My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Studi Tour



"Dasar cewek sialan! Nggak mikir Surya, gue keluarin lo dari sekolah ini! Lo pikir lo siapa? Orang tua gue juga salah satu pemegang saham sekolah ini. Dasar cewek sialan!" geram Ara sambil mengepalkan tangannya.


Diva bertanya-tanya pada Raina tentang kejadian tadi karena kepo. "Tadi kenapa sih Na? Lo berantem sama dia?" tanya Diva kepo


"Biasa, setan kan suka cari-cari perhatian..."


"Oh... Tapi dia kok ngebet banget sih jadi cewek? Gue yang liatnya aja jijik. Padahal udah tau kalo Surya itu pacar lo," kata Diva yang kesal sendiri karena kelakuan Ara.


"Lah mana saya tau? Mungkin dia merasa berkuasa karena keluarganya," pikir Raina.


"Dih... Seberapa berkuasa emang keluarga dia? Kan lebih berkuasa keluarga Surya, Apalagi lo menantunya...." ucap Diva terpotong karena Raina membungkam mulut Diva secara tiba-tiba.


Diva kesal dan cemberut, "Apaan sih Na! Gue baru aja tancap loh! Liptint gue mahal."


"Jangan keras-keras ngomongnya! Itu masih rahasia tau! Masalah liptint gampang kalo mau ambil aja di rumah ada banyak tinggal milih..." ujar Raina degan begitu santainya.


"Beneran lo?"


"Iya, Surya sering beliin, bunda juga. Padahal gue nggak pake semuanya, akhirnya banyak yang nganggur di rumah. Ambil aja beberapa nggak papa..."


"Seriusan nih?"


"Ni muka kelihatan bercanda ya?" tanya Raina sambil menunjukkan wajah seriusnya.


"Ok nanti gue minta satu!"


"Ajak Naya sekalian... "


"Siap!"


***


1 Bulan Kemudian


Tiba saatnya untuk Study Tour Edu Global High School. Surya sudah bangun sejak pukul 01.00 malam. Sedangkan Raina? Masih memeluk gulingnya begitu erat.


"Woy bangun! Ikut tour kaga?" kata Surya sambil menarik guling Raina agar ia segera bangun.


"Apa sih! Bentar lagi ya, 5 menit lagi..."


"Gak bangun sekarang gue tinggal! Lo nggak inget ya? Pembimbingnya itu Bu Arum!"


Secepat kilat Raina langsung bangun karena tidak ingin kena semprot Bu Arum. Meskipun Bu Arum itu baik, tapi saat marah, sungguh menyeramkan. Semua murid tau itu, khusunya anak-anak yang suka melanggar peraturan.


"Gue mandi duluan yah... Nanti biar nggak telat!"


Surya geleng-geleng kepala melihat tingkah Raina yang panik dan gerak cepat saat di ancam.


.


.


.


.


.


Pukul 01.30 mereka tiba di sekolah dengan di antar oleh ayah dan bunda. Surya segera pergi untuk mengurus urusan OSIS, ayah membuka acara Study Tour dengan sambutannya, sedangkan bunda sibuk absen barang-barang yang akan di bawa.


"Jaket?"


"Ada bunda..."


"Trus.. Dompet gimana dompet?"


"Ada juga bunda.."


"Hp?"


"Bunda... Bunda udah cek 3x sejak dari rumah loh..."


"Ya bunda khawatir kalo ada yang ketinggalan! Jogja kan jauh... Nanti bunda perlu nyusul ke sana kalo mau anterin barangnya. Eh apa di tinggal 1, biar bunda nanti anterin sama Ayah. Jadi bunda bisa sekalian liburan..."


"Jangan deh bunda... Bunda kan kalo mau liburan langsung bisa ke manapun dan kapanpun,"


"Iya juga sih..."


Ara yang melihat Raina dan Bunda pun iseng untuk sekedar menyapa, "Halo tante..."


Bunda dan Raina pun menengok, "Oh, kamu itu putrinya Bu Rani kan?" tanya Bunda..


"Iya tante..."


"Sekolahan gimana?"


"Oh gitu ya, selamat deh. Tapi jangan terlalu dekat sama Surya ya, tau sendiri kan kalo Surya udah punya pacar? Dan orangnya ada di samping tante ini..." jelas Bunda to the point.


Ara terdiam sejenak, karena sebelumnya sikap Bunda tidak seperti ini padanya. "Iya tante, tenang aja. Aku bakal jaga jarak kok sama Surya..."


