
Mata Raina terkunci oleh pemandangan indah didepannya. Surya yang berlari kesana-kemari untuk mengoper bola dengan keringat yang menetes membuatnya begitu mempesona dan macho.
"Astagfirullah... Ini bukan zina kan? Boleh di lanjut kan?" gumam Raina penuh kagum
Surya yang melirik sekilas dan melihat Raina di pinggir lapangan, ia langsung tersenyum simpul dan semangat untuk berlatih basket.
Raina duduk di tribun sambil melihat Surya berlatih, Raina melihat banyak para gadis-gadis cantik yang berteriak menyemangati Surya. Awalnya Raina diam saja, tapi lama-lama ia semakin jengkel.
"Cih... Ni anak pada nggak ada kerjaan apa!" gumam Raina kesal
Raina masih mendiamkan, tapi lama-lama semakin parah dan tidak berhenti. Karena semakin emosi, Raina langsung berlari dan mendekati lapangan.
"Ayo semangat sayang! Cepat masukan bola ke ring sayang! Semangat baby! Ayo Aya, semangat sayang! Terus ayo terus! Kamu bisa kamu bisa!" teriak Raina dari pinggir lapangan.
Gadis lain ada yang kesal, iri dan insecure karena Raina berteriak 'Sayang'. Surya semakin semangat untuk latihan karena mendapat support dari Raina.
***
Selesai Latihan
Surya berjalan menuju tribun dengan keringat yang bercucuran, para siswi-siswi mendekati Surya dan berebut untuk memberikan Surya minum. Surya pasti menolak karena sang pawang sudah pasang tatapan membunuh dari pinggir lapangan.
"Maaf ya gue nggak bisa terima minum ini, nanti pacar gue marah..." tolak Surya
Seketika hancur hati para siswi-siswi yang mengidolakan Surya. Surya duduk di samping Raina yang masih menatap para fans Surya dengan tatapan sinis.
"Udah kali liatinnya... Mereka nggak bisa dibandingin sama kamu kali," ujar Surya
Raina masih diam, ia menatap para gadis-gadis itu dengan tajam.
"Udah lah... Siniin minumnya, ambilin!" pinta Surya
Raina mengambil sebotol minuman dan membukanya dengan paksa, kekuatan cemburunya membuat tangan Raina lebih kuat, Surya pun geleng-geleng dengan belahan jiwanya ini.
Cup...
Surya mencium telapak tangannya lalu menempelkannya di pipi Raina, Raina terkejut dan langsung menengok. Sedangkan siswi lain langsung pergi dan merasa kehilangan harapan.
"Pengennya cium langsung sih, tapi masih di sekolah... Jadi ntar aja di rumah," ujar Surya sambil tersenyum manis.
Raina hanya diam dan memegangi pipinya yang baru saja dicium Surya secara tidak langsung.
"Mau nunggu disini, apa ikut aku ganti baju?" tanya Surya
"Ikut aja lah... Boring di sini dari tadi!"
"Boring apa cemburu?"
"Cemburu? Idih... Ya boring lah, mana mungkin gue cemburu!"
"Tadi supporternya semangat banget ya!"
"Iyalah... Biar cepet kelar!"
"Udah-udah! Yuk..."
Raina mengikuti Surya sampai ke depan ruang ganti, banyak teman-teman Surya yang juga menyusul.
"Mau digantiin nih bajunya?" ledek teman Surya
"Dihalalin dulu dong Ya..."
"Eh... Mau ganti baju bareng?"
"Enak aja! Gue nunggu di luar ya!" kesal Raina
"Hahahaha... Iya deh iya."
Semua teman-teman se-tim Surya sudah masuk, tinggal Surya dan Raina saja yang diluar.
"Nggak mau masuk?" tanya Surya
"Idih, cewek apaan gue? Di dalem cowok semua noh..."
"Tadi katanya mau ikut ganti baju?"
"Ya maksudnya ikut sampe sini, bukan sampe dalam!"
"Oh... Masuk juga boleh, tapi di ruang ganti aku ya, jangan yang lain!"
