
hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh galih dan aleta. karena pagi ini acara akad nikah akan di lakukan.
"gue bener-bener masih nggak nyangka kalau gue bakal nikah sama aleta" gumam galih sembari menatap bayangannya di depan cermin, sembari kembali mematut diri.
senyum galih semakin melebar ketika bayangan dimana ia begitu menyukai gisa, bahkan sampai wanita itu menjadi istri dari sahabatnya sendiri, dan sekarang ia malah akan menikah dengan aleta yang merupakan sahabatnya, wanita yang selalu ia anggap bar-bar.
"apa ini karma buat gue. dulu gue selalu sebut aleta cewek jadi-jadian karena nggak ada kalem-kalemnya, tapi sekarang gue bucin banget sama dia"
"woii senyam-senyum. otak loe udah mulai mikir ***-*** ya?" ucap arya yang baru saja masuk kedalam kamar galih.
"mata loe enak-enak"
"terus loe mikir apaan bocah"
"gue cuma inget dulu gue bucin banget sama gisa sampai gue nggak bisa lihat cewek sebaik aleta. padahal dulu gue sering banget ngledek dia cewek jadi-jadian, tapi siapa sangka sekarang dia yang jadi jodoh gue"
"jagain aleta ya gal. loe tau kan dia udah kayak adik buat gue" ucap arya sembari merangkul bahu galih.
"pasti" jawab galih mantap.
"yaudah ayo turun, acara udah mau dimulai"
"iya"
dengan segera arya dan galih meninggalkan kamar dan segera menuju ke lantai bawah. acara pernikahan memang dilakukan di kediaman galih, mengingat aleta sudah tidak memiliki orang tua, dan hanya tinggal dengan adik-adiknya.
"nggak nervous kan?"
"dikit al"
"jangan sampai salah mas. kalau loe ngelakuin kesalahan, bisa-bisa di bully mbak aleta loe"
"termasuk loe juga kan!"
"iyalah. ya kalik gue nggak ikut-ikutan"
"emang dasarnya kurang ajar loe ko." ucap galih sembari cemberut "nana nanti kalau udah besar jangan kayak papa kamu ya, dia nyebelin"
"iya om" jawab nana patuh.
"good boy" ucap galih sembari mengacungkan kedua jempolnya.
"sial" gumam riko sembari menghembuskan nafas kasar.
dengan segera al segera mengajak galih duduk di kursi pelaminan, setelahnya ia kembali duduk di samping starla dan juga gara.
"bagaimana apa kedua mempelai sudah siap?" tanya sang penghulu kepada pengantin pria dan juga pengantin wanita.
dengan segera aleta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sedangkan galih masih nampak termenung dan tidak menanggapi.
"galih kalau di tanya itu dijawab dong nak" tegur gilang ayah kandung galih.
"ahhh apa yah?"
"kamu ditanya pak penghulu, kamu udah siap belum"
"udah yah" jawab galih pasti.
"kalau begitu mari jabat tangan saya mas"
"mau ngapain pak?"
"emang nggak bisa langsung sah aja ya pak?"
entah terlalu polos, atau terlalu bodoh perkataan galih barusan sukses membuat tawa semua tamu undangan pecah.
sementara itu Al, arya, dan juga riko menutup muka mereka karena terlampau malu punya sahabat seperti galih.
"sumpah bukan temen gue" gumam arya.
"bukan temen gue juga" timpal al dan riko secara bersamaan.
"galih serius dong nak, kamu tuh bikin malu ayah aja"
"kok bikin malu sih yah"
"nanti selesai acara nama kamu ayah coret dari KK punya anak kok malu-maluin banget"
"ayah mau buang aku?"
"iya, ayah malu punya anak bodoh kayak kamu"
"terus kalau ayah coret aku sebagai anak, ayah mau kasih ke siapa warisan ayah?"
"anak kurang ajar, kamu malah sempet-sempetnya bahas warisan" ucap gilang murka sembari menarik telinga galih.
"aduhhh, aduhhh sakit yah ampun. maafin galih, galih cuma bercanda"
"sudahi bercandamu, ayo serius"
"iya ayah"
"mari kita mulai pak" ucap gilang kepada penghulu.
"mas galih mari jabat tangan saya"
dengan segera galih menjabat tangan penghulu itu, tiba-tiba saja perasaan gugup kembali menyerang dirinya.
"beneran nggak bisa langsung sah pak?"
"nggak bisa mas" jawab sang penghulu sembari menggelengkan kepalanya.
"galih serius" ucap gilang dengan suara lantang hingga membuat bulu kuduk galih berdiri, galih fikir ia telah membangunkan singa yang sedang tidur.
"baik kita mulai ya mas?" tanya sang penghulu, dan dijawab anggukan kepala oleh galih.
"bismillahirrahmanirrahim saya nikahkan dan kawinkan engkau galih argantara bin gilang argantara dengan aleta putri binti rasyid dengan maskawin seperangkat alat solat dan emas 100 gram dibayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya Aleta putri binti rasyid dengan maskawin tersebut dibayar tunai"
hanya dengan satu tarikan nafas galih dapat melafalkan kalimat sakral itu dengan lancar.
"bagaimana para saksi?"
"SAH" jawab mereka semua secara bersamaan.
"alhamdulliah" teriak galih sembari berdiri dari duduknya, entah setan apa yang merasuki dirinya hingga sekarang ia berjoget-joget seperti orang gila.
"ayah galih punya istri yah. al, arya, riko akhirnya gue sama aleta udah sah"
"GILA" teriak al, arya, dan riko secara bersamaan.