My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Komentar Pedas



"Hoam.... Ini apaan sih? Pagi-pagi udah 'enggak ngomong' aja," ucap Kenan yang baru keluar dari kamarnya


"Gatau nih, Aya tuh!" tuduh Raina


"Lah lah lah... Kenapa jadi gue yang salah? Emang ya, cewek itu selalu minta bener walaupun dia salah!" cibir Surya


"Enak aja! Emang kenyataannya aku udah ngomong kok!" bantah Raina


Kenan menyela, "Udah-udah... Sana berangkat sekolah! Jangan berisik, gue mau lanjut tidur lagi!"


"Kaga kuliah bang?" tanya Surya


"Kelas siang... Ini kan masih pagi, jadi waktunya tidur lagi," jawab Kenan cengengesan


"Tidar tidur mulu tiap hari! Udah, Ay gue tunggu di mobil ya!" ujar Raina tak menggubris jawaban Surya


"Na... Raina! Na..."


Kenan menjawab, "Itu anak emang susah di bilangin, makanya lo turutin aja."


***


Di Sekolah


Semua mata tertuju pada Raina, tapi Raina tidak menyadarinya. Hampir setiap gadis di sekolah langsung memandang Raina begitu Raina lewat.


"Ni orang-orang pada kenapa sih? Lihat artis apa," gumam Raina


Raina cuek dan masuk ke dalam kelasnya tanpa beban, ia langsung duduk di bangkunya. Arkan dan yang lainnya langsung mendekati Raina.


"Na lo nggak papa kan?" tanya Arkan


"Hah? Emang kenapa? Gue udah baikan kok," jawab Raina


"Bukan masalah kesehatan... Tapi lo bener-bener nggak papa?" tanya Diva


Raina mulai jengah dengan teka-teki ini, "Maksud kalian itu apa sih? Nggak paham gue tu!"


"Nih lihat..."


Naya menunjukkan sebuah postingan yang kini sedang populer di forum siswa-siswi Global High School.


***


@Ley_77


Gila guys! Kemaren gue lihat Raina sama Surya jalan bareng coy! Mereka emangnya pacaran ya? Komen di bawah coba!



Komentar:


@123...


What? Ketos ganteng buta ya? Kok bisa pacaran sama cewek kayak dia sih? @Arabelle harus segera bertindak!!!


@Ann_


Gila! Gak percaya gue! Surya cuma punya gue!


@T_x


Nggak bisa! Bad girl Raina cuma punya gue! Dasar ketos banci, suka rebut punya orang aja! Sini baku hantam!!!


@Ly_la


Oh my god!!! Gue nggak ngira, kemarin gue juga nemu nih foto! Ambyar hati gue seketika!!!



@NaaaNi_11


Nggak bisa! Hancurkan hubungan mereka! Mas Ketos itu milik bersama!!!


Hancurkan...


Putuskan!!!


Nggak terima gue!!!


***


Dan banyak lagi komentar rasis yang di tujukan ke Raina maupun Surya. Komentar-komentar pedas lebih sering di tujukan kepada Raina.


"Ni anak pada gila ya? Seenaknya sendiri aja menghakimi orang!" kesal Diva


"Nggak waras itu orang!" celetuk Maxime


"Gila ya mereka?"


Teman-teman Raina berkomentar tidak suka, mereka benci saat Raina dipojokkan seperti itu. Seolah-olah Raina itu gadis paling buruk di dunia ini.


"Udah biarin aja... Ntar kalo capek juga diem sendiri," jawab Raina cuek


"Kaga... Mulut emang bisanya cuma ngoceh," jawab Raina enteng


"Setengah setan setengah dakjal, ya itu mereka yang komentar bac*t nggak jelas!" cibir Diva pedas


Raina dan yang lain bertepuk tangan untuk kata-kata Diva. Memang Diva dikenal sebagai anak yang ramah namun kepedasan omongannya sudah pedas tingkat dewa. Hanya penampilannya saja seperti seorang Diva yang anggun, namun kata-katanya setajam pisau.


"Udah ah biarin aja... Kalo punya tulang sisa, kasih aja ke mereka," ujar Raina


Naya mengerutkan keningnya, "Buat apa Na?"


"Kasih orang-orang yang menggonggong cem anjeng itu!" jawab Raina enteng


"Whoo..."


"I'm proud of you!!!"


"Good mbaknya!"


"Cakepp..."


"Ntaps..."


