My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Hari Pertandingan



"Santai... Gue tinggal bilang kalo lo orang gila, pasti mereka pikir kalo salah orang..."


"Lo yang gila! Adzan aja belum, ini mau kemana?"


"Menurut lo kita kemana?"


"Mana gue tau? Yang nyetir kan lo..."


"Karena yang nyetir gue, lo ngikut aja ok!"


Raina menambah kecepatan motornya. Melaju cepat motornya menuju sebuah minimarket 24 jam.


Raina turun dari motor, sedangkan Diva kebingungan dan berusaha menutupi wajahnya.


"Kenapa pagi-pagi kesini sih Na? Nggak lihat ni muka masih kucel parah!" kesal Diva sambil menutupi wajahnya.


"Heh... Muka lo glowing sampe kayak berminyak, santai aja. Gue yang mukanya acak-acakan gini aja santuy kok..." jawab Raina sambil menunjukkan wajahnya.


"Eh anj*r, lo kenapa? Kok mata lo bengkak? Abis nangis? Hah nangis? Sejak kapan lo bisa nangis? Pokoknya lo harus cerita ke gue!"


"Ih b*cot mulu deh, diem, ayo ikut masuk kedalam, trus segera pulang ok!"


"Iya deh iya..."


Raina masuk kedalam minimarket, membeli susu, roti, camilan dan beberapa alat make up yang ada. Setelah itu ia pulang ke rumah Diva.


***


Di Kamar Diva


"Jelasih gih... Lo ngapain pagi-pagi ke sini? Tiba-tiba ajak gue ke minimarket dan muka lo kayak orang nggak ke urus. Kabur lo?" tanya Diva sambil merapikan kamarnya.


"Ya gitu deh... Intinya gini, gue berantem sama Surya, dan sejak kemarin sore gue belum makan apapun sama sekali! Udah ya, gue mau makan dulu, perih ni perut!"


"Astagfirullah... Gue kira kenapa, ternyata masalah cinta? Ya udah makan dulu, perlu nasi nggak?"


Raina berpikir sejenak, "Nggak usah deh... Makan nasi buat sarapan aja, ini makan roti dulu. Yang penting udah ke isi, btw kok lo bolehin gue makan nasi?"


"Na... Orang tidur 6-8 jam itu sama kayak puasa, dan dari sore lo belum makan apapun. Walau kita diet, kita masih tetep ada asupan walau dikit, kita itu diet, bukan mempercepat kematian! Boleh makan nasi, tapi jangan banyak-banyak! Tetep jaga pola makan!"


Raina memeluk Diva penuh kasih sayang, "Hmm... Lo emang temen baik gue deh, jadi sayang..."


"Udah makan sambil nunggu adzan, nanti kita sholat subuh, abis itu pake masker biar mata lo nggak kelihatan bengkak ok!"


"Siap bu bos..."


***


Di Rumah Keluarga Pradipta


Surya sudah bangun begitu mendengar suara adzan subuh yang berkumandang. Setelah sholat, ia turun untuk melihat keadaan Raina.


"Raina udah bangun apa belum ya..." Surya terus berjalan hingga berhenti didepan pintu kamar tamu, "Na... Raina... Bangun, udah shubuh. Maafin gue ya, gue nggak sengaja! Na... Gue masuk ya..."


Cklek...


Surya membuka pintu, namun tidak menemukan Raina didalam kamar. Ia kebingungan, lalu mengeceknya di kamar mandi, namun tetap tidak ada.


"Astagfirullah... Ni anak di mana sih, pagi-pagi udah ngilang aja! Nggak mungkin Raina jogging pagi-pagi, dia kan mageran. Coba keliling rumah deh..."


Surya mencari Raina di seluruh bagian rumah, namun tak kunjung menemukannya. Ia pun pergi ke dapur untuk mengambil minum, namun tiba-tiba ia melihat catatan Raina yang ditempelkan di kulkas.


"Loh, ini apaan? Siapa yang nempelin ini di sini?"


Surya membaca pesan dari Raina lalu berlari ke kamarnya untuk menelfon Raina.


"Na... Pokoknya lo harus segera angkat!"


Nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi...


Surya mulai jengkel, berkali-kali ia menelfonnya Raina, tapi selalu sibuk ataupun tidak diangkat. Terlalu kesal, Surya menelfon Diva.


