
"Emang kenapa?" tanya Surya
"Gue takut baper," gumam Raina
"Nggak usah takut, karena gue yang lebih dulu baper sama lo!" jawab Surya
"HAH!?"
"Na... Gue suka sama lo," ujar Surya
"Su suka?" gugup Raina
"Lo mau nggak jadi pacar halal gue?" tanya Surya
"Pacar!"
"Sorry... Setelah sekian lama, gue baru bisa nyadar dan bisa ngomong kalo gue suka sama lo," jelas Surya
"....."
Suka? Pacar? Cinta? Ah... Kata-kata itu tak pernah Raina duga jika suatu saat akan keluar dari mulut Surya.
Gue jawab apa? Oyy... Jawab apa oy? Otak gue nge-blank! - Batin Raina bingung
Gimana nih! Nggak telat kan kalo baru ngomong sekarang? - Batin Surya gugup
"Gimana... Lo mau?" tanya Surya
"Em... Boleh kasih waktu buat mikirin itu nggak?" tanya Raina
"Iya nggak papa, lo jawab kalo lo udah siap aja," jawab Surya
"Ok,"
Nunggu jawaban bukan berarti di tolak kan? - Batin Surya cemas
Surya dan Raina melanjutkan makan dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Namun mereka saling diam, bahkan sekedar memandang pun ada rasa canggung.
"Udah makannya? Nggak mau nambah?" tanya Surya untuk menghilangkan kecanggungan hakiki ini
"Nggak usah..."
"Habis ini mau kemana?" tanya Surya
"Pulang aja deh,"
"Ya udah, kayaknya udah mulai malem juga," jawab Surya
Raina berjalan mendahului Surya, bahkan ia juga masuk mobil lebih dulu. Di dalam mobil pun mereka juga saling diam. Mobil itu benar-benar hening, hanya ada suara musik yang terdengar.
***
Di Rumah Keluarga Pradipta
Raina turun mendahului Surya lalu langsung masuk kamar tanpa menghiraukan apapun. Sesampainya di kamar, Raina langsung masuk ke kamar mandi, membasuh wajah dengan air dan memandangi pantulan dirinya di cermin.
"Pacaran? Gue nggak pernah pacaran selama ini, dan semua cowok yang temenan sama gue itu nggak lebih dari temen," gumam Raina
Jawab apa coba kalo udah gini? Terima? Gue kan belum tau perasaan gue yang sebenarnya. Tolak? Terus setelah itu hubungan kita gimana? - Batin Raina
Raina kembali membasuh wajahnya lalu keluar, ia melihat Surya yang sedang duduk di sofa memegangi ponselnya. Raina mengalihkan pandangan seolah tidak melihat Surya.
Ngindar? Kenapa ngindar? - Batin Surya saat melihat Raina seperti menghindarinya
Raina mengambil ponselnya, memakai earphone dan memainkan game online untuk mengalihkan perhatiannya.
Anj*r! Udah main game juga, kok malah nggak bisa fokus sih! - Batin Raina
Raina mencoba untuk streaming film, namun tetap sama. Ia malah semakin tidak paham dengan alur filmnya.
Aelah... Napa gini banget hidup gue! - Batin Raina kesal
***
Pukul 02.00
Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, namun mata Raina masih belum terpejam. Otaknya masih aktif dan enggan beristirahat. Padahal, Surya sudah tidur pulas tanpa beban di samping Raina.
"Kenapa gini banget ya hidup gue! Ini otak kenapa nggak mau istirahat sih! Tidur coy, tidur! Besok sekolah!" gumam Raina kesal
***
Pukul 06.00
"Naa... Bangun woy... Dari tadi di bangunin susah banget!" ujar Surya membangunkan Raina
"Hmm... Ntaran... 5 menit lagi ya, please!" pinta Raina dengan suara seraknya
"Jam setengah 7 nih," bohong Surya
"Hah? Apa? Kok nggak ngomong!" kesal Raina yang langsung bangun
Raina langsung duduk, mengambil handuknya lalu berlari ke kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi, ia berpakaiannya ala kadarnya lalu masuk ke mobil. Di dalam mobil, Surya sudah menunggu.
