My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Sepintar Albert Einstein



"Itu anak kenapa lagi sih? Katanya nungguin, malah balik duluan. Anak IPA emang aneh-aneh kelakuannya, mau jatuh cinta aja ngitung detak jantung pake rumus Biologi, memakai rumus Fisika buat memperkirakan balasan cinta, make rumus kimia buat ngitung kandungan cinta, bahkan pake rumus matematika buat ngitung udah berapa lama nggak ketemu. Kalo anak IPS mah jatuh cinta langsung telfon pacar 'Halo sayang, dimana? Laper nggak? Tunggu 5 menit lagi aku datang, makan bareng kita'. Emang dia? Aku kelaperan aja dia nggak tau!"


Raina kesal sendiri dan memilih untuk mengambil sepedanya agar bisa segera pulang. Di jalan ia mengayuh sepedanya agak cepat untuk membarengi Surya.


"Ay... Katanya nungguin gue, kok balik duluan? Mau ada acara di rumah ya?" tanya Raina


"Eh? Iya, gue balik dulu!"


Surya buru-buru pulang agar tidak semakin salah tingkah. Wajah imut Raina masih membayangi otak Surya, itu membuatnya cukup stress dan sulit konsentrasi.


"Emang muka gue ada apanya ya... Kok dia sampe gitu banget dah," Raina bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


***


Di Rumah


Sampai di rumah pun Raina tidak melihat Surya, ia bingung sekali. Ia malah bertemu mertuanya di ruang tamu.


"Eh bunda... Kayaknya sibuk banget, mau kemana bun?" Raina bertanya


Bunda menghentikan langkahnya, "Eh kebetulan ada kamu. Kamu ada acara nggak? Ikut bunda yuk!"


"Emang mau kemana bun? Ada acara?"


Bunda celingukan untuk melihat situasi, "Cari kado buat Surya. Ayo ikut!"


"Kado? Buat apa? Surya ulang tahun?"


"Lah... Masa kamu lupa? Bentar lagi Surya itu mau lomba basket mewakili sekolah di Porseni Kabupaten, kamu nggak cari kado?"


"Hah pertandingan basket? Trus apa hubungannya sama kado"


"Loh, kamu gak tau? Hampir setiap pertandingan, Surya selalu memenangkan pertandingan basket. Jadi bunda mau kasih kado spesial buat dia."


"Bukannya nggak tau bun, tapi baru nyadar aja. Aku ikut bun. Tunggu ya, Nana mau ganti baju!" Raina berbohong


"Oh ok, bunda tunggu di luar!"


Masa Surya mau pertandingan sih? Mana gue tau, kapan ulangan aja gue nggak tau, apalagi jadwal anak basket. Kalo di tanya kapan rilis game online baru, baru gue tau! - Batin Raina


Raina naik ke atas untuk segera ganti baju, hanya memakai celana pensil ¾ dan Hoodie berwarna dusty pink. Ia dan bunda pergi ke salah satu mall besar.


***


Di Mall


Mereka berputar-putar sambil berpikir, kado apa yang harus ia berikan pada Surya. Mereka pergi ke salah satu toko peralatan olahraga.


"Eh lihat... Bola basketnya bagus ya! Gimana kalo kita beliin ini biar dia tambah semangat latihannya?" tanya Bunda sambil menunjukkan salah satu bola basket


"Boleh bunda, ide bagus!"


"Tapi yang ini bagus, yang ini juga bagus. Jadi beli yang mana dong?" tanya Bunda yang bingung karena ada banyak bola yang menarik.


"Ehm... Yang kanan itu kayaknya bagus deh bun," Raina menunjuk salah satu bola di tangan kanan Bunda


"Eh iya ini bagus! Ya udah, mas bungkus dua-duanya ya!" pinta Bunda pada salah satu pegawai mall


"Iya ibu, di tunggu sebentar ya. Pembayaran dilakukan di kasir sebelah sana ibu..."


"Ok, Raina... Ayo ke sana!" ajak Bunda


"Hah? Iya bunda..."


