My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Kekehan Sinis



Raina mengucek matanya agar benar-benar terbangun. Ia bertanya pada Maxime, "Ini bahas apa sih?"


"Tujuan Study Tour sekolah!"


"Ohh..."


"Jadi kelas ini mengusulkan untuk tujuan Study Tour ke mana?" tanya Pak Rudi sekali lagi.


Raina yang masih sedikit mengantuk pun menjawab, "Terserah deh pak! Asal jangan ke Neraka aja..."


"Ya sudah kalau begitu, berarti kelas ini tidak ada saran ya! Ok kita bisa mulai pelajaran ya..."


Anak-anak lain melemparkan tatapan sinis pada Raina seolah menyalahkan Raina karena terlalu cepat untuk ambil keputusan. Akhirnya, waktu diskusi pun sebentar dan pelajaran segera di mulai.


***


Di Kantin


Waktu istirahat tiba-tiba, Raina yang masih belum sepenuhnya sadar dari rasa kantuknya karena baru bangun juga pun hanya menatap semangkuk mie ayam di depannya sambil bengong.


Raina menggaruk kepalanya, "Ini jam berapa sih? Ngantuk banget gue!" keluh Raina.


"Sadar-sadar... Ini udah mulai siang! Semalem ngapain aja sih sampe ngantuk gini!" celetuk Arkan


"Semalem lo begadang Na?" tanya Maxime pada Raina.


"Cuma main PS aja, tapi nggak terasa jam nya. Akhirnya kebablasan deh, dan gue kira hari ini itu hari minggu. Kalo pagi nggak ada yang bangunin, mungkin gue masih tidur sampe sekarang..."


Naya terkejut mendengarnya, "Kok pagi sampe siang malah tidur? Kamu siluman kelelawar?"


Diva ikut menyela, "Lo nggak tau? Raina kalo udah niat begadang mah bisa jadi makhluk Nokturnal... Pagi sampe siang dia tidur, malem sampe pagi dia bangun!"


"Kamu nggak sakit Na kayak gitu?"


"Iya... Perasaan lo juga sering kayak gitu deh, nggak sekali dua kali..."


Dika ikut nimbrung, "Jangan sering-sering begadang! Ngerusak kesehatan!"


Faris tak kalah, "Bisa mempercepat kematian tau nggak!"


Raina mengangkat pandangannya dan menjelaskan, "Gini ya! Jangan anggap semua begadang itu buruk! Lo tau? Salah satu ciri-ciri orang jenius itu sering begadang. Kenapa? Otak orang jenius lebih aktif saat malam hari, ketika mereka ingin beristirahat, otak lebih banyak bekerja dan menemukan ide-ide brilian baru. Sedangkan hari sudah malam untuk melakukan apapun, akhirnya mereka hanya memikirkan itu sampai larut!"


"Tapi kan sering-sering begadang itu nggak baik buat kesehatan! Gue nakal di sekolah, tapi nggak kuat begadang. Jam 10 ke atas pasti udah ke pulau mimpi..." sela Arkan.


"Itu beda zheyenk, untuk tipe tidur, manusia memiliki beberapa macam. Salah satunya adalah manusia normal dan manusia Nokturnal. Manusia normal itu memiliki jadwal tidur yang teratur dan sama seperti pada umumnya. Kalau manusia Nokturnal itu kebalikannya, mereka akan merasa lemas, lelah dan mengantuk saat siang hari dan semangat atau dapat ide-ide baru saat malam hari!" jelas Raina yang tak mau kalah.


"Tapi kok daya imun lo kuat banget sih? Sering begadang padahal..."


Raina menjawab dengan santai, "Karena gue termasuk manusia Nokturnal yang jenius! Makanya jangan banyak komplain kalo gue begadang! Walau nilai gue jelek mulu, gue juga pernah pinter ya!"


"Kenapa nggak di lanjut jadi pinternya?"


Raina mengendikkan bahunya, "Entah... Mungkin karena belum ada pemicu aja. Dunia gue saat ini terlalu membosankan buat berlomba-lomba..."


"Dih..."


Raina memposisikan tangannya senyaman mungkin di atas meja kantin, "Udah! Gue mau tiduran bentar ya! Kasih tau kalo Surya dateng!"


"Ok... Tapi jangan lama-lama tidurnya, mie lo nanti nggak enak!"


"Iya!"


Raina mulai memejamkan matanya, baru sejenak ia bersantai, Surya datang dan menarik dahi Raina ke belakang agar bangun.