***
Di Dalam Mobil
"Udah?" tanya Surya
"Hm..." jawab Raina dengan mata terpejam
"Eh... Kok penampilan lo berantakan banget?" tanya Surya
"Berisik! Ayo buruan berangkat, keburu telat!" jawab Raina kesal
"Ok,"
Raina memakai rok sekolah, baju keluar semua, tas di pundak kanan saja, almamater tersampirkan di pundak kiri. Rambut yang dikuncir tidak kencang, sepatu sneaker dengan kaos kaki di bawah mata kaki.
***
Di Sekolah
Selama perjalanan, Raina tertidur di dalam mobil. Surya heran kenapa Raina tiba-tiba seperti ini.
"Naa... Udah nyampe sekolah," ucap Surya membangunkan Raina
"Hm... Udah sampe?" tanya Raina sambil mengucek matanya
"Telat nggak?"
"Nggak,"
"Ya udah, gue masuk kelas dulu!"
"Iya, ada apa-apa cari gue!"
"Hm..."
***
Di Kelas
Kelas masih sepi, hanya berisi beberapa anak saja. Raina keheranan, apa libur mendadak?
"Eh.. Kok sepi banget?" tanya Raina bingung
"Iyalah, pada belum dateng," jawab Riko, si wakili ketua kelas sekaligus penunggu tetap IPS 5
"Kok pada belum dateng? Biasanya kan sebelum jam 7 anak-anak udah nyampe," jawab Raina
"Ini kan masih jam 06.35," jawab Riko
"HAH?!"
Raina langsung mengambil ponselnya dan melihat jam, benar saja, ini masih jam 06.35. Jadi tadi Surya hanya membohongi Raina agar segera bangun.
"Dasar kampret! Sia-sia gue bangun pagi-pagi!" gerutu Raina
"Daripada marah-marah, nih... Mau baca komik gue?" tanya Riko
"Ogah!"
"Ya biasa aja, nggak usah ngegas,"
"Bodo!"
Raina langsung duduk di bangkunya dan menaruh kepala di atas meja, ia kembali tidur. Tidur pukul 3 pagi dan bangun pukul 6? Tidur hanya 3 jam? Jelas saja ia lemas dan mengantuk.
***
Pukul 06.45
Semua anak-anak sudah datang dan berkumpul di lapangan untuk apel pagi, Raina masih stay di kelas dan mimpi indah.
"Na... Kaga apel?" tanya Arkan
"Hmm...."
"Apel apa kagak?" tanya Arkan
"Kagak Ar, ngantuk gue!" jawab Raina dengan mata terpejam
"Tidur jam berapa lo?" tanya Arkan
"3,"
"Pagi?"
"Hm..."
"Mikir apaan sih lo tidur jam segitu?"
"Hayoo... Apel yok!" ujar Dika yang tiba-tiba datang
"Kaga," jawab Raina
"Raina nggak apel? Kuy lapangan!" ajak Faris
"Pergi-pergi sono!" kesal Raina
"Raina kenapa? Sakit ya?" tanya Naya
"Kaga, males apel aja," jawab Raina
"Emang kenapa Na?" tanya Diva
"Iya.. Dari pagi keliatan lemes banget," ujar Maxime yang tiba-tiba muncul
"Udah.. Jangan pada bacot! Sana pergi!" kesal Raina
"Kita apel dulu!"
Semua anak 11 IPS 5 pergi mengikuti apel pagi kecuali Raina. Raina masih melanjutkan tidurnya yang tertunda tadi.
***
Jam Pelajaran ke-3
Pukul 08.45
Pelajaran sekarang adalah Geografi, dan baru saja berganti guru. Guru sekarang sangat tega, tegas, disiplin dan tidak bisa di ajak bercanda.
"1 Minggu yang lalu saya kasih tugas kan? Ayo kumpulkan sekarang!"
"Tugas? Tugas apaan?" gumam Raina
"Ketua kelas, kumpulkan tugasnya!"
"Iy iya bu," jawab Raina gugup
Hanya ada sekitar 3 anak yang mengumpulkan tugas, Raina masuk kelompok anak-anak yang tidak mengerjakan tugas.
Bruaakk...
"Apa ini? Kalian ini jurusan IPS! Geografi itu mata pelajaran wajib!"
"....."
"Anak-anak yang tidak mengerjakan, keluar! Hormat di bawah tiang bendera sampai jam pelajaran saya selesai!"
Perlahan anak-anak keluar, termasuk Raina. Di geng Raina, hanya Naya yang mengerjakan dan Diva tidak di hukum karena anak baru.
"Ini juga... Ketua kelas malah kasih contoh yang nggak baik!"
JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