My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Celengan Rindu?



Note: Dengarkan lagu berjudul 'Celengan Rindu-Fiersa Besari' untuk membaca part ini agar lebih mendapat feelnya.


Happy reading 🤗


///***///


"Apa gue susulin aja ke Bogor ya?" gumam Surya sambil berpikir.


***


Puncak Bogor


Meski lalu lintas terhitung padat, namun perjalanan dari Jakarta tak terlalu memakan waktu. 2 jam perjalanan dilalui oleh Raina dan teman-temannya.


Raina meregangkan tubuhnya begitu sampai di depan vila yang mereka pesan. "Ahh... Akhirnya sampai juga! Sampe panas nih punggung!"


"Tapi... Kok vilanya agak sepi bang? Apa perasaan gue aja ya?" ujar Dika


Kenan menjawab sambil mengeluarkan tiap koper dari mobil, "Ini vila punya bokap temen gue. Awalnya sih cuma mau nyewa, tapi tiba-tiba temen gue bilang nggak usah bayar. Soalnya dia juga mau ke sini, mau liburan ke sini juga sambil lihat vila keluarganya."


"Anj*r! Kalo kayak gini bukan villa namanya, tapi rumah mewah bro! Lihat aja, gue yakin ini bangun pake jasa arsitektur!" ujar Faris sok tau.



Dika melihat Faris dengan tatapan aneh, "Dih... Tau apa lo? Emang tau artinya? Tapi setuju gue kalo ini rumah mewah..."


"Btw, kok lo punya temen tajir bang?" tanya Raina


"Heh... Abang lo ini orang hebat ya! Temennya nggak sembarangan! Makanya, kualat lo ngerjain gue terus!" cibir Kenan


"Hahahaha... Iya deh bang, iya!"


"Katanya, temen gue itu dulu sering liburan ke sini. Akhirnya, bokap dia bangun vila di sini. Tapi sekarang malah jarang ke sini lagi, makanya begitu tau kita mau ke sini, dia langsung semangat mau nyusul! Kapan lagi dapet villa mewah gratis?" jelas Kenan panjang lebar.


"Ohh..."


"Ya udah ayo masuk!"


Mereka semua masuk ke dalam vila dan mulai membagi kamar. Tiap kamar bisa di isi oleh 2 orang.


"Gue sama Faris!" ujar Dika dengan cepatnya.


"Aku sama Diva dong... Aku nggak berani tidur sendiri!" keluh Naya


"Gue sama Arkan aja deh!" ujar Maxime


Raina tersenyum, "Gue sendiri aja deh. Soalnya gaya tidur gue anggun banget kok!" gurau Raina.


"Dih.. Pinter banget nyebar hoax? Gue sendiri aja deh, biar bisa kuasain kasur. Hahahaha!" tawa Kenan dengan puasnya.


"Ya udah iya... Dah sana masuk kamar masing-masing!"


Semua masuk ke kamar masing-masing untuk sekedar rebahan dan istirahat. Raina mendapatkan kamar di lantai 2. Ia membuka tirai di kamarnya dan melihat pemandangan alam Indonesia yang begitu indahnya.


"Hah... Lebih tenang aja rasanya kalo gini, kenapa ada aja masalah waktu gue seneng. Gini banget dah hidup gue..." gumam Raina sambil melihat pemandangan.


Raina mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket semua. Ia langsung mendirikan sholat lalu sekedar berbaring menikmati hawa dingin khas puncak.


"Duh, kenapa jadi laper ya? Turun ah..."


Saat hari semakin malam, Raina merasa lapar. Ia turun untuk mencari makanan, di bawah teman-temannya sedang bercanda di depan TV.


"Eh kalian laper nggak? Gue kok laper ya..." ujar Raina


"Lumayan sih..."


"Gak terlalu..."


"Gue diet...."


"Oh iya, gue lupa! Kita liburan kok maen berangkat aja ya? Nggak mastiin nanti mau makan apa, dimana sama yang lainnya?" tanya Kenan.


Raina juga baru ingat kalau dia juga butuh makan, "Astagfirullah iya juga ya!"


Kenan menunjukkan senyumnya yang penuh arti, "Tenang aja.... Tadi gue bawa beberapa daging kok. Mau Barbaque Party di atas?" tanya Kenan.


"Setuju!"


"Lanjut!"


"Gue dietnya besok-besok aja lah..."


Mereka semua lantas membawa banyak peralatan ke lantai 2 untuk mulai bersiap-siap. Mereka mengadakan Barbaque Party di lantai 2, tepatnya di ruang terbuka yang ada di lantai 2.


