
Raina berjalan santai sambil tersenyum puas, "Surya aja kewalahan lawan gue, apalagi cuma lo. Heh, masih kalah jauh..."
***
Hari terus berlalu, kini tinggal beberapa hari sebelum lomba cerdas cermat dan story telling disekolah. Namun Raina merasa aneh karena beberapa hari terakhir, Maxime seperti menghindarinya.
Raina berjalan menuju kelasnya dan melihat Maxime, ia melambaikan tangannya menyapa Maxime. "Max... Sini!" panggil Raina.
Maxime menengok, namun begitu melihat Raina memanggilnya, ia langsung bingung dan pergi menghindari Raina.
Raina menggaruk kepalanya, "Kok malah pergi, kan mau gue ajak ke kantin bareng! Gimana sih!" kesal Raina.
Maxime masuk kedalam kamar mandi pria dan menatap dirinya didepan cermin dan wastafel. Ia membasuh wajahnya dengan air.
Maxime menepuk-nepuk pipinya, "Gue kenapa sih! Max, sadar Max! Lo itu kenapa sih? Kayaknya gue anemia nih..." pikir Maxime.
Maxime hendak keluar, namun notifikasi menghentikan langkahnya. Ia mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.
+62xxxxxx
Sekarang saatnya!
Jangan lupa diri lo!
Seketika, Maxime membanting ponselnya kelantai hingga layarnya retak. Ia memukul tembok karena marah.
"Dasar j*lang! Tu orang nggak bisa apa biarin gue bahagia bentar aja!" geram Maxime.
Maxime mengatur nafasnya yang naik turun karena marah, setelah cukup tenang, ia mengambil lagi ponselnya dan kembali ke kelas.
***
Di Kelas
Maxime duduk dan mencoba tetap tersenyum, namun saat melihat Raina sudah duduk di bangkunya, Maxime sedikit kaku.
Maxime duduk dan menarik kursinya sedikit menjauh dari Raina. Raina yang menyadarinya pun bertanya, "Lo kenapa?" tanya Raina, ia mencium badannya sendiri. "Perasaan gue nggak bau deh..."
Maxime menggeleng, "Eng-nggak papa kok... Cuma cari angin aja, agak panas nih kelas."
Raina melihat jendela yang terbuka lebar, kipas angin juga menyala. "Lo sakit apa gimana? Kita duduk pas dibawah kipas angin, jendela kebuka dan pintu juga kebuka loh..."
Maxime melihat kearah jendela, "Oh iya..." Maxime merasa canggung karena ada Raina didekatnya.
Raina melihat Maxime dari samping kanan, Maxime menengok ke kiri. Raina menyapa dari bawah wajah Maxime, Maxime mendongak keatas. Raina jengkel dan pindah duduk didepan Maxime sambil menghadap ke arah Maxime.
Maxime masih saja menghindari tatapan mata Raina. Raina memejamkan matanya geram, "Lo itu kenapa sih? Takut gue hipnotis apa gimana?!" kesal Raina.
"Enggak... Gue cuma, cuma kelilipan aja kok."
Raina memasang wajah cemberutnya, "Lo jadi nggak asik sekarang!"
"Gue cuma kelilipan aja, beneran deh!"
Raina kembali ke tempat duduknya lalu membaca buku dengan wajah cemberutnya.
Maxime duduk menghadap Raina, "Ya udah gue minta maaf. Hari Minggu mau jalan? Om gue baru buka caffe baru, caffe ala Korea."
Raina tiba-tiba kepikiran tentang tteokpokki saat mendengar kata Caffe ala Korea. "Berarti ada tteokpokki dong?" tanya Raina.
"Ya jelas ada lah..."
"Ok sip, jam berapa?"
"Jam 7 malem gimana? Kita makan dilantai 2 biar bisa lihat pemandangan juga?" tawar Maxime.
Raina semakin bersemangat, "Ok siap! Lo share loc aja dimana lokasinya, nanti gue kesana ok!"
"Pasti deh..."
Seketika Raina langsung mengirimkan pesan pada Surya untuk meminta ijin.
To: Oppa Tersayang
Aya... Hari minggu malam mau makan sama temen-temen. Boleh ya...
Atau kamu anter?
Raina juga mengirimkan pesan ke teman-temannya untuk diajak. Tentu saja Raina tak sepolos dulu, ia sadar harus jaga jarak dengan pria lain.
**Cecans**
Raina
Eh kuy makan di tempat om-nya Maxime. Ada caffe ala Korea loh, kita bisa makan di sana! Baru aja buka
Naya
Ada makanan Korea?
Diva
Ada BBQ ala Korea?
Raina
Mungkin ada, kuy lah!
Diva
Ok, gue ready kapanpun!
Naya
Aku ikut juga!
Raina
Ok gas lah!
Diva
Butuh bandar nggak? Ajak Faris sekalian... Dika juga biar rame, dia tukang makannya kan?
Naya
Arkan masa nggak diajak? Nanti dikira pilih kasih...
Raina
Ok, kita ajak semua!
Tak lama, Surya juga membalas pesan Raina karena terkejut saat Raina tiba-tiba mengajaknya makan diluar dengan teman-temannya.
