My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Nyerah



"Kalo gue inget-inget... Lo kan sebangku sama Arkan, kelompokan juga sering sama Arkan, dan sering keluar bareng buat nyari bahan tugas juga sama Arkan...." tebak Raina


"Dan lo paling suka duduk di samping ataupun didepan Arkan... Jangan-jangan...” ucap Diva yang menggantung


Naya terlihat sedikit panik, "Nggak kok! Aku nggak suka dia! Kita cuma temen!" Naya membantah


"Udah deh Nay... Lo nggak ada bakat bohong, mending jujur aja! Siapa tau kita bisa bantu!" ujar Raina


Diva menyeruput segelas es jeruk sambil menyela pembicaraan, "Iya Nay... Kita kan sahabat lo! Kan lebih gampang kalo kita bantuin lo buat deketin Arkan..."


Naya terdiam, ia sedang bingung. Naya terlalu polos dan tidak memiliki bakat berbohong. Wajahnya terlalu mudah untuk terbaca.


"Suka Arkan?"


"Iya kan?"


"Ngaku aja udah!"


Naya sedikit mengangguk ringan, Raina dan Diva seolah-olah mendapatkan berkah besar. Mereka langsung girang seketika.


"Nah kan!"


"Apa gue bilang!"


"Tebakan Raina emang nggak pernah salah! Berbakat juga gue ternyata jadi peramal, apa nggak usah sekolah tapi jadi peramal aja ya biar banyak duitnya. Sekalian ramal masa depan sendiri," Raina mengkhayal tingkat dewa


"Punya tarot? Hafal susunan tata surya? Paham Astronomi? Gugusan bintang? Rotasi-rotasi planet?" tanya Diva


"Kaga..."


"Ulangan sejarah yang bahas masa lalu aja lo remidi, sok-sokan mau ramal masa depan! Tanya siapa lo? Mau buat mesin waktu, trus tanya ke orang-orang di 2200?" tanya Diva pedas


"Tu mulut jangan Savage amat napa..."


Mereka bertiga tertawa bersama sambil menunggu teman-teman yang lain. Naya meminum es jeruknya sambil memikirkan Arkan.


"Oy... Abang Arkan dateng, ada yang kangen nggak?" tanya Arkan yang tiba-tiba muncul bagaikan hantu


Uhuk... Uhuk....


Naya hingga tersedak karena kedatangan Arkan yang tiba-tiba.


"Eh Nay, lo kenapa? Maaf-maaf, nggak sengaja gue!" ucap Arkan sambil menepuk-nepuk punggung Naya


"Ni anak titisan neraka ya? Tiap kali abis sholat Dhuha, kelakuannya langsung kek setan!" kesal Diva


"Nggak ada akhlak emang ni anak!" Raina membumbui


"Ya sorry... Mana gue tau kalo dia lagi minum!" ujar Arkan


"Hello my man... Faris is here, are you miss me baby?" tanya Faris dengan gaya coolnya pada Diva


"Remidi bahasa Inggris sana dulu baru ngomong logat Inggris!" cibir Diva


Dika langsung datang dan menyahut es jeruk Diva di atas meja, "Lupain aja si Faris, dia mah rich boy tapi kaga ada akhlak!"


"Yang ajak gue maksiat itu juga lo, abang Dika...." bantah Faris


Arkan tiba-tiba menyela "Udah deh... Lo pada itu emang nggak ada akhlak, cuma gue yang good boy!"


"Lo bosnya maksiat anj*m!" ucap Dika dan Faris bersamaan


Mereka bertiga ikut duduk dan memesan makanan, Raina pun memulai pembicaraan.


"Dari mana lo pada, bukannya waktu sholat Dhuha udah selesai dari tadi?" tanya Raina


"Seharusnya kita kan balik ke kelas, ngapain ke kantin?" tanya Naya


"Gurunya ada tugas di luar, jadi jamkos deh kelas kita! Ada anak yang lagi main bola di kelas, ada juga yang konser dan mendadak jadi tempat Fansign-nya Max, makanya enak nongkrong di kantin!" jawab Raina


"Iya juga sih..."


"Kalian dari mana?"


"Biasa... Baperin si bucin," jawab Arkan percaya diri


"Kebalik bro! Yang bener itu, si bucin lagi dibaperin!" ralat Dika


"Kaga paham gue!"


Faris menyela, "Biasa... Ara kan lagi siap-siap buat yang lomba-lomba olahraga lo itu, nah Arkan ke sana... Eh malah di kacangin, ya gue sebagai temen yang baik cuma nertawain doang. Iya kan Dik..."


"Iyalah, karena kita setia kawan, kita cuma numpang ngakak aja!" jawab Dika


"Temen gue horor-horor semua bray..." cibir Raina


Raina kembali meminum minumannya, namun tiba-tiba ponselnya yang ada di atas meja berbunyi. Pasti membuat para titisan setan kepo alias Arkan dan teman-temannya kepo.


"Na telfon tuh..."


"Siapa?"


