
Diva yang melihat Raina kesulitan pun berinisiatif untuk membantu Raina.
"Kalo mau cium lutut itu gini..."
"Aaahhhhh.... Aduhh sakit woy, sakit sakit sakit anj*r! Sumpah sakit aaaa lepasin!" teriak Raina kesakitan
Diva mendorong punggung Raina dengan kuat agar Raina bisa mencium lututnya, namun Raina justru berteriak kesakitan karena terlalu dipaksa.
"Dih apaan sih, cuma gini doang padahal..." cibir Diva
"Sakit anjr*t!"
Diva melepas tangannya dari punggung Raina, Raina langsung menekuk kedua kakinya menahan sakit.
"Lo gila ya? Mau bunuh gue?" tanya Raina kesal
"Mana ada orang mati gara-gara cium lutut? Lagian, anggota Cheerleader itu harus lentur. Kalo kaku mana bisa?" tanya Diva
Raina menatap tajam Diva, "Ya tapi pelan-pelan, jangan langsung gitu. Sakit ege!"
"Ya udah maaf.... Setelah ini kita harus fokus latihan kelenturan! Harus bisa dan harus semangat!"
"Iya iya..."
Hari pertama ini, Raina sibuk latihan kelenturan bersama Diva. Tangan, kaki dan badannya sakit semua seolah sudah remuk.
***
Selesai Latihan
Raina berjalan pelan-pelan menuju ruang ganti untuk mengambil tas dan baju gantinya. Diva menyusulnya dari belakang.
Diva menghampiri Raina sambil merangkul pundak Raina, "Eh ayo buruan...."
"Ahhh... Aduh sakit!" teriak Raina
Diva melepaskan rangkulannya dan melihat keadaan Raina. Diva merasa kalau Raina baik-baik saja.
"Lo kenapa sih?" tanya Diva
"Masih nanya lagi? Ini gara-gara latihan tadi tau nggak? Badan gue remuk semua rasanya!"
"Itu karena lo nggak pernah olahraga sebelumnya, otot lo lagi penyesuaian. Setelah 3 hari sembuh tuh..."
"3 hari?"
Raina membayangkan dirinya selama 3 hari kesulitan bergerak seperti ini. Ia berjalan tertatih-tatih seperti bayi belajar berjalan.
"Ya Allah... Kuatkan salah satu hambamu ini..."
Raina mengambil tasnya dan menelfon Surya agar segera menjemputnya.
"Halo..."
"Eh jemput gue dong!"
"Katanya mau pulang pake goj*k?"
"Aelah bac*t mulu! Buruan sini jemput!"
"Ya udah tunggu bentar!"
Setelah 5 menit menunggu, Surya menelfon Raina untuk memberi kabar bahwa ia sudah di depan gerbang sekolah.
"Div.. Gue balik dulu ya!"
"Iya hati-hati ya Na! Semangat buat latihan selanjutnya!"
"Hmm..."
Raina berjalan dengan susah payah dengan badan yang terasa nyeri karena penyesuaian otot.
"Mama... Tolongin Nana jalan!" gumam Raina
Raina menuju mobil seperti nenek-nenek berjalan. Badannya membungkuk, tangannya memegangi punggung. Surya ingin tertawa melihatnya.
"Hahahaha... Lo kenapa? Encok lo?" tawa Cool Surya
"Masih tanya... Mending bantuin gue masuk mobil!" jawab Raina kesal
"Lah, di bantu gimana? Naik ya tinggal naik, ntar kalo gue naikin salah..." gurau Surya
Raina berdecak, "Ck, gak lucu ah!"
"Gak usah pake 'Ah' gitu dong..." ledek Surya
"Eh sumpah ya! Lo salah makan ya hari ini? Kerjaannya ngelawak mulu! Dah yuk balik!" kesal Raina
"Dih ngambek dia..."
***
Di Rumah Keluarga Pradipta
"Selama masih ada skincare, masih ada filter, insyaallah aman!"
"Apanya yang aman?"
"Kandang kambing!"
"Kenapa kambing pake skincare?"
"Biar pantatnya glowing!"
Raina kesal dan mengabaikan Surya begitu saja, sedangkan Surya masih bingung dengan kata-kata Raina. Kenapa kambing harus pakai skincare? Kambing millenial kah?
Sampai di dalam rumah, Raina menghentikan langkahnya didepan tangga yang begitu banyak dan terlihat menantang. Raina melihatnya dari atas sampai bawah.
Surya menghampiri Raina yang masih bengong, "Ngapain oy?"
