
"nenek"
"starla kenapa sayang"
"mama lagi tidur ya?"
"iya, kenapa starla mau ngomong sama mama?"
"nggak nek, biar mama istirahat"
"tuhkan apa tante bilang mama laras pasti lagi bobok" ucap bella sembari mengelus puncak kepala starla. "kita kembali ke kamar ya, nanti kalau mama laras udah bangun biar nenek telfon kita"
"nggak mau tan. starla mau disini sama mama"
"tapi kamu juga butuh istirahat sayang"
"star pengen bobok bareng mama kayak kemarin"
bella bingung harus bagaimana, akhirnya ia melirik ibunya laras mencoba meminta persetujuan. ibunya laras yang faham pun akhirnya menganggukkan kepalanya.
"yaudah boleh, tapi star nggak boleh nakal ya. nggak boleh ngerepotin nenek dan ganggu istirahatnya mama laras"
"iya tan, star janji"
dengan segera bella mengangkat tubuh starla dan menidurkannya disamping laras.
*"laras kenapa ya, kok setelah operasi transplantasi ginjal dia jadi sering tidur, bahkan tidurnya terlihat begitu nyenyak dan tenang. biasanya kalau dia keusik dia akan bangun, tapi ini nggak. dan aku perhatikan kondisi dia dari hari ke hari semakin melemah"* gumam bella dalam hati sebari menatap laras yang tengah terlelap.
"tante kenapa natap mama kayak gitu?" tanya starla setengah berbisik, berharap suaranya tidak mengganggu tidur laras.
"ahh nggak sayang, ya udah tante kembali ke kamar kamu ya. kamu cepetan bobok" pamit bella sembari mencium pipi starla. "tante saya titip starla ya"
"iya nak, tenang aja starla aman disini"
"saya permisi dulu"
*******
"biru ayo kita ke rumah sakit, aku kangen star"
"alfin selesaikan dulu tugasmu, jangan aneh-aneh ya" ucap adrian sembari menatap tajam alfin.
"hih kakak nyebelin"
"aku nggak bisa konsentrasi biru"
"elah lu mah mau konsen mau nggak tetep aja nggak bisa kerjain, bodoh gitu"
"biru jangan kurang ajar ya"
"kenapa jadi bertengkar, cepat kerjakan" lerai adrian sembari melotot tajam.
"iya biasa aja dong, kakak kalau marah-marah terus cepet tua loh. udah jelek makin jelek aja"
"alfin tutup mulutmu sebelum kau membangunkan singa yang sedang tidur" ucap biru sembari menempeleng kepala alfin.
"biru sakit"
"makannya diam"
"dosa alfin di masalalu apa sih, bisa-bisanya aku punya temen kayak biru" monolog alfin sembari mengelus-elus kepalanya.
"star udah berapa lama sih di rumah sakit?"
"hampir dua minggu kak" jawab biru.
"lumayan lama ya, harusnya beberapa hari lagi udah boleh pulang"
"beneran kak?" tanya alfin dengan penuh antusias.
"iya, udah kerjakan lagi tugasnya"
"kakak mau kemana?" tanya alfin begitu kakaknya mulai bangkit dari duduknya.
"tidur siang, kakak capek"
"kalau kak adrian pergi ini gimana biru"
"berhenti ngeluh, lagian ada kak adrian atau pun nggak itu nggak ngaruh. karena kak adrian nggak akan pernah mau bantuin kita, dia bukan gara atau pun nana"
"ahha gimana kalau kita kerumah sakit dan minta diajari nana dan gara"
"stop bergantung pada orang alfin, cepat kerjakan. aku nggak mau starlaku jadi semakin sakit karena punya teman beban kayak kamu"
"biru sialan" ucap alfin sembari mendengus kesal.