My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Diet (2)



"Hmm.... cemoohan orang membuatku kenyang sendiri. Paling-paling aku hanya merasa lemas dan merasa sedikit bodoh karena kekurangan makanan. Dan hari ke-3 aku pingsan karena kelaparan!"


"Apa? apa ibumu tidak memarahimu?" tanya Raina tak percaya


"Yah... dia memarahiku jelas, tapi itu tidak membuatku kapok. Aku semakin semangat karena saat aku timbang berat badan, dalam 3 hari diet seperti itu aku turun 5 kg. Jadi aku lanjut sampai terkunci di berat badan yang sekarang!"


"Wah.... gue kagum dengan perjuangan cewek langsing!" sela Maxime


"Lo kok nggak mati?" tanya Raina bingung


"Mana ada mati karena diet 3 hari!" kesal Diva


"Reaksi mama papa lo gimana waktu tau lo kurusan?" tanya Naya


"Ya mereka semangat lah! salah satu alasan gue di bully karena mama gue cantik, badannya semampai tinggi langsing. gue kadang juga heran, mama itu ratu makan tapi nggak gendut-gendut. Giliran gue makan camilan 1 bungkus aja, bisa langsung naik 1 kg. Mo nangis rasanya..."


"Kok ada ya yang di karunia berkah seperti itu. makan banyak tapi nggak gendut-gendut..." sela Naya membayangkan kalau itu dirinya


"Cacingan kali hahahaha...." tawa Arkan, Dika Faris dan Maxime


"Pala lo peang! gue tanya lah sama mama apa tipsnya biar kurus. Jawabannya malah 'makan aja yang banyak'. emang ada makan banyak tambah kurus!"


"Ada... kalo makan hati cepet kurus."


"hahahaha...."


***


Pulang Sekolah


Raina sepakat untuk belajar dasar-dasar gerakan kelenturan bersama Diva. Ia pulang bersama Diva, di tengah jalan ia melihat warung Nasi Padang yang cukup menggiurkan.


"Wah ada Nasi Padang... Makan dulu yuk Div, Nasi Padang sama telur kayaknya enak deh. Lagian tadi gue belum makan sore," ajak Raina


"Eits... Nasi Padang sama telur, punya kalori sekitar ±850 kkal. Kamu udah makan 420 kalori. Mau gagal diet?" Diva mencegah


"Sekaliii aja ya, please!" Raina memohon-mohon pada Diva


"No no no no! Harus disiplin! Ini juga pilihan kamu sendiri kan? Jadi ayo langsung pulang, makan di rumah aku aja!"


Raina hanya pasrah dan berjalan pulang menuju rumah Diva. Meski sebenarnya di sepanjang jalan ia menyesal karena tidak memakan nasi Padang tadi.


***


Rumah Diva


"Mama... Aku pulang!" teriak Diva


Rumah yang tidak terlalu mewah namun juga tidak sederhana. Seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan keluar dengan style yang benar-benar modis dan badan yang tetap bagus. Tentu saja membuat Raina super duper iri.


"Eh ada anak mama... Gimana sekolahnya? Asik kan, iya lah pasti asik. Sana masuk lalu makan ok! Mama masak ayam bakar madu loh tadi..." ucap wanita paruh baya yang terlihat anggun dan cantik itu


"Mama.... Ini temen Diva, namanya Raina. Jangan berani-berani mama kasih dia camilan atau makanan berat di belakang Diva. Kita berdua lagi diet buat persiapan Cheerleader ok!" pinta Diva


Mama Diva geleng-geleng kepala, "Kamu ini dari dulu diet terus. Lihat badan kamu ini terlalu kurus, makan yang banyak biar agar besar badannya. Nanti tetangga ngira mama nggak kasih makan!"


"Ih mama... Jangan dengerin kata tetangga, yang kasih makan Diva itu mama, bukan tetangga. Berkomentar itu memang hak mereka, tapi diet itu hak Diva!"


"Ah terserah kamu lah Div... Raina kan? Ayo masuk sini!" panggil Mama Diva


"Temennya Diva ya? Sering-sering aja main ke sini, biar dia banyak makan. Lihat, setidaknya kamu harus punya badan seperti Raina ini. Nggak terlalu kurus, lagian jadi model badannya nggak harus setipis papan. Yang penting kan ideal," jelas Mama Diva


"Ih... Omong kosong kalau bilang di jaman sekarang itu orang nggak memandang penampilan. Setiap pertama kali bertemu orang kan yang dinilai itu penampilannya. Jangan sok-sokan bilang, menilai orang dari itu dari sikapnya. Sikapnya baik, tapi penampilan kucel juga nggak ada temen loh ma. Contohnya Diva..."


"Contoh apaan? Kelakuan kamu baik? Ngomong aja sepedes cabe gitu!" cibir Mama Diva


"Ih... Mama ini mamanya siapa sih! Orang itu bebas mengekspresikan kata 'MENARIK' di diri mereka. Ada yang dengan pakaian, make up, wajah dan lainnya. Kalo Diva itu badan, jadi jangan halangi Diva diet!" kesal Diva


"Ah terserah kamu lah... Yang penting kalo laper buruan makan, jangan nunggu mati baru makan. Soalnya kalo udah mati nggak bisa makan!" jawab Mama Diva


"Iya deh ma iyaa...."


Raina hanya diam menyaksikan adegan debat politik antara menteri makanan dan menteri penampilan. Raina hanya menganggap kalau dirinya sedang menjadi Moderator.


***


Di Kamar Diva


"Lo laper kan? Mau makan? Kalo mau gue ambilin sekalian, kalo lo turun ambil makan nanti sama mama diambilin 1 kg daging ayam. Jadi gue aja yang ambil!" Diva menawarkan makanan.


"Wah boleh-boleh!"


Raina langsung iya-iya saja agar tidak mati kelaparan. Fantasinya kian meliar, bayangannya kemana-mana karena teringat mama Diva yang memasak ayam bakar madu.


Cklek...


"Makasih banget loh Div... Jadi ngerepotin deh," ucap Raina malu-malu


"Haih nggak papa, cuma makanan doang kok!" jawab Diva


Diva memberikan 1 nampan berisi mangkuk dan 1 gelas air putih. Raina langsung semangat 45 mengambil nampan dari tangan Diva.


"Makasih banget loh... Lain kali ganti gue traktir deh lo!" ucap Raina girang


Raina mengambil nampan itu, lalu ua terdiam melihat menu yang ada di nampan itu.


"Tadaa... Suprize, ini makanan yang sehat banget dan bagus buat kesehatan. Makan yang banyak, kalo kurang bilang. Soalnya, kalo makan ini boleh nambah kok!" ucap Diva semangat


Nafsu makan Raina hilang seketika saat melihat makanan didepannya. Ia ingin segera membanting nampan itu, tapi masih di kamar Diva membuatnya simalakama.


"Kenapa? Tersentuh ya? Biasa aja kok, ayo makan. Kita makan bareng! Nih aku juga makan!" ujar Diva


Diva memakan makanannya dengan lahap, sedangkan Raina tidak lagi nafsu makan. Untuk minum saja Raina tidak ingin merasakannya.


"Lo suruh gue makan ini?" tanya Raina


"Iya... Ayo di makan, enak loh ini!" jawab Diva


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏


Kira-kira apa makanan Raina ya? Komen di bawah kuy...



Emak-nya Diva tuh...😂