
Maxime langsung memasukkan kembali ponselnya karena kesal, ia pergi ke tempat lain untuk mencari suasana lain.
.
.
.
.
Acara di Tebing Breksi sudah selesai, untuk tempat terakhir ada di Malioboro. Di Malioboro anak-anak langsung jalan-jalan mencari pernak-pernik khas Jogja, mencoba kuliner Jogja dan banyak yang berfoto untuk di jadikan kenangan. Surya dan Raina juga sempat berfoto.
Raina dan Surya juga sibuk membeli makanan dan camilan, Raina juga membeli beberapa pernak-pernik untuk sekedar kenang-kenangan.
"Ay bagusan mana? Yang ini apa yang ini?" tanya Raina sambil menunjukkan beberapa gantungan kunci.
Surya sedikit kelelahan, "Pilih aja semua, beli aja semua dari pada bingung."
Raina menyadari raut wajah Surya yang nampak lelah, "Lo kecapekan ya? Tunggu bentar gue bayar, abis itu cari tempat duduk!"
Raina segera membayar barang yang ia beli dan mencari tempat duduk untuk istirahat, "Lo duduk sini bentar, bawain tas gue ya!"
"Mau kemana? Jangan jauh-jauh!" pesan Surya.
"Enggak kok, udah tunggu aja bentar! Jangan genit sama cewek Jogja!" ucap Raina dengan nada sedikit mengancam.
Surya hanya terkekeh, "Hehehe... Enggak kok."
Raina pergi meninggalkan Surya sebentar, ia membeli sesuatu lalu menyembunyikannya di balik badannya. Namun ia malah melihat Ara yang tampak mendekati Surya, Raina pun mempercepat langkahnya.
"Lo ngapain di sini?" tanya Raina sinis.
"Oh enggak kok, cuma kebetulan lewat aja. Ganggu ya?" tanya Ara basa-basi.
"Iya ganggu, lo boleh pergi!" ujar Raina dengan santai.
Ara masih mencari alasan agar tidak pergi, "Enggak boleh gabung ya?"
"Enggak boleh!"
"Bentar aja, gue masih nunggu temen juga di sana..."
Raina tak ingin basa-basi lagi, "Lo mau gue jelasin pake bahasa Indonesia? Bahasa Jawa? Bahasa Sunda? Bahasa Alien apa pake bahasa hewan biar lo paham?!"
"Oh ya udah deh... Gue pergi dulu ya, sorry ganggu..." Ara pun pergi dan tak mengganggu Surya lagi.
Surya hanya terkekeh dan memperhatikan saja betapa ganasnya Raina saat cemburu. Raina geleng-geleng kepala karena Ara yang keras kepala.
Raina duduk menghadap Surya, "Tadaaa.... Nih buat kamu." Raina mengeluarkan 2 cone Chocolate Choco Chips Ice Cream.
"Dapet dari mana?"
"Beli lah... Masa nyolong." jawab Raina, "Lo kan pernah bilang kalo coklat bisa bikin seneng, mood bagus dan jadi semangat. Makan gih biar semangat lagi..."
Surya senang karena Raina sedang perhatian saat ini, "Tapi bukannya kebalik ya? Harusnya gue yang beliin, kok malah cewek yang beliin sih?"
Raina berpikir sejenak, "Iya juga sih, tapi masa bodoh. Yang penting makan es krim coklat!"
Mereka berdua pun memakan es krim bersama sambil melihat pemandangan malam Malioboro. Namun mereka berdua masuk bis lebih awal, Surya meminta izin untuk tukar bis.
Untungnya bis Raina memiliki beberapa kursi longgar, akhirnya Surya pindah ke bis Raina. Mereka berdua duduk di kursi belakang agar lebih tenang.
"Gue duduk deket jendela ya!" pinta Raina.
"Iya terserah..."
Maxime sedikit kesal karena Raina pindah kursi dan duduk bersama Surya, tapi ia juga tak bisa memaksa keinginan Raina.
