My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Diet



"Nah gue punya ide! Beliin sepatu baru! Ya Raina memang cerdas seperti Albert Einstein, aku memang pintar!"


Raina girang karena menemukan ide, lalu ia berbalik dan melihat sebuah lemari besar yang penuh dengan sepatu Surya.


"Gue nggak jadi pinter! Pinternya nanti-nanti aja deh..."


Raina putus asa dan kembali berbaring di kasurnya yang empuk dan besar. Ia menatap langit-langit kamar sembari berpikir.


"Kado apa ya? Ya Allah... Otakku nggak bakat mikir! Tolong yang lain aja, jangan mikir!" Raina menggerutu


Raina kesal sendiri, tak ambil pusing, Raina langsung OTW War di Mobile Legend Bang-bang bersama Arkan dan lainnya.


***


Besoknya


Di Sekolah


Surya tetap saja menjaga jarak dengan Raina. Raina benar-benar geregetan hingga ingin segera menyeret Surya ke kamar. Ngapain ke kamar? Diskusi lah.


"Ya Allah... Pagi sekali aku berangkat hari ini!" keluh Raina


Raina mengeluh berangkat terlalu pagi padahal jam menunjukkan pukul 06.44. Memang terlalu pagi untuk beruang hibernasi semacam Raina.


"Hei Na... Lemes aja lo, nggak sarapan?" tanya Diva yang datang sambil merangkul pundak Raina


"Gue dateng kepagian tau nggak!"


"Pagi? Kan 1 menit lagi gerbang di tutup Na?"


"Biasa gue dateng pas gerbang hampir di tutup. Gue jadi siswa terakhir yang masuk!"


"Kan cuma beda 1 menit. Nggak ngaruh kali Na."


"Ya pengaruh! Lihat mata panda gue, gue kurang tidur tau nggak!"


"Bukannya lo kurang tidur karena main game?"


"Hmm... Iya juga, ah nggak peduli!"


"Div... Diva!" salah seorang siswi memanggil Diva dari kejauhan. Mereka berdua pun menengok untuk melihat siapa yang memanggil.


"Eh, ada apa Ris?" Diva bertanya


"Lo ada temen buat join Cheers nggak? Kita kekurangan 1 personil buat lengkapi koreografi!"


"Loh, bukannya kemarin udah pas?"


Cheers? Cheerleader kah? - Raina membatin


"Itu si Nina, kakinya retak abis jatuh dari tangga. Jadi nggak bisa ikut, lo ada temen buat join nggak?"


"Bentar-bentar! Ini yang kalian maksud itu Cheerleader kah?" Raina menyela


"Iya."


"Buat apa?"


"Buat semangatin anak-anak yang mau main di Porseni Kabupaten nanti. Khususnya anak basket!"


Raina menunjukkan senyum seringainya, sebuah ide gila muncul di otaknya.


"Gue aja deh yang ikut!" pinta Raina


Riska dan Diva langsung melongo. Mereka berdua kompak melihat Raina dari atas sampai bawah.


Raina geram dengan pandangan mereka berdua, "Ini kenapa sih? Liatin sampe kayak gitu!"


"Lo yakin?"


"Ini Cheerleader loh!"


"Iya yakin! Udah daftarin aja! Kalian berdua kan belum tau sisi seksi gue!" jawab Raina dengan menunjukkan pose 'seksi'.


"Ya udah deh... Besok sore pulang sekolah langsung latihan dasar ya! Sama belajar formasi!"


"Oke!"


"Makasih Riska..."


"Sama-sama!"


Raina berpikir, apakah benar keputusan secepat ini. Seingatnya, Cheerleader itu harus kurus dan lentur. Sedangkan Raina, mencium lututnya sendiri saja tidak sampai.


"Dih... Lo nggak tau sih, seberapa kuatnya kemauan gue. Jadi gini, gue minta tolong... Lo harus jadi manager buat gue sekarang, lo harus bisa jadi pemandu buat gue biar gue bisa jadi anggota Cheerleader yang bagus ok!" pinta Raina


"Hah? Buat apa? Join ya tinggal join, trus gabung sama yang lain!" jawab Diva


Raina memohon pada Diva, "Please... Ini menyangkut masa depan gue! Please bantu ya! Jadi mentor gue!"


