
"Ya udah nggak usah heran... Lo udah makan? Pengen makan apa? Gue beliin sekarang!"
Raina bersemangat mendengar akan dibelikan makanan oleh Surya. Raina langsung berpikir, apa yang enaknya ia makan.
Nasi Padang? Nasi goreng? Soto? Mie Ayam? Yakiniku? Chicken Steak? Chicken Burger? Bakso? Ahh... Semua enak, jadi pengen makan semuanya! - Batin Raina
Raina kembali mengingat kata-kata Diva mengenai Kalori, "Ehm... Nggak usah deh Ay. Gue udah kenyang, tadi udah makan di rumah Diva."
"Beneran?"
"Iya beneran!"
"Emang makan apaan?"
"Nasi sama ayam bakar madu, enak kan? Iyalah..."
"Oh... Kalo laper bilang, jangan di tunda!"
"Ok!"
Raina menelan ludah dan menahan nafsu makannya saat mencium bau sate ayam di pinggir jalan.
Kapan siksaan diet ini berakhir? Gue nggak mau diet-diet lagi! Gue mau makan! - Teriak Raina dalam hati
Raina mengotak-atik ponselnya lalu meminta Surya untuk mampir ke Hypermart.
***
Di Hypermart
"Mau beli apa sih?" tanya Surya penasaran
Raina membuka pintu mobil, "Beli susu, lagi pengen susu!"
"Nggak mau susu segar?"
"Maa... Nggak deh, nggak terlalu suka."
"Ya udah ayo gue anterin!"
"Nggak usah..."
"Nggak papa, malem-malem nggak baik cewek pergi sendirian!"
Raina hanya pasrah saat Surya memaksa ikut masuk ke dalam supermarket. Raina dengan ragu-ragu mengambil keranjang belanja, Surya merasa aneh dengan tingkah Raina.
"Lo kenapa sih?" tanya Surya
Raina memandang Surya dengan puppy eyes-nya, "Beliin ya... Bubu yang bayarin ya..."
Surya salah tingkah, wajahnya sedikit memerah. Ia langsung berdehem sambil menutupi sedikit wajahnya, "Ya udah ambil aja apa yang lo suka! Gue yang bayar!"
"Makasih... Sayang deh sama bubu..."
Raina jingkrak-jingkrak pergi menuju tempat yang ia inginkan. Sementara Surya ingin tenggelam saja rasanya, sejak kapan panggilannya menjadi bubu? Bukankah ini terlalu romantis?
Raina pergi ke tempat susu, ia melihat dengan seksama rak susu dari ujung utara sampai ujung selatan.
"Mana nih? Nah ini dia!"
Raina langsung mengambil beberapa kotak susu Diamond Low Fat dan Ultra Milik Low Fat Hi-Calcium.
"Akhirnya... Moga-moga nggak laper!"
Ini terjadi karena tadi Raina tadi membaca sebuah artikel yang menerangkan kalau kedua susu itu mengandung kalori di bawah 100. Makanya Raina langsung gercep otw beli.
"Ok, pasti lebih gampang! Harusnya Diva bolehin lah... Kan kalorinya rendah!"
Raina membeli beberapa camilan rendah lemak lainnya untuk orang diet dan beberapa porsi Oatmeal untuk sarapan pagi.
Raina melihat keranjang belanjaannya yang penuh, "Nah udah... Lah, banyak banget aku ambilnya. Aya bangkrut nggak ya setelah ini?" Raina bergumam
"Ehem... Gimana udah?" Surya berdehem menyapa Raina
"Udah... Yuk bayar!"
Raina dengan pd-nya berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Ia segera menyerahkan semuanya pada Surya.
"Lo bayarin kan?" tanya Raina memastikan
"Iya.. Jangan khawatir!"
"Makasih bubu..."
