terlalu kosong," jelas Maxime


"Ok Max!!!"


"Kok ada yang kurang ya...Tapi apa? Oh iya, vokalisnya mana?" tanya Maxime


"Dulu ada anak di band kita namanya Rio, dia vokalis utama band. Cuma sekarang dia udah pindah sekolah, dan biasanya Raina yang jadi vokalis pengisi," jelas Arkan


"Oh ok! Kalo gitu kalian sesuaikan nadanya sama tinggi nada nyanyian Raina. Kalo yang nyanyi cowok, kalian bisa pake not yang rendah. Tapi karena yang nyanyi cewek, buat Bass sama Gitar bisa pake Frett biar musiknya nggak terlalu rendah buat suara Raina," jelas Maxime


"Siap bos!"


"Oh iya... Band kalian ini band apa?" tanya Maxime


"Rock,"


"Kalian nggak pengen gitu keluar dari Cover Zone kalian sendiri?" tanya Maxime


"Maksudnya?" tanya Raina


"Ya... Nggak pengen gitu nyanyiin lagu yang agak slow atau yang beda dari biasanya," jelas Maxime


"Kalo dulu susah karena suara Rio itu nge-rock, tapi kan sekarang vokalisnya Raina. Bisa lebih gampang deh," sahut Arkan


"Nah itu... Coba yang beda, soalnya itu bisa jadi nilai plus kalo kalian ikut lomba band. Awalnya kalian bisa musik rock, trus bisa juga musik slow," jelas Maxime


"Oke-oke! Ide bagus!" jawab Dika


"Gue seempat," sela Faris


"Setuju beybeh... Setuju," ralat Raina


"Nah itu maksudnya..." jawab Faris


"Hahahaha...."


Mereka berbincang-bincang sambil sesekali latihan band dan bercanda, setelah hari mulai sore, setelah ashar mereka pamit untuk pulang.


"Makasih ya Sur, udah beliin kita alat musik," ujar Arkan


"Kok Sur?" tanya Dika


"Masa 'Makasih yaya'? Yaya Boboiboy?" tanya Arkan


"Cie nonton Boboiboy," ledek Faris


"Masa seorang Arkan lihat Kuasa Illahi?" tanya Arkan


"Kali aja setelah itu tobat hahahaha..." ledek Raina


"Na aku pamit dulu..." ujar Maxime


"Iya, makasih ya buat hari ini," ucap Raina lembut


"Iya sama-sama, aku pulang dulu ya Na... Assalamualaikum," ucap Maxime


"Waalaikumsalam..."


Raina melihat ke arah Maxime sampai Maxime hilang dari pandangannya.


"Udah liatinnya jangan lama-lama, durhaka lo sama suami," ujar Arkan


"Oh iya lupa..." gurau Raina


"Buat marah suami ntar nggak di kasih jatah lo..." gurau Dika


"Kebalik Dik, yang bener itu buat marah istri nanti nggak di kasih jatah," ralat Faris


"Nah bener! Hahahaha...." tawa Arkan


Sedangkan Surya hanya cuek tak menanggapinya.


"Ah jahad!!! Gue pulang..." ujar Arkan


"Ya balik aja sono..." ujar Raina


"Pamit dulu ya Tuan dan Nyonya Pradipta," ledek Dika dan Faris


"Ih... Gue korbanin juga kalean buat Lebaran Idul Adha," kesal Raina


"Balik dulu... Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Raina dan Surya pun masuk kembali ke dalam rumah, di dalam rumah, Surya meminta pada Raina agar dibuatkan makanan.


"Eh masak gih... Gue agak laper," pinta Surya


"Kan ada Bi Iyem," jawab Raina


"Istri gue itu lo apa bi Iyem?" tanya Surya


"Masak apa?" tanya Raina


"Masak makanan lah," jawab Surya


"Gue bisanya masak air,"


"Payah banget sih lo jadi cewek!" ledek Surya


"What!!! Lo ngomong apa tadi? Sekarang ngomong pengen apa? Gue buatin!" tegas Raina


"Mi kuah rasa soto ayam, pake telur 1, sawi dibanyakin, cabenya banyakin, kasih seledri atasnya, kuahnya 2¼ gelas 250 ml-an, taruh mangkok warna coklat, kasih juga koya di atasnya," pesan Surya


Raina terdiam sejenak untuk mengingat pesanan Surya barusan. Setelah cukup yakin, barulah Raina pergi ke dapur.


"Tunggu bentar!" jawab Raina


Surya menunggu di kamarnya sambil melihat berita di TV, sedangkan Raina sedang bertempur dengan alat-alat dapur dan menolak bantuan Master Iyem.


"Tadi cabenya berapa ya? Ah semua aja deh,"


Selesai memasak, Raina meminta tolong Bi Iyem agar membawakan mie miliknya, sedangkan tangan Raina membawa semangkuk mie milik Surya.


***


Di Kamar Surya


Cklek....


"Nih mie lo..." ujar Raina sambil menaruh mie Surya di atas meja


"Ok thanks, lo nggak makan?" tanya Surya


"Makan lah," jawab Raina


Surya melihat tampilan mie nya yang tidak meyakinkan, berharap rasanya memenuhi standarnya. Tak lama Bi Iyem menaruh semangkuk Mie dan segelas susu di meja.


"Ini punya siapa?" tanya Surya


"Punya gue lah," jawab Raina


"Kok bagus banget penyajiannya? Punya gue kok mbuluk?" tanya Surya


"Punya lo, gue yang masak. Punya gue, Bi Iyem yang masak," jawab Raina santai


Tanpa menghiraukan Surya, Raina makan terlebih dahulu. Sedangkan Surya mulai menyeruput kuah mienya dulu.


"Haaahhh... Pedes!!! Na minta susu!" ucap Surya


"Susu? Susu apa?" tanya Raina bingung


"Susu lo lah! Buruan!" kesal Surya


"Susu gue?" bingung Raina


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