My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Jadian



Surya memotong pembicaraan "Semua diputusin kalo Raina udah sembuh! Sembuh aja belum, kok udah mau ikut ini-itu!"


"Kalo pawangnya ngelarang, kita nggak bisa apa-apa ya...." celetuk Dika


"Kagak ikut-ikutan akutuh..." sela Faris


"Serah aja gue mah..." ujar Arkan


Semua tertawa mendengar gurauan dari Arkan, Dika dan Faris. Mereka satu geng memang terkenal sebagai kru yang cool dan berkarisma meski bad boy dan bad girl, padahal aslinya mah... Bobrok semua anak-anaknya.


***


Malam Hari


Surya masih sedikit kesal pada Raina karena tadi sore sering bergurau dan berinteraksi dengan Maxime. Sedangkan Raina tidak paham dengan perasaan Surya.


Ini anak cuek banget sih! EQ-nya berapa? Jadi cewek kok nggak ada peka-pekanya - Batin Surya kesal


"Ay... Gue besok pengen sekolah," ujar Raina


"Hm..."


"Berangkat pake mobil aja ya, soalnya gue masih pusing."


"Hm..."


"Seragam gue udah di siapin?"


"Hm..."


"Ay..."


"Hm..."


"Aya!"


"Hm..."


"Surya Pradipta!"


"Apa sih Na?" tanya Surya yang semakin jengkel


"Lo kenapa sih? Dari tadi ham hem ham hem... Mau konser bareng Nisa Sabyan?" tanya Raina yang bingung dengan sikap Surya


"Nggak."


"Jangan jadi bocah! Kalo ada apa-apa ngomong. Jangan buat Yang Di Atas nyesel kasih lo mulut karena nggak di pake," cibir Raina


Surya tiba-tiba bicara dengan nada sedikit ragu, "Seneng banget tadi keknya waktu liat Max..."


"Ya seneng lah... Kan banyak temennya," jawab Raina


"Tapi kayaknya seneng karena Max tuh..."


"Lo kenapa sih? Cemburu ya?!"


Surya mengelak, "Hah? Gue cemburu? Gak salah denger? Ya kali gue cemburu, buat apa?"


"Ya mana gue tau... Yang tau cuma lo sendiri dan Tuhan..."


Surya mendiamkan Raina, karena Raina tidak terlalu peka, Raina malah ikut diam sambil sibuk mendengarkan musik lewat earphone.


Sumpah ya... Ni anak nggak ada inisiatif tanya gitu? Nggak produktif banget sih hidupnya! - Batin Surya kesal


"Kapan lo mau jawab pertanyaan gue?" tanya Surya pada Raina tanpa basa-basi


"Hah? Tanya apa? Kapan? Emang lo pernah tanya ke gue?" tanya Raina yang sibuk menikmati musik


Ampun dah... Malah lupa? Ga ada akhlak ni anak! - Batin Surya


"Mau nggak jadi pacar gue? Mau sampe kapan gue harus nunggu?" tanya Surya to the point


Raina melepaskan Wireless Earphone-nya. Ia ingat kalau sebelumnya Surya menembaknya. Raina kebingungan sendiri, berhari-hari ia terjebak dalam kesedihan tanpa memikirkan hal ini.


Lah gimana nih? Jawab apa coba? Mana gue pikirin sebelumnya? - Batin Raina kebingungan


"Kenapa? Jangan suruh gue nunggu lagi Na... Gue bener-bener pengen jaga lo mulai dari sekarang sampai seterusnya," tegas Surya


"Guee...."


Perkataan Raina menggantung, ia bingung harus menjawab apa. Otaknya sedang berpikir keras.


Apa nih jawabnya? Apa kalo gue terima, gue bakal ada yang jagain? Tapi kalo cuma jagain, satpam juga bisa... - Batin Raina


"Jadi?" tanya Surya penuh harap


"Jadi..." sambung Raina


"Jadi..."


"Jadi...."