"Bangun-bangun! Udah Isya' nih" gurau Surya yang baru datang dan duduk.


"Apa sih narik-narik! Ngantuk tau nggak!" kesal Raina.


"Salah sendiri semalem begadang lagi! Bangun-bangun! Ini mie lo kan? Buruan makan!"


"Lemes..."


"Gue suapin sini!"


Raina pun duduk dengan wajah cemberut, Surya menyuapi Raina pelan-pelan. Teman-temannya hanya menjadi penonton kemesraan ini.


"Astagfirullah Zina!"


"Mataku! Tidaakkk...."


"Hareudang... Hareudang...."


"Tarik sis! Semongko...."


"Kampret ni anak!"


"Btw... Kalian udah tau kira-kira Tour kita mau kemana?" tanya Surya.


"Belum! Eh kasih tau bocoran lah! Lo kan Ketua OSIS..."


Surya nampak sedikit serius dan melirihkan suaranya, "Kemungkinan nanti kita Tour ke Yogyakarta..."


"Oh wow! Kota seni man!"


"Oh yes! Aku mau belanja banyak gantungan kunci di Malioboro!"


"Gue mau beli Gudeg satu ketel!"


"Ris... Kita berburu kuliner ya!"


"Ashiap santuy!"


Surya mengode agar yang lain agak melirihkan suaranya, "Jangan keras-keras! Itu mulut apa Toa sih! Jangan di sebar dulu informasi ini, karena masih rahasia. Cukup kita yang tau..."


"Siap bang!"


.


.


.


.


Setelah waktu berlalu, Raina sedang berjalan bersama Diva melewati lorong sekolah. Naya saat ini sedang berbagi kemesraan dengan Arkan.


"Btw... Nanti ke pantai nggak ya?" tanya Diva penasaran.


"Doain aja deh... Yang penting ada main airnya, gue suka main air!" jawab Raina santai.


Diva berhenti sejenak, "Na... Temenin gue ke toilet yuk!"


"Kuy..."


***


Di Toilet


Di toilet Raina menunggu Diva di luar, namun malah tak sengaja berpapasan dengan Ara di luar toilet.


"Hai Na..." sapa Ara.


Raina tak merespon, ia hanya memandang Ara dari atas sampai bawah dengan tatapan datar lalu mengabaikannya.


"Gini... Gue mau ijin ya, nanti mau ajak Surya rapat dulu. Bukan apa-apa, ini bahas masalah tour kok. Kamu jangan salah paham ya..." jelas Ara pada Raina.


Raina hanya terkekeh, "Kenapa harus salah paham? Gue lebih percaya sama Surya daripada lo, lagian dia udah bilang sama gue kok."


"Oh ya udah kalo gitu, syukur deh. Gue nggak mau kalian salah paham gara-gara gue, kan lo pacarnya Surya. Jadi menurut gue, lo perlu tau..."


"Its okay, lagian udah tau dia pacar gue, kenapa sok-sokan ngomong gitu ke gue? Mau pamer atau apa nih niatnya?" tanya Raina dengan nada menyindir.


Cklek...


Diva keluar dari kamar mandi, ia terkejut melihat Ara yang sedang berhadapan dengan Raina.


Ara menggoyangkan tangannya ke kanan dan ke kiri, "Enggak gitu... Gue cuma nggak mau kalian salah paham gara-gara gue. Gue cuma care aja kok, jangan sampe hubungan kalian renggang gara-gara gue."


Raina menjawab dengan santai, "Santai sis... Ini hubungan gue sama Surya, kenapa lo yang repot banget?" tanya Raina dengan kekehan sinisnya, "Div yuk balik!"


"Ok..."


Raina maju selangkah dan sedang berdiri di samping Ara dengan arah yang berlawanan, "Dan satu lagi... Jangan caper sama gue! Karena sampai kapanpun, gue nggak bisa akur sama setan..."


Raina melenggang begitu saja pergi bersama Diva. Ara mengepalkan tangannya kesal karena kata-kata Raina.


"Dasar cewek sialan! Nggak mikir Surya, gue keluarin lo dari sekolah ini! Lo pikir lo siapa? Orang tua gue juga salah satu pemegang saham sekolah ini. Dasar cewek sialan!" geram Ara sambil mengepalkan tangannya.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Terima kasih atas ucapan ulang tahunnya ❤️ maaf nggak bisa balas satu-satu. Terima kasih karena selalu menyemangati saya❤️ Love you all❤️❤️❤️❤️❤️