"Na..." Arkan berteriak memanggil Raina dari kejauhan. Raina menengok dan mencari sumber suara.


"Bunda... Nana pergi dulu gabung sama temen-temenku ya bun." ucap Raina meminta izin pada Bunda.


"Iya... Hati-hati ya sayang, titip Surya sama kamu ya."


"Iya bunda..."


Bunda sedikit mendekat dan membisikkan sesuatu pada Raina, "Kamu jaga baik-baik Surya ya! Kayaknya Ara ini mau deketin Surya. Tapi tenang aja, bunda sepenuhnya milih kamu kok! Kamu lebih berhak buat Surya!"


"Iya bunda..."


Bunda mencium pipi Raina penuh kasih, hal itu membuat Raina teringat akan almarhumah mamanya.


"Baik-baik di selama tour... Kalo pengen jajan tinggal beli aja jangan sungkan ok!"


Raina memeluk erat Bunda, "Iya bunda... Nana pergi dulu ya!"


"Iya hati-hati..."


Raina pergi untuk bergabung dengan teman-temannya. Ara sedikit kesal melihat keakraban Raina dan Bunda, ia tak mengira mereka sedekat itu.


"Sialan! Kenapa mereka ternyata sedekat itu? Tenang Ara, tenang.. Kau cantik, pintar dan kaya. Siapapun pasti menyukaimu" batin Ara untuk menenangkan pikirannya sendiri.


"Ya udah ya, Tante mau pergi dulu ya..."


"Iya tante... Hati-hati tante."


Bunda pergi untuk menyusul Ayah. Ayah membacakan beberapa sambutan dan secara resmi membuka kegiatan Study Tour Edu Global High School 2020.


Setelah acara doa bersama, semua di bubarkan dan mencari tempat duduk masing-masing. Semua duduk berpasangan dengan teman sebangkunya. Raina berada di bis ke-4 dan barisan nomor 2 dari depan bersama Maxime.


"Gue duduk deket jendela ya..." pinta Raina pada Maxime.


"Ok."


Raina dengan senang hati duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan. Maxime tersenyum karena masih bisa duduk dengan Raina.


Setelah duduk, semuanya mendapat jadwal perjalanan, masing-masing anak mendapat satu lembar.


"Loh, kok tujuan pertama anak IPA dan IPS beda?" tanya Raina setelah melihat jadwal perjalanan.


"Masa sih?" tanya Maxime tak percaya.


Di tujuan pertama, anak IPA akan pergi ke Gembiraloka Zoo, sedangkan anak IPS akan pergi ke Keraton Yogyakarta.


Maxime berpikir kenapa bisa berbeda, "Oh iya, mungkin karena tugas. Ingat nggak? Beberapa hari yang lalu Pak Rudi kasih pengumuman."


"Yang mana?"


"Pak Rudi bilang kalo Study Tour ini juga sekaligus Studi Banding. Mungkin karena itu juga, anak IPA mempelajari hewan dan anak IPS mempelajari Sejarah Keraton Yogyakarta," jelas Maxime


Raina baru ingat kalau di kelasnya di bagi kelompok untuk Studi Banding juga, "Oh iya lupa! Pantes aja kemaren anak IPA bayarnya lebih mahal, karena beda tujuan ya."


"Jadi nanti yang buat catatan tentang sejarah Keraton siapa? Trus dokumentasi? Dan yang lain-lainnya?" tanya Maxime.


"Gue dokumentasi aja deh, jangan catatan. Buat catatan nanti Naya aja yang paling rajin diantara kita!"


"Ya udah..."


Raina membuka ponselnya dan melihat ada pesan masuk dari Surya, ia pun membukanya diam-diam.


From : Oppa Tersayang


Tujuan pertama nanti kita beda, jaga diri, jangan jauh-jauh dari guru dan jangan deket-deket sama Maxime! 👊


Raina senyam-senyum sendiri membaca pesan dari Surya. Maxime penasaran kenapa Raina senyum-senyum dari tadi.


"Kenapa senyam-senyum? Ada yang lucu di hp? Lihat dong..." pinta Maxime sambil berusaha melihat ponsel Raina.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Kak, mana ada tour satu sekolah beda tujuan?


STOP!!! Ini hanya novel, jangan baperan jadi orang! Come on, semua orang bebas berimajinasi ok.


Buat yang pengen poin gratis, join GC ku. Aku mau bagi-bagi poin banyak. Aku tunggu sampai nanti malam pukul 12.00 ok ❤️