***


Jam Istirahat


Di Kantin


Saat Raina dan yang lain pergi ke kantin, semua mata tertuju pada Raina. Banyak yang menatapnya tidak suka. Bahkan pandangan mereka pun seolah-olah bisa menelan ayam hidup-hidup.


"Yang punya Insto, kasih tu sama anak-anak yang pelototin gue mulu! Kelilipan batu bata loh nanti," ujar Raina cuek


"Hahahaha...."


Teman-temannya tertawa tanpa beban, mereka bersenang-senang seperti biasa, seolah tidak ada apa-apa. Raina hanya menuli saja daripada mendengar cemoohan orang-orang yang tidak ada habisnya.


***


Beberapa hari Raina membiarkan berita itu menyebar, ada yang berkomentar pedas tiada henti. Bahkan juga ada yang sengaja melempari kepala Raina dengan bola saat jam olahraga, menyembunyikan baju olahraga Raina saat ganti baju, bahkan menyindir-nyindir saat di kantin.


"Gue heran... Itu anak-anak pada dapat informasi dari mana sih? Jadi sasaeng gue apa?!" tanya Raina dengan nada sedikit kesal


"Iya deh... Nyebarin informasi-informasi pribadi lo kok nggak ada habisnya! Maunya apa sih? Mentang-mentang keluarga tajir aja," kesal Arkan


"Perlu gue ladenin ya?!" tanya Diva dengan nada yang meninggi karena kesal


"Jangan... Nggak usah Div, nanti malah panjang urusannya," cegah Raina


Naya ikut bersuara, "Kak Surya udah tau masalah ini Na?"


"Kayaknya belum deh," jawab Raina


Dika menyela, "Kenapa nggak lo kasih tau? Biar semua cepet kelar! Nggak capek tiap hari di hujat?"


"Kalo diem lo nggak di hargai, bungkam aja mereka Na!" tegas Maxime


"Hei hei hei... Ini si Raina ya, yang di gosipin jadi pacarnya Surya ya? Heh Raina, ngaca lo! Muka lo kayak apa? Harta lo seberapa? Mau pacarin Surya? Lo itu nggak pantes," celetuk Amel yang tiba-tiba menghampiri Raina di kantin


"Heh! Jaga ya mulut lo!" bentak Diva


"Apa? Nggak terima?" tanya Amel dengan nada meninggi


"Div... Biarin aja lah, anj*ng menggonggong itu normal kok," jawab Raina enteng


"Heh! Jaga mulut lo cabe!" bentak Amel


"Kalo pengen di hormati orang itu, juga harus bisa menghormati orang lain! Jangan cuma bisa komentar pedes doang!" bantah Raina dengan berani


"Emang kenapa? Lihat aja buktinya! Katanya udah pacaran sama Surya, tapi masih sama Arkan, Dika, Faris dan juga Maxime. Mau embat berapa cowok hah?" tanya Amel meledek


Raina berdiri dari tempat duduknya, ia mendekati Amel dan mencengkeram kerah Amel.


"Jangan uji batas kesabaran gue! Sekali lagi lo jelek-jelekin gue, gue nggak segan-segan make cara lain buat kasih lo pelajaran!" tegas Raina sambil sedikit menghempaskan tubuh Amel


"Heh... Lo pikir gue takut sama lo?" tanya Amel


Surya yang sedang berjalan menuju kantin melihat Raina yang seperti sedang dalam masalah, ia hendak menghampirinya. Ara menariknya pergi dengan alasan ada yang perlu di urus untuk HUT sekolah. Jadi Surya pergi terlebih dahulu untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.


Naya sedikit menarik Raina agar tidak terjadi keributan, Arkan, Dika dan Faris menenangkan Raina.


"Na udah Na... Biarin aja," ucap Arkan menenangkan Raina


"Nggak inget ini di sekolah, gue bantai itu anak!" kesal Raina


Amel beranjak pergi, namun mulutnya masih saja memprovokasi kemarahan Raina.


"Udah f*ck girl, berhati dingin pula. Mamanya mati aja nggak nangis sama sekali, kayaknya emang udah berharap mamanya cepet mati tu anak!" provokasi Amel


Semua anak-anak langsung mencibir Raina, apalagi saat tau kalau Raina tidak menangis sama sekali saat kepergian mamanya. Tapi Raina tak tinggal diam, kemarahannya tidak bisa ditahan lagi saat mendengar kata-kata Amel.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