"Astagfirullah! Bikin kaget aja!"
"Gue tanya, lo ngapain diem di sini? Nggak naik?" tanya Surya sambil menaiki satu persatu tangga di rumahnya
"Ini tangga segini banyak, kenapa nggak pasang eskalator aja sih!" gumam Raina
Raina mencoba menaikan kakinya, tapi ia malah hampir jatuh karena sedikit lemas. Mungkin karena tenaganya terforsir untuk olahraga dan ia diet dengan konsumsi makanan yang rendah kalori.
Surya menengok ke belakang, ia melihat Raina yang kesusahan naik. Surya pun turun untuk menghampiri Raina.
"Nggak naik?" tanya Surya
"Naik! Tapi... Whoaaa..."
Tiba-tiba Surya langsung menggendong Raina ala bridal style dan menaiki satu persatu tangga di rumahnya.
"Eh apaansi, turunin aja udah. Gue berat!" pinta Raina
"Gendong lo itu enteng kalo di bandingin sama latihan basket gue! Udah diem, jangan banyak protes!" tegas Surya
Raina langsung mengunci mulutnya karena takut jika Surya marah lalu menjatuhkannya begitu saja.
Diem aja diem! Tangga segini tinggi, kalo jatuh insyaallah gegar otak nih! Astagfirullah... Malah mikir yang jelek-jelek kan? Padahal yang bening di depan mata, loh apa-apaan sih! - Batin Raina yang semakin merambat kemana-mana
Surya menurunkan Raina di atas kasur dengan lembut, bahkan Surya juga melepaskan sepatu Raina.
"Eh Ay udah gue lepas sendiri aja! Apa-apaan sih, jangan!" cegah Raina
Surya tak menggubris perkataan Raina, "Udah diem dan duduk yang baik. Be a good girl, baby..."
Surya keluar dari kamarnya, Raina serasa mau melayang. Setomboy-tomboynya Raina, namanya cewek kalo diperhatiin cowok ya pasti deg-deg ser.
"Itu anak gemesin banget sih! Jadi pengen gue tonjok! Eh nggak boleh, pengen gue.... Apa ya? Ah tau lah..."
Surya kembali ke kamar dengan sebuah Ice Bag di tangannya, ia duduk di samping Raina dan mengompres beberapa bagian kaki Raina dengan Ice Bag ditangannya.
Reflek terkejut, Raina menarik kakinya bersamaan, "Ih... Paan nih? Dingin banget!"
"Ini es... Biar kaki kamu nggak semakin nyeri! Kamu ngapain sih? Habis olahraga?" tanya Surya
"Kok tau?" tanya Raina terkejut, "Aduh... Keceplosan!" Raina bergumam.
"Hei baby girl... Pacarmu ini, oh tidak... Suamimu ini seorang atlet basket, untuk cedera dalam olahraga masa nggak tau? Kamu ngapain olahraga sore-sore? Sama siapa?"
Ni anak... Kalo gue bohong, dia pasti tanya mulu kaya monyet-nya Dora, dia kan curigaan! Cari alesan Raina! Cari alesan! - Batin Raina kebingungan
"Itu... Anu... Olahraga sama Diva!" jawab Raina
"Buat apa olahraga? Sore-sore? Pulang sekolah? Nggak pas hari libur aja?"
"Ya kan... Biar lebih sehat aja gitu, iya biar sehat..." jawab Raina asal
Surya memandang Raina tidak yakin, "Kalo logat kamu kayak gini, udah bisa ketebak... Kamu bohong kan? Jujur, ngapain olahraga sore-sore?!"
Ya kan... Kalo udah gini kelar hidup gue! Dia nginterogasi orang itu bisa ngalah-ngalahin polisi! Belum nyerah kalo belum jujur! - Batin Raina
"Ya biar kurusan..." jawab Raina
"Kamu diet kan?"
"Hah?"
"Diam-diam berangkat pagi, sarapan nggak nasi ataupun roti, kemarin juga beli makanan low fat banyak banget, kamu juga jadi jarang makan nasi, dan sekarang kamu olahraga! Hayo ngaku!" tegas Surya
"Iya deh iya... Gue diet!" jawab Raina malas
"Buat apa diet?"
"Ya biar enak di pandang... Lo nggak malu waktu jalan gue..." jawab Raina sambil menghindari kontak mata dengan Surya.
Ya Allah... Ngomongnya lo gue aja, jangan aku kamu... Ndak kuat akunya! - Batin Raina
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