
"*gisel kamu mau kemana?"
"taman belakang"
"aku ikut"
"ya udah ayo"
"cewek yang pakai baju kuning tadi siapa sel?"
"kenapa emang?"
"cantik" jawab riko sembari tersenyum.
"loe nggak kenal dia?"
"tau dia gisa kan! dia juga model terkenal, sama kayak kak alice"
"nah itu loe tau"
"tapi kok dia bisa disini? inikan acara keluarga"
"lah elo juga bukan keluarga tapi bisa ada disini ko"
"ya kalau aku kan di paksa kak alice"
"dia kakak gue, jelas dia ada disini orang saudara kembar kak alice suami kakak gue"
"jadi gisa anastasia aroran itu kakak kamu?" tanya riko dengan sedikit terkejut.
"iya. kenapa? gue sama kakak gue beda banget ya?"
"nggak kok, kalian berdua sama-sama cantik"
"gombal"
drtt...drttt.
dering ponsel gisel menandakan ada panggilan masuk di dalamnya.
"ada telfon tuh"
"bella, tumbenan dia video call"
"angkatlah barangkali penting"
gisel sempat ragu untuk mengangkat panggilan video dari sahabatnya itu. hati gisel belum siap jika melihat alexs dan bella bersama.
"hey angkat dong, nanti keburu mati"
"ehhh iya"
dengan segera gisel mengangkat panggilan itu.
"hai bell*"
"hai sel. aku sangat merindukanmu"
"aku juga sangat merindukanmu"
"kamu baik-baik aja kan?"
"aku baik" jawab gisel sembari tersenyum.
"hai sel" *sapa alexs yang tiba-tiba saja muncul di belakang bella.
"hai lexs" jawab gisel dengan senyum yang di paksakan.
riko yang meluhat perubahan wajah gisel tanpa sungkan langsung merengkuh tubuh gisel ke dalam pelukannya. dari itu riko tau mungkin yang membiat gisel murung adalah kedua sahabatnya itu.
"gisel, itu tangan siapa?"
"iya tangan siapa tuh*"
"hai gue pacar gisel" jawab riko sembari merebut ponsel gisel.
"serius?"
"tentu"
"riko ihh"
"apasih sayang"
"apa-apaan sih"
"udah ya gue matiin, gue butuh quality time sama cewek gue" ucap riko sembari mematikan sambungan video bella.
"riko loe apa-apaan sih"
"aku tau kamu suka pria tadi"
"sok tau"
"kelihatan dari mata kamu gisel. aku tau rasanya pasti sakit ketika kamu melepaskan laki-laki yang kamu sukai bahagia dengan sahabat kamu, tapi apa kamu tau?"
"tau apa?"
"Tuhan sedang menyiapkan jodoh terbaik untuk kamu, jadi belajarlah ikhlas. aku tau ikhlas itu sulit, tapi belajar merelakannya secara perlahan akan lebih baik kan?"
"kamu benar. mungkin alexs bukan yang terbaik buat gue, harusnya gue juga bahagia melihat cowok yang gue sukai bahagia bersama wanita pilihannya, ya walau pun wanita itu bukan gue"
"makasih ya ko"
"nggak perlu bilang makasih, bukannya kita ini teman"
"oke teman"
"heyy kalian berdua ngapain disitu?" teriak alice dari depan pintu.
"cari angin kak"
"mojok aja, dunia ini nggak milik kalian berdua aja ya. udah ayo masuk apa nggak dingin di luar"
"iya kak sebentar lagi"
"nggak ada nanti-nanti. ayo masuk kita makan bersama, kalau kalian nggak masuk kita nggak akan makan"
"baiklah kita berdua masuk"
"oke, cepetan" ucap alice sembari berlalu masuk.
"ayo kita masuk"
"aku sungkan sel"
"udah anggap aja rumah sendiri" jawab gisel sembari menarik tangan riko.
"kalian ini dari mana saja?" tanya papi varo, ketika gisel dan riko baru saja masuk ke dalam ruang makan.
"kita dari taman belakang pi" jawab gisel sembari tersenyum.
"biasa pi mojok, remaja yang lagi di mabuk asmara tuh pi" ledek alice.
"kak alice apaan sih, orang kita nyari angin"
"nyari angin tapi tangannya gandengan terus"
"ahhh astaga, maaf ko" ucap gisel sembari melepaskan pegangan tangannya, sedangkan riko hanya bisa tersenyum melihat tingkah menggemaskan gisel.
"cieee salting cieee"
"kak alice apaan sih heboh banget. orang riko tadi nggak mau masuk, jadinya aku seret dia masuk. jangan tebar gosip deh"
"tapi ngomong-ngomong kalian cocok kok" ucap al sembari tersenyum.
"tuhkan sel apa aku bilang kalian itu cocok, buktinya abang mengakuinya"
"alice udah ya adiknya jangan di godain terus" sergah papi.
"maaf pi"
"riko, gisel ayo duduk kita makan dulu"
"iya om" jawab riko
"jangan panggil om, panggil papi"
"baik pi"
"anak manis"
"ganteng papi" sela mami.
"ahh iya ganteng"
"riko kamu jadi menantu mama aja ya" ucap mama sarah sembari tersenyum.
"mama apaan sih"
"apa sih dek habisnya riko ganteng banget, emang kamu nggak mau punya suami ganteng kayak riko"
"mama ih malu-maluin aja"
"tapi mama pengen punya menantu seperti riko dek"
"papa, mama tuh"
"ma udah dong, gisel malu tuh sama temannya"
"ihh si papa emangnya nggak mau punya menantu ganteng"
"ya mau tapi al kan juga ganteng"
"maksud mama nambah menantu lagi"
"boleh, kalau si adek sudah siap nikah muda"
"siap aja ya dek, mumpung rikonya masih tersedia"
"mama ihh gisel malu" ucap gisel sembari menutup mukanya dengan kedua telapak tangan, wajahnya benar-benar memerah.
"ciee adek malu-malu" goda gisa.
"gimana ko siap kan nikah muda?"
"kak alice apaan sih, gara-gara kak alice nih kita berdua jadi di godain"
"gapapa ko aminin aja, siapa tau emang jodoh" ucap papi sembari menepuk pundak riko,sedangkan riko hanya bisa mengangguk pasrah sembari tersenyum.