
Surya langsung berlari keluar tanpa memperhatikan situasi, secepat kilat Surya berlari turun menghindari Raina.
***
Malam Hari
Saat ini Surya sekeluarga sedang makan bersama di ruang makan keluarga. Raina dan Surya hanya sesekali melirik, ataupun melihat dengan tatapan canggung. Sedangkan ayah dan bunda Surya menatap mereka berdua dengan tatapan penuh harapan.
"Kenapa bengong ma? Makan lah nasinya..." ujar Surya memecah keheningan
"Kapan kalian rencana punya anak?" tanya bunda to the point
Ayah sedang mengelap mulutnya dengan tissue, lalu ikut berbicara, "Nggak terlalu awal kalo punya anak sekarang? Kalian kan masih kelas 11, ya emang bisa sih home schooling. Tapi usia Raina kan belum terlalu matang, kasihan kalo hamil sekarang..."
Uhuk... Uhuk...
Raina langsung tersedak mendengar kata-kata kedua mertuanya. Surya spontan mengambilkan Raina minum dan menepuk-nepuk punggung Raina.
"Ayah... Bunda... Mikir apaan sih! Kita belum berencana punya anak! Aya masih pengen kuliah, lulus S2 dan kerja! Aya pengen punya gaji sendiri, ini apa sih, baru SMA kelas 11 udah mikir anak!" jawab Surya dengan ekspresi wajah sedikit cemberut
Bunda menunjukkan sedikit ekspresi kecewanya, "Ya udah sih... Terserah kalian aja deh, tapi ayah sama bunda nunggu terus ya Boy!"
Raina hanya tersenyum canggung, di satu sisi dia belum siap menjadi mama muda, seperti di tik-tok. Tapi di sisi lain ia juga tak ingin mengecewakan mertuanya.
"Ma udah jangan bahas itu lah... Kita masih muda banget loh ini!" bantah Surya dengan sopan.
"Ya bunda kan cuma kasih saran doang, boy..."
Ayah mulai berdiri karena telah selesai makan, "Udah bun biarin mereka aja yang urus masalah ini. Semua pasti ada waktunya sendiri kok!"
"Ya udah deh iya, bunda ngikut-ngikut aja deh..."
***
Beberapa Hari Kemudian
Waktu terus berlalu, Surya telah menyelesaikan pertandingan dan teamnya mendapatkan posisi juara 1. Saat ini sekolah sedang merayakan kemenangan beberapa cabang olahraga.
Raina sedang asik meminum es kelapa muda di tangannya, sedangkan tatapan tajam Diva mengarah ke lorong.
"Ngeliatin apa sih Div? Melotot mulu, ntar mata lo jatoh gimana?" gurau Raina
"Iya... Jangan-jangan melotot, nanti kulitnya jadi ada kerutan! Sayang kan beli skincare mahal-mahal...” sela Naya
Diva berdecak kesal, "Eh Na... Liat tuh cowok, mesra banget ya sama selingkuhannya... Pasti asik tuh, di rumah sama istri, di sekolah sama selingkuhan," ucap Diva memberi kode pada Raina.
Mata Raina mengikuti arahan Diva, ia melihat Ara dan Surya yang sedang berjalan sambil tertawa bersama. Entah mengapa hati Raina terasa panas dan ingin segera menyeret Ara pergi sejauh-jauhnya.
"Itu kan Kak Surya... Kenapa bisa sama Ara? Emang Ara itu wakil ketua OSIS, tapi masa sedekat itu? Kak Surya kan orangnya susah deket sama cewek..." ujar Naya sambil meminum es jeruknya.
Raina menengok dan bertanya pada Naya tentang segalanya, "Aya itu sifatnya kayak gimana sih? Trus pernah ada hubungan sama cewek selain gue nggak? Emang dia sedekat itu sama Ara?" tanya Raina beruntun.
