My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Mau Jadi Pacar Gue?



"Jaga mulut lo ya! Hanya cuma karena lo model dan selebgram doang aja lo belagu! Lo di kenal orang juga karena tampang jelek lo tau nggak! Cantik kagak, belagu iya!" ucap Arkan dengan nada mengejek


Plaakk...


Tangan Raina memukul keras cengkraman Arkan di dasi Diva. Hal tersebut membuat Arkan kesakitan dan melepaskan cengkeramannya.


"Lo pada gila ya? Sama temen mau baku hantam. Ingat, kita itu temen! Div, tolong kalo ngomong agak di filter ya. Buat Arkan, gue nggak bela siapa-siapa, saat ini gue ngomong dengan posisi di tengah ya! Gak perlu lo belain cewek yang statusnya nggak jelas sama lo! Cuma karena cewek yang bukan siapa-siapa, lo tega mau pukul temen cewek lo? Jangan jadi pengecut Ar, kalo mau berantem sini sama gue! Kita udah sama-sama kerasnya, ayo maju!" tantang Raina


Arkan hanya terdiam dan tidak mau melawan Raina, sahabatnya sejak 11 tahun terakhir. Yang lain hanya diam tak berani ikut campur.


"Ara saat ini masih orang lain buat lo Ar, dia bukan cewek lo bahkan bukan temen deket lo. Kali ini gue biarin, tapi sampe lain kali gue lihat lo berani pukul cewek, kita nggak usah temenan lagi aja! Gue nggak suka cowok yang cuma bisa main kekerasan, kakak gue cowok, ayah gue cowok, pacar gue juga cowok. Dan mereka nggak ada yang main tangan, inget itu Ar!" tegas Raina


"Sorry Na..." lirih Arkan


Raina berdiri dari tempat duduknya, "Nay... Div, kita pergi sekarang!" ajak Raina dengan raut wajah penuh kekecewaan.


***


Di Depan Kelas


Rain, Diva dan Naya duduk di bangku depan kelas. Diva masih kesal dengan kelakuan Arkan, Raina memikirkan Surya, dan Naya yang merasa kehilangan harapan.


"Nay... Masa lo suka sama cowok kayak dia sih? Nggak salah lo?" tanya Diva to the point


Naya hanya menghela nafas sambil bersandar di dinding, "Mau gimana lagi? Perasaan kan nggak bisa di paksa Div..."


"Lo nggak usah berkecil hati, 100% gue yakin meskipun Arkan nembak Ara, pasti di tolak mentah-mentah!" Raina menyela


"Kok kamu tau?"


"Karena sasaran si Ara bukan Arkan! Dia udah punya tujuan lain... Makanya, setelah pulang sekolah nanti jangan bunuh diri gara-gara putus cinta!" jawab Diva dengan kesal.


"Oh.... Masa sih? Emang siapa yang diincar sama Ara?" tanya Naya


"Nih lihat, lorong sebelah timur..." celetuk Diva


Naya dan Raina melihat ke arah lorong timur, tampak Ara dan Surya berjalan bersama sambil membahas sesuatu. Tiba-tiba ada seorang anak yang tak sengaja menabrak Ara, hal itu membuat Ara kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Namun dengan sigap Surya menangkap Ara.


"Lo nggak papa?" tanya Surya


Ara tersenyum manis, "Iya nggak papa kok..."


Raina meremas botol air mineral di tangannya karena cemburu dan kesal.


"Gue jadi Raina, udah gue jambak trus gue seret tu anak ke toilet, gue siram pake air!" Diva mengompori Raina yang sedang cemburu.


Raina berdiri dan menghampiri Surya, Surya belum menyadari kedatangan Raina. Raina menatap Surya penuh kemarahan.


"Enak banget pelukan di sekolah ya... Nyaman banget ya?" tanya Raina dengan nada menyindir.


"Raina? Sejak kapan lo di sini?" tanya Surya yang spontan langsung melepaskan Ara.


Ara berusaha menutupi semuanya, "Na... Kamu jangan salah paham, kita nggak seperti bayangan kamu kok!"


Byuurr....


"Raina! Lo apa-apaan sih!" bentak Surya


"Oh... Berani bentak aku demi dia? Hebat ya kamu sekarang!"


"Aku bentak karena kelakuan kamu salah! Kamu ini apa-apaan, datang langsung siram gitu aja! Punya Attitude nggak sih! Paham sopan santun nggak?" tanya Surya dengan nada meninggi.


Diva dan Naya yang melihatnya langsung segera menghampiri mereka karena mencium bau-bau masalah.


"Ya terus mau kamu apa? Gue sering ya biarin kalian berdua terus dengan alasan OSIS lah, tugas lah, inilah, itu lah... Sekarang alasan apa lagi? Pinter banget cari alesan!"


"Lo ini ngomong apa sih? Gue emang bener-bener ada urusan buat di bahas sama Ara. Lo kumpul sama cowok lain gue nggak pernah marah tuh, kenapa sekarang gue emang bener-bener ada urusan malah lo marahin? Mau lo apa sih!"


Ara menyela, "Udah Ya, aku nggak papa kok. Na, kamu salah paham. Kita nggak ada hubungan apa-apa! Ini cuma sebatas urusan OSIS."


"Diem lo, gue nggak butuh penjelasan orang luar!" bentak Raina


"Raina! Lo keterlaluan banget tau nggak!" bentak Surya


Raina terdiam mendengar bentakan Surya. Raina berbalik dan pergi sambil tertawa miris karena suaminya membentaknya demi wanita lain.


"Na... Raina, tunggu kita!" teriak Naya


Diva maju selangkah mendekati Surya, "Lo sadar nggak sama apa yang lo omongin barusan? Apa status cewek ini sampe lo berani bentak Raina! Lo inget nggak apa status Raina di hidup lo? Sekarang gue jadi ngerti, tapi sorry Ya, sekarang gue nggak bakal larang-larang Raina lagi buat deket sama cowok manapun. Karena kalo sama lo, dia lebih sering tersakiti! Gak usah sok alim kalo aslinya f*ckboy!"


Diva pergi meninggalkan Surya dan Ara lalu pergi menyusul kedua sahabatnya. Surya masih terngiang-ngiang kata-kata pedas Diva.


***


Pulang Sekolah


Raina berjalan menuju parkiran mobil, namun tiba-tiba ponselnya berdering. Ia melihat sebuah chat yang masuk.


From: Oppa tersayang


Lo balik duluan aja pake ojek atau taksi. Gue masih ada urusan di sekolah.


Raina hanya menghela nafas, ia pulang dengan taksi menuju rumahnya sendiri. Ia ingin memeluk Kenan saat ini.


Di sisi lain, Ara sedang berjalan sendiri melewati taman. Arkan yang menunggunya pun tampak senang. Arkan datang menghampiri Ara yang berjalan sendiri, kebetulan juga sekolah sudah kosong karena bel pulang sekolah telah berbunyi sejak tadi.


"Ara..."


Ara menengok dan melihat Arkan yang mengejarnya, "Ra... Gue mau ngomong sesuatu!"


"Apa?"


"Gue tau mungkin ini terlalu tiba-tiba buat lo, tapi gue... Gue sayang sama lo Ra, gue cinta sama lo. Lo mau nggak jadi pacar gue?" tanya Arkan


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