"Oppa tersayang, mas bucin, cintaku!"


"Bwahahahaha.... Raina punya bucin anj*r!"


Byuurr....


Raina langsung menyemburkan minuman di mulutnya saking kagetnya. Ia langsung mengelap mulutnya dan memastikan nama di ponselnya.


"Iew... Raina, jorok!" kesal Diva


"Anj*r! Ni anak dulu maknya ngidam minum air mancur ya? Minum langsung sembur-sembur aja!"


Raina terkejut melihat nama 'Oppa tersayang, mas bucin, cintaku' di ponselnya. Dan Name Contact itu sedang menelfonnya. Arkan dan lainnya langsung menunjukkan senyum yang tak bisa ditebak artinya.


"Ntar ya... Ada panggilan negara masuk!" ucap Raina


"Hati-hati, kalo panggilan Tuhan bahaya! Belom tobat loh!"


"Panggilan sayang tuh..."


Raina sedikit menjauh dari teman-temannya dan menjawab telepon spesial yang entah dari siapa itu.


"Hello... Who is this?"


"Halah... Gaya-gayaan pake bahasa Inggris! Ulangan remidi 3x tuh benerin dulu!"


"Aya? Kok lo... Nama kontak lo... Kok bisa..."


"Gue lah yang ganti! Gimana? Bagus kan? Jadi lebih bagus daripada sebelumnya, jangan di ganti! Bagusan yang sekarang!"


"Eh tau nggak, gara-gara nama kontak lo, anak-anak langsung pada heboh tau nggak!"


"Anak-anak? Sejak kapan kita punya anak? Oh... Kamu pengen punya anak? Ok gaskeun! Aku dukung!"


"Allahuakbar... Bukan itu, udahlah males jelasin! Mau apa?"


"Ntar sore gue ada latihan basket, temenin ya!"


"Kenapa harus di temenin? Main basket ya sama tim lo, bukan gue!"


"Etdah ni anak! Ya sebagai pacar yang baik temenin kek, lo mau gue diambil cewek lain karena mereka lihat betapa mempesonanya gue waktu keringetan?"


"Kenapa cowok keringetan jadi mempesona? Yang bener itu, cowok keringetan ya bau!"


"Woy gue pake deodorant! Ah udah, pokoknya lo harus liat! Nggak dateng, gue culik lo!"


"Iya sayang... Udah ya, dahh..."


"Halo... Halo... Raina! Sayang! Baby!"


Surya belum menyelesaikan kalimatnya, Raina lebih dulu menutup telfonnya dan kembali ke kantin dengan yang lain.


***


Istirahat Ke-2


Raina, Diva dan Naya pergi ke taman untuk berbicara pribadi. Para kaum adam mendapat larangan keras untuk mendekat, atau pukulan Diva balasannya.


"Kenapa Nay? Ada masalah apa?"


"Iya, kok sampe ngajak ke sini?"


Naya menghela nafasnya panjang, "Kayaknya aku bakal nyerah deh buat Arkan..."


"HAH? KENAPA?"


"Saingannya glowing-glowiny, aku yang muka kentang mundur pelan-pelan aja!" jawab Naya dengan wajah cemberut.


"Oh si Ara?"


"Tenang aja, Ara itu mukanya biasa aja! Masih cantik lo kok, coba kalo lo glow up pasti seisi sekolah langsung ramai! Gue lihat, proporsi wajah lo lebih sempurna daripada proporsi muka Ara!" jelas Diva untuk menghibur Naya


"Nah..."


"Tenang aja... Di sini kan ada ratu make up!"


"Nah..."


"Serahkan semua pada si Beauty Queen ini!"


"Nah..."


"Pake skincare sama make up dikit, udah kek model tu muka!"


"Nah..."


"Lo ngapain dari tadi cuma nah, nah, nah... Nggak ada opini lain?" tanya Diva


"Masalah ginian gua nggak paham, aku menepi!" jawab Raina


Naya tertawa terhibur oleh kelucuan dua makhluk yang menjadi temannya ini. Mereka janjian dan nanti malam akan pergi bersama untuk belanja make up bersama.


***


Pulang Sekolah


Raina dengan malas berjalan menuju lapangan untuk melihat si 'Suami' yang sedang bermain basket.


"Untuk ni suami baik! Masih ada hati gue buat liat dia!" gumam Raina


Mata Raina terkunci oleh pemandangan indah didepannya. Surya yang berlari kesana-kemari untuk mengoper bola dengan keringat yang menetes membuatnya begitu mempesona dan macho.


"Astagfirullah... Ini bukan zina kan? Boleh di lanjut kan?" gumam Raina penuh kagum


Surya yang melirik sekilas dan melihat Raina di pinggir lapangan, ia langsung tersenyum simpul dan semangat untuk berlatih basket.



JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Kuy yang minta visualnya Naya yang kelewat polos:



Yang minta visual Arkan mana suaranya....:



Ganteng sih bang, sayang bobroknya sampe no nangis 😂😭