Raina bingung dengan mertuanya, meminta pendapat, menerima pendapat lalu memilih dengan pilihannya sendiri. Lalu apa gunanya bertanya pendapat orang lain. Raina hanya membiarkan dan mengikuti langkah bunda saja.


***


Di Toko Baju


Sehemat-hematnya perempuan, tetap tidak bisa berjalan lurus begitu saja saat di sisi kanan kirinya terdapat tulisan 'Diskon'. Bunda langsung menarik Raina secepat kilat menuju lokasi diskon.


"Ya ampun... Bajunya bagus, dan seukuran kamu. Lihat deh, kamu suka nggak?" tanya Bunda yang sibuk menunjukkan baju dengan model Girly.


"Bunda... Raina nggak terlalu suka baju cewek, enak beli di distro aja. Pasti banyak yang cocok buat Nana!"


Raina hanya menjawabnya dengan iya-iya saja. Padahal tidak terlalu paham.


"Jangan sampai suami bosan sama kita dan cari perempuan lain di luar. Emang suami itu ada yang setia banget, tapi bukankah suami bakal semakin sayang kita kalo kita cantik? Lagian nggak dosa kalo cewek dandan cantik di depan suami. Maka dari itu, ayo belanja!"


"Ujung-ujungnya belanja juga!" Raina menggumam


Bunda langsung OTW menuju toko baju, toko sepatu, toko aksesoris, toko make up, toko skincare dan lainnya. Membeli ini itu, asal ambil penting suka, bayar tinggal gesek, definisi orang kaya sejati. Raina sampai kewalahan kesana-kemari membeli ini itu.


***


Di Rumah


Raina memijat-mijat kakinya yang kelelahan setelah estafet diskon di mall. Kotak hadiah Surya hanya 2, sedang paper bag belanjaannya ada 10 lebih.


"Ya Allah... Lain kali nggak lagi deh, beli sebanyak ini itu suka sih, seneng juga, tapi pakenya kapan? Kan lebih enak mabar di rumah."


Raina membuka ponselnya untuk melihat apakah ada yang mengirimkan chat padanya.


***


'GC Tercintah'


@Arkan


Na... Lo di mana? Gue telfon kok nggak di angkat?


@Dika


Iya nih... Gue cari di rumah, katanya lo lagi keluar


@Faris


Iya, padahal mau kita ajak latihan band


@Raina


Eh sorry... Tadi gue keluar sama bunda. Sorry ya, kapan-kapan aja ya. Capek bet gua!


@Arkan


Abis ngapain oy?


@Dika


Jangan-jangan....


@Faris


Anuuu....


@Raina


Hush.... Ga boleh nganu-nganu! Pokoknya gue capek, dah gua off dulu. Daahh...


***


Raina berbaring dan berpikir, kado apa yang harusnya ia berikan pada Surya. Kan aneh kalo bundanya kasih hadiah, tapi istrinya nggak.


"Beliin apaan ya? Oh beliin seblak keknya ide yang bagus! Eh, dia kan udah biasa beli. Apa ya? Kuota buat mabar? Atau kirimin Skin Alucard, oh Skin Lancelot. Tapi gue sendiri aja kaga pernah beli. Kasih coklat? Emang gue mau nembak cowok? Au ah, kesel gua! Kaga ada ide!"


Raina kesal sendiri karena tidak ada ide yang bagus di otaknya. Isi otaknya hanyalah main game. Ia berjalan menuju ruang ganti untuk mengembalikan ranselnya, lalu ia berhenti sejenak.


"Nah gue punya ide! Beliin sepatu baru! Ya Raina memang cerdas seperti Albert Einstein, aku memang pintar!"


Raina girang karena menemukan ide, lalu ia berbalik dan melihat sebuah lemari besar yang penuh dengan sepatu Surya.


"Gue nggak jadi pinter! Pinternya nanti-nanti aja deh..."


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Ada bayangan nggak, Raina mau kasih hadiah apa? Apakah semewah rumah Shahrukh Khan? Seindah Puisi karya Chairil Anwar? Semahal mobil Raja Arab? Semengejutkan petasan tahun baru? Atau justru sepayah mainan Spongebob dan Patrick?


Komen di bawah, rekomendasi kado buat Surya 😅