My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Kenapa Di Sini



Begitu film di mulai, mereka berdua membelalakkan mata tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Ay matiin!" teriak Raina


Surya langsung berlari dan mengeluarkan Kasetnya dari DVD agar film berhenti, mereka berdua terdiam sejenak tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Bu buang aja itu Kaset," gugup Raina sambil memalingkan wajahnya


"Iya," jawab Surya


Mereka berdua membelalakkan matanya saat melihat ada adegan ciuman yang panas di TV, lebih gampang ngomong, film itu adalah film 21+.


Mereka tidak berani saling memandang, mereka saling canggung dengan keberadaan masing-masing.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk,"


"Den... Di cariin temen-temennya," ujar Bi Iyem


"Oh iya bi, suruh nunggu bentar," jawab Surya


"Iya den," jawab Bi Iyem


Surya turun dulu untuk melihat siapa yang datang, dan merekalah pelaku utamanya. Arkan, Dika dan Faris sedang menunggu di bawah.


"Ya... Nana mana?" tanya Arkan


"Bentar," ketus Surya


"Perasaan gue aja apa gimana ya? Aura Surya kok suram gitu," ujar Dika


"Iya nj*r, ngeri gue liatnya," ujar Faris


Surya naik ke atas untuk memanggil Raina, Raina pun turun dengan rasa marah di hatinya karena dikerjai oleh Arkan dkk.


"Na... Lo kenapa sakit ya?" tanya Arkan


"Iya, gue tanya mama lo tadi katanya lo di sini," ujar Dika


"Kemaren kemana aja kok ngilang?" tanya Faris


Buagg...


Sebuah bantal sofa melayang ke wajah manis Arkan, Arkan terkejut karenanya.


"Eh lo kenapa sih Na?" tanya Arkan


"Lo ngasih apaan ke Surya buat kado pernikahan kita?" tanya Raina suram


"Oh hahahaha.... Gimana? Manteb kan?" tanya Arkan tanpa rasa bersalah


Buaggg....


Raina kembali melemparkan bantal sofa ke wajah Arkan, Arkan yang kesal juga ikut-ikutan melemparkan bantal ke Raina.


"Woi... Lo kenapa ngasih gituan anj*r!"


"Karma oy... Lo juga sering kerjain gue!"


"Tapi gue nggak ngasih lo gituan!"


"Kita nggak usah ikut-ikutan ya Dik," ujar Faris


"Iya Ris, kita diem aja," jawab Dika


"Haih... Lama-lama bisa jadi kebun binatang ini ruang tamu!" cibir Surya


"Tapi lo pernah naroh sepeda gue di atas pohon!"


"Udah bertahun-tahun masih aja di inget-inget!"


Buaagg...


Raina terkena lemparan bantal Arkan pas di keningnya.


"Aww...." keluh Raina


"Na... Sorry-sorry gue nggak sengaja," ujar Arkan


"Na lo nggak papa?" tanya Surya


"Anj*r! Mata lo taroh mana ogeb? Gila ya lo! Dasar temen laknat lo! Nggak ada akhlak!" kesal Raina sambil memegangi kepalanya yang semakin pusing


"Belom pernah di tampol beton ya lo!" kesal Raina


"Assalamualaikum..." ujar Maxime yang baru datang


"Waalaikumsalam..."


"Sorry Na... Gue nggak sengaja," ujar Arkan


"Ah nggak papa kok Ar, kan lo nggak sengaja. Aduh... Kepala gue pusing," ucap Raina lembut


"????"


Maxime langsung hendak memegangi Raina agar tidak jatuh, namun Surya lebih dulu memegangi Raina.


"Lo kenapa Na?" tanya Maxime


"Lo nggak kenapa-napa kan?" tanya Surya


Raina langsung menghempaskan tangan Surya lalu berakting seolah ia sangat pusing.


"Aduh.... Kepalaku..." keluh Raina


Maxime langsung memegangi tangan Raina, ia menarik Raina agar duduk di sofa.


Dasar istri gak ada akhlak! - Batin Surya kesal


Raina duduk bersandar di sofa, sementara Surya memandangnya datar.


"Bi... Tolong bikinin minum," ujar Surya datar


"Iya den,"


"Kalian ngapain ke sini?" tanya Surya


"Kita itu mau latihan band, kita tunggu Raina di sekolah malah nggak dateng-dateng. Hpnya juga mati," jelas Arkan


"Dan lo?" tanya Surya pada Maxime dengan nada tak suka


"Oh tadi aku mau ikut latihan, soalnya beberapa hari yang lalu Raina minta tolong biar diajari main gitar sama bass. Aku kerumahnya, katanya dia ada di rumah kamu," jelas Maxime


Surya langsung memandang sinis ke arah Raina, sedangkan Raina langsung mengalihkan pandangannya bagai manusia tanpa dosa.


"Mulai sekarang kalian kalo mau latihan band, dirumah gue aja!" tegas Surya


"Alatnya gimana?" tanya Dika


Surya mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang, mereka mengobrol bersama. Setelah sekitar 30 menit kemudian, datang sebuah mobil yang menurunkan alat-alat musik seperti gitar, bass, drum, piano dll.


"Tuh... Nggak usah keluar lagi," ujar Surya


"Wah... Sultan ni anak," ujar Arkan


"Nggak usah nunda, yuk latihan sekarang sambil coba alat baru," ajak Dika


"Otw," sela Faris


"Lo duduk aja! Lo kan lagi 'Pusing'," ujar Surya


Raina hanya mengerucutkan bibirnya tidak puas karena kata-kata Surya. Setelah itu mereka semua pergi ke ruangan yang sudah disiapkan oleh Surya.


"Ini ruang latihan kalian," ujar Surya


"Thanks Ya," ucap Arkan


"Hmm..."


Surya mengambil sebuah buku lalu ikut duduk di samping Raina, Raina bingung.


"Lo kenapa di sini?" tanya Raina


"Ini kan rumah gue, ya terserah gue lah," jawab Surya


"Iya tau, tapi bukannya lo lebih suka kalo suasana belajar yang tenang kayak kuburan," heran Raina


"Terserah gue lah," ketus Surya


"Lah... Aneh deh," ujar Raina tak perduli


Kalo gue pergi, trus lo bisa mesra-mesraan sama Maxime gitu? - Batin Surya


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