My Ketos My Husband

My Ketos My Husband
Khawatir



Byurr...


Seember air pun membasahi badan Raina secara tiba-tiba, Raina terkejut karena tiba-tiba tersiram air dari atas.


"Woy kampret! Ulah siapa nih!" teriak Raina kesal


"Kenapa? Kaget?"


"Siapa woy!" bentak Raina


"Gue... Kenapa? Mau ngadu?"


"Amel?" kaget Raina


"Iya kenapa?" tanya Amel dari luar


"Woy anj*ng buka!" sentak Raina


"Katanya lo jago, buka sendiri lah!" ledek Amel


"Kampret, buka woy!" bentak Raina


"Lain kali lo harus tau berurusan sama siapa!" ujar Amel


"Buka woy!"


"Ayo pergi girls," ajak Amel


"Woy, gila ya lo! Buka woy!" teriak Raina


"Dahh Raina... Selamat jadi penunggu sekolah," ledek Amel


"Buka woy... Buka!" teriak Raina


Raina berusaha membuka pintu bahkan mendobraknya, namun tetap saja tidak bisa terbuka. Raina kesal sekali saat ini.


"Sialan tu cewek! Belum pernah baku hantam ma gue ya!" kesal Raina


Raina merogoh sakunya untuk mengambil hpnya, ia berusaha menyalakan hpnya namun...


"Loh kenapa nih? Loh loh..." kaget Raina


Hp Raina mati karena terkena guyuran air dari Amel barusan, Raina benar-benar ingin membunuh Amel saat ini.


"Dasar b*bi tu orang!" kesal Raina


Doorr... Dorr... Dorr...


Raina menggedor-gedor pintu dan berharap seseorang mendengarnya lalu membukakan pintu untuknya.


***


Di Kelas


Semua sudah pulang, tinggal si wakil ketua atau pembawa kunci kelas, Arkan, Dika, Faris dan Maxime yang masih di kelas.


"Raina mana sih lama bener?" tanya Dika


"Tau nih," kesal Arkan


"Gue pulang dulu ya," ujar Maxime


"Iya Max, lo duluan aja," ucap Faris


"Ar, Raina mana? Ini kita yang terakhir loh, yang lain udah pada balik," sela Riko


"Ya udah, tasnya gue bawa aja. Gue tunggu di luar, lo bisa kunci kelasnya," jawab Arkan


"Ok," jawab Riko


Arkan membawa tas Raina keluar, ia menunggu di depan kelas berharap Raina segera datang.


"Aelah, itu anak ngapain sih!" kesal Arkan


"Jangan-jangan balik duluan," tebak Dika


"Kenapa tas nya nggak di bawa?" tanya Faris


"Nah itu nggak tau, sultan kali. Nanti bisa beli lagi," jawab Dika


"Ar, Raina mana?" tanya Surya yang baru datang


"Loh, bukannya ini udah jam pulang?" tanya Surya


"Iya, tadi dia ke kantor buat balikin buku ke ruang guru. Nah sampe sekarang justru belum balik," jelas Arkan


"Oh ya udah kalian balik dulu aja, biar gue yang nyari Raina, siniin tasnya Raina," ucap Surya


"Perlu gue temenin?" tanya Arkan


"Nggak usah, kalian balik aja," ujar Surya


"Ya udah kita balik dulu Ya," ucap Dika


"Balik dulu Ya," ucap Faris


"Gue duluan Ya," ucap Arkan


"Iya," jawab Surya


Surya langsung mencari Raina ke seluruh penjuru sekolah, ia takut terjadi apa-apa pada Raina.


***


Di Toilet


Sudah cukup lama Raina menunggu di kamar mandi sambil gedor-gedor dan teriak-teriak, tetap saja tak ada sahutan.


"Hah... Kalo gini terus, bisa-bisa hipotermia gue!" kesal Raina


*Hipotermia \= Meninggal karena kedinginan


Raina benar-benar kesal dan frustasi, kini seluruh tubuhnya sedang menggigil kedinginan. Saking lamanya di kamar mandi, sampai bajunya hampir kering. Raina melihat ke atas.


"Dilihat-lihat ini sekat tingginya cuma 225 cm, dan kelihatannya cukup kuat. Kalo gue ke sini, trus naik situ, tumpuan di sana, lompat ini trus itu... Nah akhirnya, coba deh!" gumam Raina sambil berpikir


Raina naik ke atas kloset, ia berusaha memanjat sekat kamar mandi yang cukup kokoh itu. Raina sedikit melompat, menggunakan tangan sebagai tumpuan dan melangkahkan kakinya keluar. Setelah sampai atas ia langsung melompat turun, karena tubuhnya yang basah ia sedikit terpeleset dan kakinya keseleo.


Untungnya kebiasaan Raina yang melompat tembok saat bolos membuatnya sedikit lebih mudah untuk memanjat.


"Aww...." keluh Raina


Dahlah, penting gue bisa keluar dulu! - Batin Raina


Dengan kaki yang tertatih-tatih dan baju yang masih sedikit basah, ia keluar dari kamar mandi. Saat keluar, kebetulan Surya sedang lewat.


"Raina!" teriak Surya


"Surya..." panggil Raina lemas


Surya langsung berlari menghampiri Raina, wajah Raina benar-benar pucat pasi sampai membuat Surya semakin khawatir.


"Lo dari mana aja sih? Gue nyariin tau! Baju lo kenapa basah?" tanya Surya


"Ceritanya panjang," jawab Raina lemas


"Ikut gue dulu," ajak Surya


Raina menurut, Surya membawa Raina ke toilet perempuan lagi.


"Kenapa ke sini lagi sih Ay?" tanya Raina


"Nih, masuk trus ganti baju dulu biar nggak kedinginan lagi," ucap Surya sambil memberikan satu setel baju olahraga miliknya


"Makasih," jawab Raina singkat


Dengan lemas Raina masuk ke dalam untuk ganti baju, ia memakai baju olahraga Surya. Untungnya hari ini adalah hari olahraga kelas Surya. Setelah selesai ganti baju, Raina keluar lagi untuk menemui Surya.


"Udah? Lo tadi kemana sih? Gue khawatir tau nggak! Trus lo kenapa kok bisa sampe kayak gini?" tanya Surya


"Gue..."


Brukk...


Belum sempat menjawab, Raina sudah terlebih dahulu jatuh pingsan. Dengan sigap Surya langsung menangkap tubuh Raina.


"Raina... Na... Nana... Bangun Na!" ucap Surya yang berusaha menyadarkan Raina


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