My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Kepanasan



Raina pun membuka plastik yang satunya, ia terdiam sejenak. Lalu Raina mengeluarkan isinya.


"Ini..."


"Buat lo," jawab Surya


Raina mengeluarkan sebuah kotak ponsel dari dalam plastik, ia melihat dengan seksama dan berharap ini bukan mimpi.


"Ini buat gue?" tanya Raina


"Iyalah, masa buat Bi Iyem," jawab Surya


"Oh... Sebenernya aku pengen bukan yang tipe ini sih, tapi nggak papa lah daripada nggak ada," jawab Raina santai


Tanpa mengucapkan terima kasih, Raina langsung pergi begitu saja.


"What? Tau gitu nggak usah beliin hp mahal-mahal buat dia!" kesal Surya


***


Di Kamar


Raina jingkrak-jingkrak di dalam kamar melihat ponselnya yang baru, walau bukan seperti keinginannya setidaknya ini lebih mahal daripada yang dia inginkan.


"Wuhu.. Hp gue baru coy! Hp gue baru! Hp gue baru! Tak gintang-gintang" Raina bersenandung ria


Tapi kalo dipikir-pikir sweet juga tu anak. Eh apaan sih! Tapi nggak bohong, kalo gini caranya... Lama-lama gue baper - Batin Raina


Raina langsung menyalakan ponsel barunya, ia tidak menyangka sudah ada banyak foto-foto papanya bahkan foto-foto yang sebelumnya tidak ada di hp lamanya. Data-data lama Raina pun juga sudah ada di ponsel barunya.


"Eh kok ada ini? Perasaan foto ini dulu ilang deh," gumam Raina


Raina melihat fotonya bersama Surya, meski Raina dan Surya sering bertengkar, tapi mereka juga sering akur kok.



"Imut juga dia di foto," gumam Raina


Pukul 9 malam Raina tertidur, Surya baru saja selesai menonton bola, ia melihat istri kecilnya yang sepertinya tertidur pulang. Dengan langkah yang halus, Surya beranjak ke ranjang.


Surya menyibakkan rambut Raina, melihat setiap jengkal wajah Raina. Hidung kecil mungil, mata bulat dengan bola mata coklat terang, bulu mata yang lentik hitam, dan bibirnya yang merah tipis kecil imut. Benar-benar pemandangan indah untuk Surya.


Cup...


Surya mengecup kening Raina, "Good night my wife."


***


Hari Senin


Tanpa alasan yang jelas, mama Raina seperti mengusir Raina dan Surya. Mamanya meminta Raina dan Surya tinggal di rumah keluarga Surya. Padahal alasannya biar Raina lebih bertanggung jawab.


Pagi-pagi Surya sudah mengadakan parade untuk membangunkan Raina, dengan berat hati Raina bangun lebih awal hari ini.


"Sarapan buruan, ayo sekolah!" ajak Surya


"Hmm..."


Raina berjalan tak semangatnya menuju garasi, berangkat pukul 06.15? Astaga, bahkan biasanya Raina belum bangun di jam segitu.


"Ay... Ini masih jam 06.15 loh? Rumah lo ke sekolah cuma 5 menit! Kenapa sepagi ini sih!" gerutu Raina


"Buka gerbang, dan ngurus persiapan upacara di sekolah," jawab Surya


"Aelah... Pak satpam kan ada, terus buat upacara biar jadi urusan yang jadi petugas kali," protes Raina


"Jadi Ketua OSIS itu bukan cuma menyandang jabatannya doang, tapi kewajiban juga dijalankan. Anggap saja belajar tanggung jawab," jelas Surya


"Aelah... Besok-besok kan masih bisa," bantah Raina


"Tanggung jawab di dunia aja di tunda-tunda, trus nanti tanggung jawab sama yang di atas gimana?" tanya Surya


"Ah bodo! Serah lo dah," jawab Raina


Raina dan Surya berjalan menuju garasi, Surya mengambil sepedanya. Raina langsung protes.


"Kalo lo berangkat make sepeda, gue nggak mau sekolah," ketus Raina


"Huh... Kenapa lagi?" tanya Surya


"Capek Ay, lo yang nyetir sepeda mah nggak kenapa-napa. Yang di boncengin sakit di punggung," protes Raina


"Ck, tunggu di luar," Surya berdecak


"Hmm...."


"Yuk..." ajak Surya


"Dasar holang kayah!" cibir Raina


Raina masuk ke dalam mobil lalu berpikir sejenak tentang kehidupannya yang sekarang.


Nggak papa sih motor di ambil, lagian suami punya mobil bagus. Hehehehe... Emang ya kehidupan Raina selalu disertai keberuntungan - Batin Raina sambil senyam-senyum


"Kenapa lo? Gangguan?" tanya Surya


"Enak aja lo ngomong! Btw, lo beneran udah bisa nyetir mobil?" tanya Raina memastikan


Surya mengerutkan keningnya, "Kenapa emangnya?"


"Ya gue khawatir aja kalo naik mobil sama orang yang tidak berpengalaman," sindir Raina


"Naik sepeda di protes, naik motor katanya rambutnya rusak lah ini lah itu lah, naik mobil juga di protes," cibir Surya


"Yee.... Gue kan nanya,"


"Tenang aja, gue udah punya SIM!"


"Oh ya udah,"


***


Di Sekolah


Seperti biasa Raina mengikuti upacara sambil diperhatikan oleh banyak guru karena benar-benar tidak biasa kalau Raina tidak telat di hari Senin.


"Kantin dulu gimana abis upacara?" tanya Raina


"Nggak lah," jawab Dika


"Napa oy?" tanya Arkan


"Gue denger, ada anak baru di kelas kita gan," jawab Faris


"Kok gue nggak tau?" tanya Raina dan Arkan bersamaan


"Kalo Raina mah ketua kudet, kalo lo mah... Kebanyakan Ara," cibir Dika


"Sialan!"


***


Di Kelas


Raina langsung duduk di kursinya lalu mengeluarkan kipas elektrik dari dalam tasnya.


"Panas Na?" tanya Maxime


"Tau nih, kayaknya mau ujan tapi panasnya nauzubillah," ucap Raina


"Iya sih, agak gerah hari ini," jawab Maxime


"Kapan nih kelas ada AC-nya," kesal Raina


"Yang itu baru bikin gue gerah," sela Dika dan Faris


"Apa oy?"


Pak Rudi datang bersama seorang siswi perempuan cantik dan memiliki tubuh yang menarik.


"Selamat siang anak-anak didik bapak yang pintar," sapa Pak Rudi


"Hoax pak!" gumam Raina


"Hari ini kalian ada temen baru.. Yeeyyy..."


Krik... Krik...


Kelas benar-benar sepi tanpa ada respon dari anak-anak lain. Karena anak-anak lain sedang kepanasan.


"Ehem... Kamu perkenalkan diri,"


"Hai... Nama saya Diva, saya harap kita bisa jadi teman baik," ujar siswi baru


"Baik Diva... Saya tinggal dulu, kamu terserah mau duduk sama siapa. Saya mau sarapan dulu," ucap Pak Rudi tidak perduli


"Udah kelasnya mbuluk, dapet wali kelas gesrek pula," cibir Raina


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