"Halo... Lo dimana?"


"Halo... Kenapa?"


"Lo dimana!?"


"Ok bentar gue keluar dulu!"


"Iya ada apa? Telfon nggak salam, langsung nge-gas!"


"Lo dimana?"


"Ya di rumah lah... Masa di pasar? Jam berapa ini?"


"Raina di rumah lo?"


"Iya kenapa?"


"Bilangin ke dia, gue minta maaf tentang masalah semalem ok! Dan... Tolong ajak dia nonton pertandingan gue nanti ya!"


"Lo apain tu Raina sampe ngabur? Dasar pacar luknut kau!"


"Udah nggak usah marah-marah, bilangin aja ke dia! Kalo ada apa-apa langsung hubungi gue ok!"


"Iya deh iya, tapi inget ya, jangan sakiti Raina lagi. Jangan sakitin hati cewek, kalo lo masih sakitin hati Raina lagi, pengen anak buat sendiri aja sana! Nggak usah ngajak cewek!"


Diva langsung mematikan telfonnya karena kesal, sedangkan Surya bingung dengan sikap dan kata-kata Diva yang aneh.


"Ni anak agak geser kayaknya..." gumam Surya


Surya sedikit tenang kalau tau Raina di rumah Diva. Ia mulai bersiap untuk pertandingannya, begitu juga Raina dan Diva yang semakin sibuk dengan masker dan alat-alat make up nya.


***


Di GOR


Team Surya mulai memasuki lapangan, diikuti para Cheerleader yang mulai membentuk formasi di pinggir lapangan. Surya masih belum menyadari keberadaan Raina.


Priittt....


Pertandingan dimulai dengan bola yang dilempar ke atas, Surya berhasil menyahut bola. Ia melakukan dribble sebentar lalu dioperkan ke temannya, melakukan beberapa tipuan dan setelah perjuangan panjang, Surya berhasil memasukkan bola ke dalam ring.


Sorakan dari para penonton bergema didalam Gedung Olahraga, para Cheerleader mulai melakukan atraksi. Kini giliran Raina yang menjadi pusat perhatian, Raina perlahan naik hingga mencapai titik teratas dan mengangkat kedua tangannya keatas. Sorakan penonton semakin meriah, Raina dilemparkan ke atas lalu ditangkap oleh teman-temannya.


Jujur, untuk sekarang jantung Raina serasa mau lepas. Ia sampai menutup matanya saat dilemparkan, sedikit saja salah teknik, Raina bisa jatuh bahkan patah tulang.


.


.


.


Setelah perjuangan yang keras dan panjang, sekolah Raina lolos ke babak final. Para Cheerleader bersorak senang termasuk Raina. Mendengar suara yang ia kenal, Surya menengok dan melihatnya.


"Raina!? Kok di sini?"


Salah satu teman Surya datang menghampiri Surya, "Bro... Mau keluar bareng apa gue tunggu di parkiran? Kita di suruh ngumpul dulu di sekolah!"


"Lo duluan aja, ntar gue nyusul ke sekolah langsung!" jawab Surya tak fokus


"Ok..."


Surya semakin geram dan akhirnya mendatangi Raina, ia menali jaketnya di pinggang Raina secara tiba-tiba. Ekspresi wajahnya benar-benar tidak tertebak sekarang.


"Surya?" kaget Raina


"Ciee...." teman-teman lain justru menggoda Raina dan Surya.


"Ikut gue!" tegas Surya sambil menarik Raina pergi.


"Div gue duluan!" teriak Raina sambil berjalan.


Raina berjalan mengikuti Surya dengan tangan yang dicengkeram kuat oleh Surya.


"Ay lepasin, sakit tau nggak!" keluh Raina pada Surya


Surya membuka pintu mobilnya dan mendorong Raina masuk ke dalam mobil. Surya menutup pintunya dengan keras lalu masuk ke mobil juga.


Raina keheranan dengan tingkah Surya, seharusnya kan senang, terharu, memuji atau apalah, seperti bayangan Raina. Tapi malah di seret sampai mobil? Sungguh diluar ekspektasi.


"Lo kenapa sih? Kenapa kayak gini?" tanya Raina iseng


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