"Mesum!"
Surya berbisik pada Raina, "Kan udah halal..."
"Gila! Udah sana ganti baju, pengen buruan pulang!"
"Hahahaha... Iya-iya bentar ya!"
Raina menunggu sejenak, tiba-tiba ada seorang siswi dengan gaya tukang bully mendatangi Raina.
"Heh Na, lo nggak usah sok cantik ya! Gue minta lo jauhin Surya!"
"Dih... Sape lu? Cantik lu? Emang apa urusannya sama situ? Situ maknya Surya?" tanya Raina menyepelekan.
"Gak usah sok-sokan ya lo! Mentang-mentang jadi pacar Surya aja belagu!"
"Ya terserah gue, my life my choice!" jawab Raina enteng
"Inget ya, janur kuning belum melengkung, Surya masih milik gue!"
"Lo...!!! Awas ya lo!"
"Iya... Hati-hati di jalan, awas ketemu malaikat Izrail!" ujar Raina
Tak lama Surya keluar, ia sedikit mendengar ada keributan dari luar. Ia pun bertanya pada Raina.
"Ada apa Na? Ada yang berantem?" tanya Surya
"Bukan berantem, tapi kasih tau... Katanya, sebelum janur kuning melengkung, lo masih punya dia!"
"Halu-nya ketinggian! Mau melengkung apa belum, gue udah punya lo dari 11 tahun yang lalu! Bilangin aja, kalo pengen halu... Harusnya datang lebih awal, setidaknya 12 tahun yang lalu!"
"Tu anak kayaknya buta waktu deh, dah lah yuk balik!"
"Kuy..."
***
Di Rumah Keluarga Pradipta
Malam Hari
Raina sudah siap dengan celana pensil, baju oversize yang masuk dan sling bag dipundaknya. Surya pun bertanya.
"Mau kemana Na?" tanya Surya
"Oh mau keluar sama Diva Naya..."
"Jam segini?" tanya Surya sambil melihat jam
"Apa? Ini kan masih jam 7."
"Sama siapa aja?"
"Diva sama Naya doang!"
"Jangan keluar malem-malem!"
"Ya nggak enak lah batalin gitu aja, udah janjian tadi itu soalnya."
"Ya udah jangan berangkat sendiri, ayo aku antar!"
"Nggak sibuk?"
"Nggak!"
Surya langsung mengambil jaketnya dan kunci mobil, mereka langsung bergegas menuju mall tempat janjian.
***
Di Mall
"Mana Diva sama Naya?" tanya Surya
Raina celingukan mencari keberadaan Diva dan Naya, "Nah itu mereka! Yuk!"
Surya dan Raina langsung menghampiri Diva dan Naya, tapi mereka heran, kenapa ada Dika dan Faris di sana.
"Dika? Faris? Lo berdua ngapain ikut? Nggak mungkin mau beli make up juga kan? Karena setahu gue, make up kalian udah banyak di rumah..." ujar Raina
"Enak aja! Gue mau dikenalin sama anak temen mama, makanya gue ngabur!" jawab Dika
"Trus yang satu ini ngapain?"
Diva langsung menarik tangan Faris dan menggandengnya erat, Faris hanya berekspresi datar sambil minum boba, "Awalnya gue nggak boleh keluar sama nyokap, gue suruh lah Faris jemput. Langsung otw kita!"
"Kok lo mau jemput Diva sih Ris? Lo ada apa-apa ya sama Diva?" tanya Surya penuh selidik.
Yang lain pun ikut menguping dengan jawaban Faris.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
Visual Diva, yang always Instagramable dan terlihat fashionista:
Visual Faris, si rich boy:
Tapi hobi makan seblak, walau nggak gemuk-gemuk! Cacingan kali ya...
Visual Dika, yang selalu jadi kompor neraka + temen gada akhlaq:
Nama: Dika
Hobi: Tidur, nertawain temen susah, makan gratis, baperin cewek
Cita-cita: Punya banyak duit banyak pacar