My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Bully



"So sorry... Gue nggak maksud bentak-bentak lo kok, udah jangan nangis," ucap Surya


"Kok lo bisa tau sih? Lo nyolong buku catetan BK ya?" tanya Raina


"......"


Gue kira dia nangis anj*r! - Batin Surya kesal


"Jangan bilangin Mama yaa... Please!" pinta Raina


"Kalo gitu, bersihin taman ini!" Surya


"Iya-iya!" jawab Raina pasrah


"Gue tinggal dulu," ujar Surya sambil berlalu pergi


Surya pun pergi meninggalkan Raina, Raina bingung harus dari mana mulai membersihkan taman itu.


"Huh... Jadi males! Pengen ke kantin tapi takut di aduin sama Surya!" gumam Raina kesal


Terpaksa, Raina membersihkan taman. Tiap 5 menit sekali, ia ia beristirahat untuk main hp.


"Eh anj*r, dari tadi gue nyapu kok nggak selesai-selesai sih!" kesal Raina


"Ya kapan selesainya Raina, lo aja dari tadi istirahat mulu," protes author


"Ah b*cot!" kesal Raina


Tiba-tiba muncul sebuah ide di otak Raina.


"Ke kantin ah, haus gue... Masalah Surya pikir belakangan," ide Raina


Raina pergi menuju kantin, tenggorokannya mulai kering. Namun pandangan Raina tertuju pada beberapa orang yang sedang menggerumbul di sudut sekolah.


"Eh pada ngapain tuh? Ghibah ya? Ini kan masih jam pelajaran," bingung Raina


Raina pergi menghampiri mereka, terdapat 3 gadis. Namun saat Raina mendekat, ia melihat kalau seorang siswa dengan penampilan mencolok hendak memukul siswi yang memakai kacamata. Raina pun sedikit berlari lalu menahan tangan gadis dengan penampilan mencolok itu.


"Dasar...!!!!" kesal Amel


"Rasain tuh!" kompor Luna


Seett....


"Aww... Aww..." keluh Amel


"Heh siapa lo?" tanya Luna


"Kalian ngapain? Temen kok mukul-mukul?" tanya Raina


"Aww... Lepasin! Lepasin nggak!" bentak Amel


Raina melepaskan tangan Amel dengan sedikit menghempaskan tangannya.


"Heh siapa lo berani banget ikut campur urusan orang?" tanya Amel tak suka


"Gue? Manusia kayak lo nggak perlu tau siapa gue. Lo ikut gue," ajak Raina sambil menarik tangan gadis yang memakai kacamata


Raina menghempaskan tangan Amel tak suka, Raina memang gadis yang bandel dan sulit di atur, namun tak pernah ada kata 'Pembullyan' di kamus hidupnya.


"Gak usah sentuh-sentuh!" tegas Raina


"Apa hak lo ikut campur urusan kita hah!" bentak Amel


"Lo juga nggak punya hak buat mukul dia ya! Ayo pergi!" tegas Raina


Baru saja Raina berbalik hendak pergi, Amel menjambak rambut Raina kebelakang.


"Aww... Eh bangke, lepasin!" keluh Raina


"Mel lepasin Mel!" pinta siswi berkacamata


"Lo siapa sampe sok banget mau lawan gue?" tanya Amel


Raina hendak melayangkan pukulan kerasnya ke wajah Amel, namun tangannya langsung di tahan.


"Amel! Raina! Apa yang kalian lakukan!" bentak Bu Arum, si guru BK sekolah


"Aww... Bu tolongin saya bu!" teriak Raina


Amel pun melepaskan jambakannya, Bu Arum pun langsung menyeret mereka berempat ke ruang BK untuk disidang.


***


Di Ruang BK


"Apa yang terjadi? Kenapa kalian berkelahi? Seperti masih TK saja! Kalian ini bisa merusak citra sekolah terbaik kita!" tegas Bu Arum


"Dia bu yang mulai duluan," tuduh Amel


"Bu... Bu... Kalau saya yang mulai duluan, kenapa saya yang jadi korban?" tanya Raina dengan nada sinis dan mengejek


"Bu dia bohong! Dia dulu yang..." ucap Amel terpotong


"Amel! Ibu kecewa sama kamu! Ayah kamu itu orang terpandang tapi kenapa sikap kami seperti ini? Saya tidak bisa mentolerir pembullyan! Amel kamu di skors 3 hari! Dan Raina, nama kamu akan masuk catatan lagi!" tegas Bu Arum


"Loh bu, kok cuman saya yang di skors sih! Dia dan lainnya gimana?" tanya Amel tak suka


"Raina memang bandel, tapi dia tidak pernah membully teman-temannya! Kamu pikir pembullyan itu keren? Kalian sekarang boleh keluar! Kecuali Raina! Saya ada yang mau dulu bicarakan dengan dia," tegas Bu Arum


"Duh..." gumam Raina


"Baik bu,"


Semua keluar tidak suka, gadis berkacamata tadi masih menunggu Raina di luar. Raina sudah pasrah dengan keadaan sekarang.


"Kenapa bu? Ada apa? Saya pasrah deh bu kalau ibu mau catet nama saya lagi ataupun panggilan orang tua," ujar Raina pasrah


Bu Arum menatap Raina dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Raina takut kalau ibunya dipanggil ke sekolah dan kena marah di rumah.


Duh gimana nih nasib gue! Mau nolong orang tapi malah kena masalah sendiri! - Batin Raina


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