"Kamu kan temenan sama Kak Surya hampir 11 tahun, masa nggak tau sifatnya sih Na?" Naya bertanya balik
"Ya mana gue tau... Setau gue Aya itu nyebelin, ngeselin, kayak kulkas, ga ada akhlak, sok perfect, obsesi buat jadi nomor 1, trus apa lagi ya... Oh iya, dia juga bossy!" jawab Raina dengan begitu jujur
"Masa sih? Perasaanku, Kak Surya itu baik deh. Dia selalu baik sama aku, sering nyapa juga, dan sering kasih aku hadiah, sama keluarga orangnya ramah..."
Diva mengerutkan keningnya, "Emang lo pernah di kasih apa sama dia?"
"Di kasih tiket liburan ke Singapura, soalnya dia nggak mau berangkat. Katanya lebih baik belajar buat ujian..."
"Di kasih apa lagi?"
"Udah itu doang sih... Nggak pernah kasih yang lain..."
"Udah biarin aja... Gue chat aja dulu, coba dia bales nggak."
To: Oppa tersayang
Dimana Ay? Lagi apa? Sama siapa? Ngapain aja?
Raina terus stay on di WhatsApp-nya, status Surya terus online namun pesan Raina tak kunjung di balas.
"Gimana sayang? Di bales nggak sama oppa? Di kacangin ya? Ya iyalah, dia pasti lagi asik sama tu cewek ganjen!" ucap Diva yang kesal sendiri.
Naya ikut bersuara, "Eh jangan mikir aneh-aneh dulu, mungkin dia lagi sibuk berdua sama Ara."
Raina dan Diva menatap Naya dengan tatapan tajam dan sinis. Naya terdiam seribu bahasa saat di beri tatapan seperti itu.
"Udah lah... Nggak usah di pikirin, males gue mikirin orang yang nggak penting kayak Ara!" jawab Raina pasrah
***
Istirahat Ke-2
Setelah selesai ujian dan pembagian rapor, banyak anak yang masih masuk untuk mengembalikan rapor. Raina hanya santai di kantin dengan Arkan dan lainnya.
"Gimana... Ada acara?" tanya Faris
"Acara apa? Enak rebahan tau nggak!" jawab Dika kesal
Maxime ikut bersuara, "Emangnya mau apa? Oh iya Na, gue punya tiket buat nonton. Mau nonton bareng nggak?"
"Hah? Gue? Nggak takut ketangkep fans?" tanya Raina
"Gampang...."
"Ntaran dulu ya... Gue pikir-pikir dulu deh."
Arkan menatap keduanya, "Awas jangan deket-deket, nanti ada yang kebakaran loh..."
Tiba-tiba pandangan Raina tertuju pada Surya dan Ara yang berjalan bersama di lapangan. Mereka berdua tampak serius membahas sesuatu.
"Lah... Itu kan Surya, kenapa deket-deket sama cewek ganjen itu lagi sih!" geram Diva
"Jaga mulut lo Div! Dia itu bukan cewek ganjen ya! Lo kali yang ganjen!" sela Arkan tiba-tiba
Emosi Diva mulai naik seketika mendengar ucapan Arkan, "Apa lo bilang? Heh buka mata lo, buta ya lo suka sama cewek kayak dia! Lo selalu perjuangin dia, dan dia malah berjuang buat pacar sahabat lo nih!"
Arkan juga mulai terpancing emosi karena kata-kata pedas Diva, "Apa urusannya sama lo? Bukan urusan lo, gue suka sama siapa, lagipula lo nggak tau sikap Ara sebenarnya. Anak baru jangan belagu deh lo!"
Braakk....
Diva menggebrak meja karena marah, Arkan juga mulai tersulut emosi. Naya hanya diam mendengar kenyataan pahit dari mulut Arkan, bahwa Arkan benar-benar menyukai Ara.
"Trus apa urusannya antara anak baru apa enggak? Sekali munafik ya tetap munafik! Percuma cantik tapi punya banyak muka," ejek Diva to the point
Arkan semakin marah, ia menarik dasi Diva, semua tiba-tiba panik karena perkelahian keduanya.
"Jaga mulut lo ya! Hanya cuma karena lo model dan selebgram doang aja lo belagu! Lo di kenal orang juga karena tampang jelek lo tau nggak! Cantik kagak, belagu iya!" ucap Arkan dengan nada mengejek
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏
Naya after using skincare