"Cewek-cewek pergi ke supermarket sana beli minuman. Biar cowok-cowok yang nata tempatnya!" perintah Kenan.


"Cuma minuman doang bang?" tanya Raina


Diva menatap Raina datar, "Yang bener aja Na... Ya sama camilan atau apa kek, masa minuman doang? Rugi ke sananya. Sosis, saus sama mayonaise udah ada bang?" tanya Diva pada Kenan.


"Ada sih, tapi coba beli saus yang lebih pedes sama tambah sosisnya deh! Sekalian ya kalo ada margarin juga deh..."


"Ok, yuk berangkat!"


Raina pergi bersama Naya dan Diva membeli bahan-bahan yang diperlukan. Tak berselang lama, teman Kenan sekaligus pemilik villa datang untuk bergabung.


Setelah kembali dari supermarket, para gadis terpesona dengan tatanan tempat yang dibuat oleh para anak laki-laki.


"Wah gila, nggak nyangka kalian bisa nata gini. Kayaknya bakat tersembunyi deh..." ujar Raina


Diva pun juga terkejut melihat dekorasi yang indah malam ini, "Ini kalian browsing ya? Kok bisa bagus banget sih?"


"Kita emang anak multitalenta, cuma kalian nggak menyadari aja..." gurau Dika


"Ya udah yok mulai bakar-bakar! Sini bahan-bahannya..."


Mereka semua bersenang-senang malam itu, Barbaque Party diiringi oleh permainan gitar Maxime. Yang lain juga ikut menyanyi bersama, hal itu benar-benar menyenangkan dan membuat Raina lupa tentang masalahnya untuk sejenak.



"Nyanyi apa nih?" tanya Maxime yang masih memegangi gitarnya.


"Celengan rindu!" usul Naya tanpa ragu-ragu.


***


Celengan Rindu


Aku kesal dengan jarak


Yang sering memisahkan kita


Hingga aku hanya bisa


Berbincang dengamu di-Whatsapp


Aku kesal dengan waktu


Yang tak pernah berhenti bergerak


Barang sejenak


Agar aku bisa menikmati tawamu


Inginku berdiri di sebelahmu


Menggenggam erat jari-jarimu


Mendengarkan lagu Sheila on Seven


Seperti waktu itu


Saat kau di sisiku


Dan tunggulah aku di sana


Memecahkan celengan rinduku


Berboncengan denganmu


Mengelilingi kota


Menikmati surya perlahan menghilang


Hingga kejamnya waktu


Menarik paksa kau dari pelukku


Lalu kita kembali menabung rasa rindu


Saling mengirim doa


Sampai nanti sayangku


Jangan matikan HP-mu


Kau tahu aku benci khawatir


Saat kau tak mengabari


Aku tak suka bertanya-tanya


Inginku bakar dia yang sering


Mention-mention-an denganmu di Twitter


Namun kau selalu menyakinkanku


'Tuk tumbuhkan percaya


Bukan rasa curiga


Dan tunggulah aku di sana


Memecahkan celengan rinduku


Berboncengan denganmu mengelilingi kota


Menikmati surya perlahan menghilang


Hingga kejamnya waktu


Menarik paksa kau dari pelukku


Lalu kita kembali


Menabung rasa rindu saling mengirim doa


Sampai nanti sayangku


Papa rapa -papa rapa paparapa papa


Papa pa raraa -ra-ra


Hingga kita bertemu


***


Selama bernyanyi, Naya seperti terbawa suasana. Secara tidak sadar ia ingat saat-saat bersama Arkan, saat bergurau dengan Arkan, diam-diam cemburu pada Arkan bahkan saat dia berboncengan dengan Arkan meski hanya sebentar.


Arkan hanya sekedar mengikuti saja kegiatan ini, meski hatinya masih sakit karena penolakan Ara yang begitu sadis.


Naya senyam-senyum sendiri saat menyanyikan lagu itu, dan sadar atau tidak, tangannya bergerak mendekati tangan Arkan yang ada disampingnya. Perlahan namun pasti, tangan Naya mulai mendekati tangan Arkan dan akhirnya menggenggam tangan Arkan.


Degg...


Arkan diam-diam terkejut, ia melihat tangan siapa yang menggandengnya. Melihat itu tangan Naya, ada sedikit rasa tidak percaya. Tapi sebenarnya, hati Arkan berdebar-debar saat ini.


"Astagfirullah... Ini jantung kenapa kayak gini tingkahnya? Naya juga ngapain sih ini? Pengen gue lepas, tapi nggak mau dilepasin Naya. Trus gue harus apa sekarang?" ucap Arkan dalam hati.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE 🙏


Hayo loh... Arkan harus apa nih? Kok Naya ada inisiatif ya?