"Jadi-jadi mulu dari tadi, jadi nggak nih? Jadinya apa?" tanya Surya yang sedikit jengkel


"Hah? Apa? Kerasin dikit, gue nggak denger!" ucap Surya pura-pura


"Gue terima!" jawab Raina sedikit keras


"Beneran nih?" tanya Surya memastikan jawaban Raina


"Bener!"


Perasaan Surya seolah terbang ke angkasa, ia benar-benar senang. Saking senangnya, perasaannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


"Jadi... Mulai sekarang kita udah pacaran kan?" tanya Surya memastikan


"Iya..."


"Yes!" gumam Surya senang


Raina gemas sendiri melihat tingkah Surya yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya. Surya langsung duduk di samping Raina, memandang lekat wajah Raina sampai Raina salting sendiri.


"Kenapa sih lihatin mulu?" tanya Raina


Surya menjawab sambil menatap wajah Raina, " Kamu cantik."


Blushy...


Raina juga ikutan salah tingkah saat ini, saking salah tingkahnya, ia sampai kesulitan bergerak.


Cup...


Surya mencium singkat pipi Raina, Raina masih diam mematung tidak percaya dengan barusan.


"Aku mau ke bawah dulu, bantuin Bang Kenan beres-beres ya..." ucap Surya tanpa beban


"Oh? Iya..."


Tangan Raina menempel di pipi kanannya, ia diam mematung tak percaya. Jantungnya berdebar, hatinya berdesir, otaknya seolah berhenti berpikir, badannya kaku.


"A apa itu barusan? Di cium? Kenapa mendadak sekali? Bahkan tanpa persiapan," gumam Raina tanpa sadar


Raina serasa ingin jungkir balik sekarang, sementara Surya di bawah membantu Kenan dengan senang hati sambil senyam-senyum sendiri seperti orang gila.


"Apa karena kehilangan mama mertuanya, Surya jadi gangguan jiwa ya?" gumam Kenan saat melihat keadaan Surya


***


Pagi Hari


Meski kepala Raina sedikit pusing, ia berusaha ingin masuk sekolah. Terlalu lama di rumah justru membuatnya semakin tenggelam dalam kenangan mamanya.


"Baju pake, almamater di tangan, ada buku tulis 4, buku paket nanti barengan aja sama Max, hp ada, earphone ada, ok dah siap! Ok berangkat..." ucap Raina saat melihat penampilannya di cermin


Raina bertemu Surya yang masih sarapan di bawah. Surya terkejut melihat Raina memakai seragam sekolah.


"Mau kemana? Kok pake seragam sekolah?" tanya Surya


"Sekolah lah... Emang kemana? Masa jualan bubur," jawab Raina


Surya memperhatikan tingkah Raina, "Kan kamu masih sakit... Di rumah aja istirahat, nanti kalo kamu kenapa-napa di sekolah gimana?"


"Ya jangan berdoa yang jelek-jelek."


"Namanya orang kan juga bersiaga untuk yang terburuk."


"Enak di sekolah banyak temennya, di rumah aja gabut gue tuh..."


"Nggak bisa! Masuk lagi, kamu masih sakit. Dan kemarin juga nggak ngomong kalo mau sekolah!" bantah Surya


Raina mengerutkan keningnya, "Eh... Gue udah bilang ya! Semalem lo bilang iya-iya aja tuh."


Surya mengingat-ingat kembali kejadian semalam, "Hah? Masa? Kapan?"


"Pikun ya lo? Waktu lo konser bareng Nisa Sabyan. Yang hmm... Hmm.. Hmm..."


"Nggak deh... Lo lupa kali, orang lo nggak bilang kok," bantah Surya


"Eh... Semalem gue bilang ya! Lo nya aja yang lupa-an," cibir Raina


"Enak aja! Lo semalem itu nggak ngomong apa-apa!"


"Ngomong!"


"Enggak!"


"Ngomong!"


"Enggak!!!"


"Ngomong!!!"


"Hoam.... Ini apaan sih? Pagi-pagi udah 'enggak ngomong' aja," ucap Kenan yang baru keluar dari kamarnya


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