From: Oppa Tersayang
Kemana? Sama siapa aja? Jam berapa? Tumben ajak makan diluar?
To: Oppa Tersayang
Caffenya om Maxime. Ada caffe ala Korea yang baru dibuka. Jangan mikir aneh-aneh!!!
Gue pergi sama anak-anak juga kok! Semua pada ikut
From: Oppa Tersayang
Oh gitu...
Ya udah, gue anter!
Raina tersenyum, ia senang Surya mau mengantarnya. Raina langsung Googling tentang makanan rekomendasi ala Korea.
"Makan apa ya? Selama ini gue cuma makan tteokpokki sama mie-nya Mas Siwon aja, kaga tau yang lain! Eh iya, kopinya Mas Lucas juga. Kok tiba-tiba gue pengen sup ya..." pikir Raina.
Otak Raina langsung traveling begitu membayangkan masalah makanan yang begitu indah. Niatnya untuk diet, runtuh seketika.
***
Minggu Malam
Raina tampak begitu imut di mata Surya. Surya tak tau harus senang atau kesal.
"Kok bisa-bisanya sih lo jadi cantik gini..." kata Surya dengan canggung.
Raina melihat dirinya dari atas sampai bawah, "Kenapa? Nggak ada yang salah kan? Baju gue juga nggak terbuka banget."
"Ya nggak gitu, bisa-bisanya lo cantik waktu mau ketemu sama cowok lain juga. Kalo mereka naksir gimana?" tanya Surya malu-malu.
Raina tersenyum, "Tenang aja... Mereka berjuang kayak apapun, gue tetep suka sama lo karena jodoh gue itu lo, bukan mereka."
Hati Surya seolah berbunga-bunga mendengar kata-kata Raina. Agar tak semakin salah tingkah, Surya langsung mengajak Raina segera berangkat.
***
Di Cafe
Diva yang sudah datang lebih dulu pun melambai agar Raina melihatnya. Raina langsung datang dan duduk disampingnya.
"Hai... Sorry telat, tadi kasur lagi posesif sama gue. Dia nggak mau gue ketemu cowok lain," gurau Raina.
"Sa ae lu..."
"Hai Rai-Na...."
Sapaan Maxime tercekat begitu melihat ada banyak orang yang duduk dimeja yang ia sediakan secara khusus untuk dirinya dan Raina.
Dan entah dari mana mereka mendapatkan kursi tambahan sebanyak itu, "Kok kalian ada di sini?" tanya Maxime.
"Iya... Kita kan pengen makan juga!" jawab Dika.
"O-oh... Gitu, ya udah dinikmatin ya..."
Maxime berbalik dan menutupi wajah kesalnya. Ia semakin kesal saat melihat Surya yang ikut datang ke sini.
.
.
.
.
Mereka semua memesan makanan sesuai kesukaan masing-masing. Namun, ditengah-tengah acara makan, Surya mendapatkan telefon, ia pun sedikit menjauh untuk mengangkat telfonnya.
"Halo yah... Kenapa?"
"Kamu dimana Ya?"
"Di cafe jalan Merpati, sama Raina."
"Bisa tolong jemput ayah bentar nggak, ayah lagi ada di jalan Cendrawasih. Ban mobil lagi bocor."
"Oh ok, tunggu bentar!"
Surya menghela nafas, "Ada-ada aja sih Ayah! Malam-malam juga keluar, padahal nggak tau apa tujuannya."
Surya pamit ke Raina untuk pergi sebentar, Raina pun bertanya dan Surya menjelaskan semuanya.
"Nanti kamu pulang masih lama nggak?" tanya Surya.
"Nggak tau juga sih..."
"Kalo emang udah pulang tapi aku belum datang, kamu bareng anak-anak aja ya. Biar nggak nunggu, tapi pasti secepatnya aku jemput kamu kok kalo bisa!"
"Iya, nggak usah maksa. Jemput dulu ayah, hati-hati ya!"
"Iya, aku pergi dulu."
"Iya..."
Yang lain hanya menatap kedua pasutri muda yang sedang menebar ke-uwuan ini. Hanya Maxime yang tak mengerti.
"Ehem-ehem..."
Deheman Arkan membuat Raina tersadar. "Oh, gue ke toilet bentar ya!"
"Ok cepet balik!"
Raina melangkahkan kakinya pergi menuju kamar mandi. Maxime sengaja menyalakan ringtone hpnya agar terlihat seperti ditelpon.
"Gue pergi bentar, mau angkat telfon..."
"Ok..."
***
Di Toilet
Setelah mencuci tangan, Raina keluar dari toilet. Namun ternyata, Maxime sudah menunggunya diluar. Tanpa aba-aba, Raina langsung ditarik ke sebuah tempat yang lebih sepi.
"Ngapain kesini Max? Yuk balik..."
"Tunggu Na! Gue mau ngomong sesuatu!"
Raina menghentikan langkahnya dan merespon Maxime, "Iya ngomong apa? Ngomong aja gak papa..."
Maxime menghela nafasnya panjang agar tidak gugup, "Gue suka sama lo Na... Gue tau lo udah punya pacar, tapi tolong kasih kesempatan gue buat ngejar lo..."
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