Pikir Maxime, "Hati gue kenapa sih! Kenapa kesel kalo liat mereka berdua? Kan nggak ada hubungannya sama gue."
Selama perjalanan pulang, Surya benar-benar kelelahan. Menjadi ketua kelompok dan Ketua OSIS membuatnya bekerja 2x lebih berat. Raina pun juga menyadarinya, ia menyandarkan kepala Surya di pundaknya.
Raina mengelus kepala Surya lembut, dan lambat laun Raina juga mengantuk. Mereka berdua pun akhirnya tertidur lelap selama perjalanan pulang.
***
Beberapa Bulan Kemudian
Tak terasa sudah beberapa bulan setelah kegiatan Study Tour, kini Raina dihadapkan dengan ujian kenaikan kelas. Dan besok adalah hari pertama ujian.
Biasanya Raina akan bersantai dan hanya mengandalkan contekan dari teman, namun sekarang berbeda karena Surya telah masuk kedalam hidupnya.
"Na belajar sekarang! Ayo gue bantuin!" ajak Surya.
Raina masih rebahan santuy diatas kasurnya, "Bentar lagi! 5 menit lagi deh..." jawab Raina yang masih sibuk dengan game onlinenya.
Surya menarik kaki Raina kencang hingga Raina hampir jatuh dari kasur, "Belajar sekarang apa gue sita HP-nya!" tegas Surya.
Raina berdecak, "Ck, aelah Ay, Ay.... Gue bukan anak SD kali. SIta-sitaan HP segala," cibir Raina.
"Makanya tingkah jangan kayak anak SD! Udah gede kan? Tau waktu belajar kan?" tanya Surya.
"Ck...."
"Kalo nilai lo kali ini nggak naik, nggak usah ikut liburan ke Disneyland ajalah... Lo di rumah sendiri, gue nggak ajak!" ancam Surya.
Mendengar kata liburan ke Disneyland membuat hati Raina tergerak, ia langsung turun dari atas kasurnya dan semangat untuk belajar.
"Oke gue siap! Mana yang harus gue pelajarin?" tanya Raina antusias.
Surya senang melihat Raina yang semangat belajar, ia pun mengajak Raina untuk pergi ke ruang belajarnya agar bisa lebih fokus.
***
Ruang Belajar
Surya sibuk menjelaskan beberapa rumus-rumus matematika. Meskipun Raina tak paham, ia tetap mengiyakan kata-kata Surya agar tampak paham.
"Jadi kalo udah kayak gini tinggal lo jumlah dan ketemu deh hasilnya. Gampang kan? Ini dasarnya ilmu matematika kelas 3 SD. Pasti gampang deh! Coba kerjain sendiri, gue mau baca buku bentar!" pinta Surya.
"Ok!"
Surya memberikan contoh soal pada Raina agar di kerjakan, setelah itu Surya membaca buku sambil menunggu Raina selesai mengerjakan soalnya.
Namun Raina banyak tingkah, ia memilih duduk di depan Surya dengan alasan tidak percaya diri saat terus diawasi Surya.
"Kerjain bener-bener!" pesan Surya.
"Iyaaa..."
Raina menaruh buku di atas meja, dan membuat 1 buku berdiri di depan wajahnya agar lebih mudah membaca soal.
.
.
.
.
15 Menit Kemudian
Tak terasa sudah 15 menit berlalu, Surya yang menyadarinya pun terkejut. Ia memanggil-manggil Raina.
"Na.... Nana... Udah selesai apa belum soalnya?" tanya Surya.
Tak ada respon dari Raina, Surya pun menarik buku di depan wajah Raina. Ternyata Raina tertidur sejak tadi, tak ada 1 soal pun yang di kerjakan Raina.
Surya memijit pelipisnya, "Ni anak enaknya di apain ya..."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏
Enaknya diapain nih si Nana? Komen di bawah...🤭