My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Terima Kasih



"Saya mau berterima kasih pada kamu," ujar Bu Arum


"Terima kasih?" kaget Raina


"Iya! Biasa aja kali Na, nggak usah segitunya kalo kaget," ujar Bu Arum


"Ya heran bu, dari pertama kali saya masuk sekolah ini... Baru pertama kali ini Bu Arum baik sama saya," jawab Raina polos


"Oh, jadi selama ini saya jahat? Galak dan nggak baik ke kamu?" tanya Bu Arum dengan senyum seringai dan tatapan membunuhnya


"Enggak... Enggak.... Bu Arum baik kok, tapi kenapa berterima kasih ke saya bu?" tanya Raina untuk mengalihkan perhatian


"Karena masalah ini saya bisa menghukum Amel. Amel itu murid 11 IPA 1, ayahnya seorang hakim yang sering mendonasikan uangnya ke sekolah ini. Jadi ibu sulit untuk menghukumnya karena pengaruh ayahnya, sering ibu lihat dia buat masalah. Tapi ibu tidak punya bukti, sekarang kan ibu punya bukti. Ada rekaman CCTV di tempat kalian bertengkar tadi, jadi jika ayahnya protes... Ibu bisa beri buktinya," jelas Bu Arum panjang lebar


"Wah... Saya berjasa dong bu? Traktir ke kantin dong bu... Semangkuk mie ayam aja, saya lapar nih..." pinta Raina


"Ya udah ayo, kita ke kantin. Kebetulan tadi saya juga belum sarapan," ajak Bu Arum


Raina lega karena Bu Arum bisa di ajak kompromi kali ini, padahal biasanya tidak ada penolakan untuk Bu Arum. Mereka keluar dan bertemu dengan gadis berkacamata tadi di luar ruangan.


"Loh kamu? Masih di sini? Nggak masuk kelas?" tanya Bu Arum


"Saya nunggu Raina bu,"


"Loh... Lo kenal gue?" kaget Raina


"Iyalah, kita kan sekelas..."


"Hah masa? Ya udah, ikut ke kantin yuk! Bu Arum yang bayar," ajak Raina


"Enak banget ya, ajak temen tapi saya yang bayar," protes Bu Arum


"Dia ini korban loh bu," bujuk Raina


"Ya sudah ayo," ajak Bu Arum


Mereka bertiga pun pergi ke kantin bersama dengan kebaikan hari Ibu Arum yang galak.


***


Di Kantin


"Bu... Mie ayam nya 3!" pesan Bu Arum


"Baik bu guru,"


Sembari menunggu pesanan, merek bertiga mengobrol layaknya teman namun tetap dengan rasa hormat.


"Kalian tadi kenapa sih kok bisa berantem kayak gitu? Kayak anak kecil saja," ujar Bu Arum


"Saya lagi jalan-jalan bu, malah lihat si Kampret tadi mau mukul dia. Ya saya pisah lah, eh malah saya yang jadi korban," jelas Raina


"Mukul dia? Kamu kenapa bisa sampai hampir di pukul Amel nak? Oh iya nama kamu siapa?" tanya Bu Arum


"Oh Naya, kamu kenapa bisa punya masalah sama Amel?" tanya Bu Arum


"Dia sering ganggu saya bu, saya juga nggak tau kenapa? Saya tidak cantik dan tidak pintar, tapi selalu di ganggu oleh dia," jawab Naya


"Tu orang gangguan ya, suka banget bully temen-temennya!" kesal Raina


"Ini bu mie nya..."


Ibu Kantin menyajikan 3 mangkuk mie ayam yang baru matang ke meja makan mereka.


"Makasih bu.."


"Iya bu guru,"


Mereka pun makan bersama di kantin, padahal bel istirahat belum berbunyi.


"Ibu deket banget ya sama Raina? Kok kayaknya akrab banget?" tanya Naya


"Ya pastilah, Raina ini kan langganan BK!" ucap Bu Arum dengan nada halus namun menyindir


"Oh gitu ya," jawab Naya


"Kamu tadi ngapain keluar Na? Oh iya ini kan belum jam istirahat, kok kamu di luar?" tanya Bu Arum


Raina langsung menghentikan acara makan mie ayamnya, ia diam terpaku takut menjawab.


"Kamu kenapa di luar Na?" tanya Bu Arum


"Hehe.... Di hukum bu sama Surya," jawab Raina cengengesan


"Kenapa di hukum sama Surya sih sayang?" tanya Bu Arum dengan nada halus namun menyeramkan


"Itu bu... Anu... Ehm... Anggep aja telat bu,


jawab Raina berbohong


"Kamu telat udah puluhan kali ya! Masih berani telat lagi? Kamu tau nggak? Buku catatan saya itu penuh nama kamu sama temen-temen kamu itu!" kesal Bu Arum


"Hehe... Maaf bu, nanti saya belikan buku baru," jawab Raina cengengesan


"Untung kamu ada yang melindungi, kalau tidak... Entah sudah berapa kali ibu mengeluarkan kamu dari sekolah," gumam Bu Arum yang didengar Raina


"Di lindungi? Siapa yang melindungi saya bu?" tanya Raina


"Eh itu... Di makan mie ayamnya..." ucap Bu Arum untuk mengalihkan perhatian


Di lindungi? Siapa yang melindungi aku? Masa papa? Ah papa udah tenang di sana, apa mama? Kalau mama tau aku bandel di sekolah, pasti sudah di jual motorku. Apa Bang Ken? Halah, mimpi apa dia ngelindungin aku dari BK? Masa si Surya? - Batin Raina bingung


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