"Makacih..." ucap Raina imut
Behh... Damage-nya kuat dek... - Batin Surya menahan senyumnya
Raina pergi menunggu di mobil. Setelah menyelesaikan pembayaran, Surya membawa belanjaan Raina. Ia melihat apa yang dibeli Raina karena penasaran.
"Ni anak beli apa sih? Sampe berat banget!" keluh Surya
Surya melihat ke dalam kantong plastik yang terdapat banyak makanan rendah kalori.
"Ini bukannya makanan orang diet? Dia ngapain beli ini? Masa dia mau diet? Nggak mungkin lah, dia aja makanannya se-baskom gitu..."
Surya berjalan ke parkiran dan segera pulang ke rumah.
***
Rumah Keluarga Pradipta
Sesampainya di rumah, Raina langsung menyimpan semua belanjaannya di lemari khusus. Ia beranjak pergi untuk mandi karena badannya lengket dan kecut.
Surya hanya sibuk membaca buku di kasur, selesai mandi, Raina keluar dengan handuk kimono di atas lutut dan rambut panjang yang terurai basah karena Raina baru selesai keramas.
"Udah mandinya?" tanya Surya yang masih fokus dengan buku
"Udah..."
Pandangan Surya mulai naik, ia terkejut dengan penampilan Raina yang terlihat 'Seksi' malam ini dimatanya. Saking terkejutnya Surya, ia sampai menjatuhkan buku di tangannya.
"Besok gue ada acara di sekolah sama Diva... Jadi lo nggak usah nunggu gue pulang. Lo balik duluan aja..." ujar Raina sambil duduk didepan meja rias dan mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"A a acara apa?" gagap Surya
"Ada deh... Kepo bener jadi orang! Pokoknya besok gue balik telat, lo nggak boleh protes karena gue udah ijin!"
"Hm...."
Surya mulai tak fokus, naluri prianya muncul. Bagaimanapun, Surya itu tetap pria normal. Dengan pemandangan indah seperti ini? Tak mungkin jika ia tak tergoda.
"Pertandingan basket lo kapan?" tanya Raina yang masih sibuk mengeringkan rambutnya
Surya berjalan mendekati Raina, "1 bulan lagi..."
"Oh... Semangat ya!"
"Hm..."
Raina sedikit terkejut saat tiba-tiba Surya sudah berada di belakangnya. Surya memeluknya dari belakang.
"Lo diet ya?" tanya Surya lembut
"Hah? Enggak... Kata siapa?" ucap Raina mengelak
"Nggak usah diet... Lo cantik bagaimanapun juga."
"I iya..."
Ni cowok perayu handal bener deh, kayaknya ketularan Arkan nih... - Batin Raina
Raina sedikit salah tingkah dengan kata-kata Surya. Surya menaruh kepalanya di pundak Raina, Raina merasa geli karena itu. Bagaimana tidak, Surya punya dagu yang sedikit runcing dan rahang yang tegas.
"Ay apaan sih? Jangan kayak gini lah..." ucap Raina menahan geli
"Kenapa? Aku suka bau rambut kamu..."
Surya mencium rambut Raina yang beraroma jeruk segar yang sedikit manis. Itu sangat menenangkan untuknya.
"Udah Ay, aku anu... Mau... Mau ganti baju!" gugup Raina
"Kenapa buru-buru? Keringin dulu rambutnya," jawab Surya dengan mata terpejam
Raina langsung berdiri dan membuat Surya sedikit terhempas, ia langsung berlari masuk ke dalam ruang ganti lalu mengunci pintu.
"Ya Allah... Ini jantung mau lepas rasanya!" gumam Raina memegangi dadanya
Surya di luar memegangi kepalanya, "Astagfirullah... Bisa-bisanya masih kegoda? Ingat Surya, ingat! Kalian masih SMA, gimana masa depan Raina kalo dia hamil dulu? Belum waktunya Surya! Dia yang dulu belum balik!"
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
BERI TIP AGAR AUTHOR SEMAKIN RAJIN UPDATE 🤗