
"Ih... Suami nggak berperasaan, kasih saku kek atau gimana! Kalo ada tukang bakso lewat gimana? Apalagi kalo ada pangsitnya, mana tahan godaannya guenya!" kesal Raina
Raina masuk ke dalam rumah untuk membersihkan badannya. Bermain PS sampai jam 2 siang. Setelah itu ia tertidur, tak terasa jam menunjukkan pukul 3 sore, Surya pun sudah pulang dari sekolah.
"Ini anak tidur apa mati? Masa dari tadi sampe sekarang belum bangun?" bingung Surya
Surya berganti pakaian dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket. Baru keluar dari kamar mandi, ponselnya berbunyi.
"Halo Yah...."
"....."
"Memangnya ada apa?"
"....."
"Kenapa?"
"....."
"Ok-ok! Aku ke sana sekarang!"
"......"
"Ok!"
Surya segera memakai baju dan pergi ke rumah Raina tanpa mengajak Raina. Surya mendapat telefon dari Ayahnya kalau mama Raina sedang sakit.
***
Di Rumah Raina
Surya langsung masuk dan mencari mertuanya ke seluruh penjuru rumah, ia menemukannya di kamarnya.
"Mama... Mama sakit apa?" tanya Surya sedikit panik
"Surya.... Kamu di sini?" kaget mama Raina yang sudah terbaring lemas di atas kasur
"Ayo kita ke rumah sakit!" ajak Surya
"Kamu nggak kasih tau Raina kan?"
"Enggak kok ma,"
Surya mencari bantuan tetangga dan membawa mama mertuanya itu ke rumah sakit.
***
Di Rumah Sakit
Beberapa perawat membawa mama Raina untuk menjalani prosedur medis, namun saat dipindahkan ke kursi roda, Surya terkejut saat rambut mama mertuanya terjatuh. Ia mengambil rambut itu.
"Wig?" kaget Surya
Kenapa mama memakai wig? - Bingung Surya
Setelah di tangani dokter dan dipindahkan ke ruang perawatan, Surya pergi menemui dokter yang menangani mertuanya.
"Dok... Mama saya itu sebenarnya sakit apa?" tanya Surya
"Masnya nggak tau?"
"Nggak," jawab Surya
"Ibu ini sudah menderita kanker otak stadium 4. Masnya nggak tau sama sekali?"
Surya hanya menggeleng, pikirannya masih kacau tak percaya.
"Ibu ini sering konsultasi ke sini tapi sama orang lain, bukan mas. Ibu ini ke sini untuk menjalani kemoterapi,"
"Apakah ada kemungkinan sembuh?" tanya Surya dengan suara serak menahan kesedihannya
"Ada, tapi sangat kecil. Karena kanker ini sudah stadium 4,"
"Lakukan yang terbaik! Saya ambil peluang itu walau hanya 0,5%!" tegas Surya
"Baik... Masnya yang sabar ya! Terus berdoa sama yang di atas mas,"
Surya duduk lemas di kursi tunggu, mertuanya menyimpan rahasia serapi ini? Bahkan ia dan Raina pun tidak tau? Surya kembali menelfon orang tuanya.
"Halo Yah..."
"Halo boy... Gimana? Udah ke rumah?"
"Ayah bisa pulang sekarang nggak?"
"Kenapa boy? Ada masalah?"
"Mama.... Kena kanker otak stadium 4, tolong ayah segera pulang! Aku dan Raina butuh ayah,"
"Ya!"
"Ok-ok! Tunggu ayah, sekarang kamu di mana?"
"Rumah Sakit X,"
"Ok!"
Sekitar 30 menit kemudian, ayah dan bunda Surya datang menyusul Surya. Surya terkejut melihat kedua orang tuanya secepat itu.
"Ayah bunda naik apa ke sini? Kok cepet banget?" bingung Surya
"Mobil," jawab Bunda
"Dari Singapore?" bingung Surya
"Boy... Kita sebenarnya selama ini nggak kemana-mana! Kita selalu dampingi Mamanya Raina buat terapi," jelas Ayah
"Jadi ayah dan bunda udah tau? Kenapa nggak kasih tau Surya sih!" kesal Surya
"Mama Raina yang larang, bahkan Kenan pun juga tidak di beri tau. Alasan kami menikahkan kalian berdua semuda ini karena permintaan mama Raina," jelas Bunda
Surya hanya terdiam tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia tidak bisa membiarkan Raina kembali merasakan apa itu kehilangan.
"Pa... Lakukan apapun yang terbaik buat mama!" pinta Surya
"Pasti my boy! Pasti!" jawab Ayah
***
Di Rumah Keluarga Pradipta
Surya secepatnya pulang agar Raina tidak curiga, ia melihat Raina masih tertidur tanpa bergerak.
"Dia benar-benar ratu tidur!" gumam Surya sambil mengelus rambut Raina
Tuhan... Jangan biarkan dia kehilangan lagi! Aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi jika itu terjadi - Batin Surya
Merasa ada yang menyentuhnya, Raina terbangun. Ia membuka matanya dengan berat.
"Aya..." ucap Raina dengan suara seraknya karena bangun tidur
"Makan dulu gih... Lo laper kan pasti? Atau mau keluar buat cari makanan lain?" tanya Surya lembut
"Tumben baik," cibir Raina
"Mau nggak?"
"Ok!"
"Sana ganti baju, gue tunggu di bawah ya," ucap Surya lembut
Surya keluar menunggu Raina di bawah, sementara Raina keheranan dengan sikap Surya yang tiba-tiba menjadi lembut.
Raina turun dengan celana pensil ¾ dan hoodie putih, rambutnya di kuncir kuda dan wajah yang hanya memakai bedak serta lip gloss.
"Yuk jalan," ajak Surya
Dia cantik - Batin Surya
Keren juga ni anak. Nggak malu-maluin kalo diajak jalan - Batin Raina
***
Di Alun-alun Kota
Mereka berjalan bersama dan berhenti di sebuah warung penyetan. Membeli 2 porsi ayam penyet dan 2 gelas es teh.
"Kenapa lo baik banget hari ini?" tanya Raina heran
"Hah? Nggak boleh?" tanya Surya
"Ya bukannya gitu... Tapi rasanya aneh aja," jawab Raina
"Aneh gimana? Bukannya lo lebih suka gue yang kayak gini daripada gue yang cuek?" tanya Surya
"Iya sih... Tapi jangan terlalu sering lah," ujar Raina
"Emang kenapa?" tanya Surya
"Gue takut baper," gumam Raina
"Nggak usah takut, karena gue yang lebih dulu baper sama lo!" jawab Surya
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