"Oke... Gue itu dari SMP udah join Cheers, jadi gue bakal jadi mentor yang baik buat lo!" jawab Diva bersemangat


"Makasih friends!"


Raina sedikit tenang sekarang karena adanya ide untuk kado Surya. Setidaknya ia akan tidur nyenyak malam ini.


***


Istirahat


Raina pergi bersama teman-teman menuju kantin begitu bel istirahat berbunyi. Ia langsung duduk di tempat biasa dan sesegera mungkin memesan makanan kesukaannya.


"Bu... Mie ayam sama es kelapa muda 1 ya!" pesan Raina


"Siap non Raina..."


"Eh bu tunggu!" Diva mencegah


"Kenapa Div?"


"Mie nya setengah porsi aja, yang lain sawi aja. Sawi nya di banyakin ya bu, mie nya dikit nggak papa asal sawi banyak. Berapapun harganya, dia bayar!" pesan Raina


"Ok non!"


"Div... Apa-apaan sih! Gue laper!" Raina membantah kesal


"Eits... Lupa tadi mau apa? Gue jadi mentor sekarang! Kalori harian kamu itu sekitar 1.300-3.200 kkal. Seporsi mie ayam itu sudah mengandung sekitar ±421 kkal. Kalo mau badan langsing, maksimal harus konsumsi 1.000 kalori. Jadi kalo kamu makan mie ayam sekarang, kamu mau nggak makan malam?" tanya Diva


"Nggak mau...." Raina menjawabnya pasrah


"Ya udah nurut! Kamu lihat nggak, badan kamu itu kecil tapi banyak lemak. Jadi kalo Sabtu Minggu ikut aku ke Gym, bakar kalori kita!" ajak Diva dengan entengnya


"Iyaaa...."


Raina lemas sendiri membayangkan tidak bisa memakan mie ayam nikmat itu. Sedangkan yang lain heran, sejak kapan Raina suka diet.


"Lo berpengalaman banget kayaknya di bidang per-dietan!" cibir Dika


"Ya iyalah.... Gue dulu juga diet, lo pikir dapat tinggi 165 cm dan berat 47 kg itu gampang? Tidak semudah itu Ferguso!" jawab Diva


Naya ikut bersuara, "Emang apa susahnya diet?"


"Saat SMP aku di ejek karena gendut, hanya karena tinggiku 160 dan berat 65 kg. Sering di bilang gendut jelek, jadi aku berusaha keras untuk diet. Dalam 1 bulan berat badanku turun tinggal 50 kg, dan sejak saat itu juga pandangan ku pada orang-orang sedikit meremehkan karena mereka hanya memikirkan penampilan!"


"Wah... Hebat sekali, tiap kali aku diet... Besoknya aku makan lalu malah naik 3 kg. Share dong tipsnya biar sukses diet!" Naya mendekati Diva


"Masa, cewek cantik kayak lo dulu gendut?" tanya Arkan


"Nggak percaya akutu..." Dika bersuara


"Yah... Begitulah adanya, aku gendut dan tidak bisa berdandan. Tapi setelah aku cantik, mereka datang padaku untuk pansos? Dasar penjilat!" tegas Diva yang sedikit kesal karena mengingat masa lalunya yang suram.


"Tapi bagaimana caramu diet? Dalam 1 bulan, dari 65 menjadi 50? Kau tidak sedot lemak?" tanya Naya


"Enak saja! Aku hanya mencoba diet ala IU."


"IU?"


"Ya... Dia salah satu artis Korea yang cantiknya kelewatan. Dan badannya, wah benar-benar kecil."


"Apa yang ia lakukan agar kurus?"


"Pagi aku makan apel 1 buah, siang makan 1 umbi dan malam hanya minum 1 gelas susu protein."


"Haaaa??? Kau tidak mati setelah itu?" tanya Raina tidak percaya


"Hmm.... Cemoohan orang membuatku kenyang sendiri. Paling-paling aku hanya merasa lemas dan merasa sedikit bodoh karena kekurangan makanan. Dan hari ke-3 aku pingsan karena kelaparan!"


"Apa? Apa ibumu tidak memarahimu?" tanya Raina tak percaya


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Ada yang kenal IU?