
"sayang ini aku buatkan teh madu untukmu"
"kenapa teh? kamukan tau kalau pagi aku terbiasa minum kopi sayang"
"ya aku tau. tapi mulai sekarang kurangi minum kopi, karna kopi tidak baik untuk kesehatan"
"baiklah" ucap al dengan sangat terpaksa.
"jangan lupa bekalnya dibawa"
"iya bawel"
"aku berangkat dulu ya sayang"
"kenapa kau berangkat kebutik sepagi ini?" tanya al sembari melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"iya sayang hari ini aku ada janji dengan mami untuk membantunya bersiap-siap untuk event siang nanti"
"baiklah, hati-hati dijalan"
"iya, kamu juga" jawab gisa sembari mencium tangan al.
"gisa-gisa kenapa juga aku bisa suka dengan gadis ceroboh dan bawel seperti dirimu" guman al sembari tersenyum.
*****
"kalau al tidak bisa ku dapatkan maka tak ada satu orang pun yang bisa memilikinya" gumam raina sembari tersenyum.
dengan segera ia meraih ponselnya dan menghubungi salah satu anak buahnya.
"datang keruanganku sekarang juga" ucap raina ketika panggilan telfonnya sudah tersambung, dan tak butuh waktu lama bawahanya pun telah sampai dirungannya.
tokkk..... tokk..... tokk
"masuk"
"permisi buk, ada yang bisa saya bantu?"
"aku ada tugas untukmu bram"
"tugas apa buk"
"aku ingin kamu menyingkirkan wanita ini" ucap raina sembari melemparkan sebuah foto kepada bawahannya.
"ini bukankah seorang model terkenal itu buk?"
"ya"
"memangnya ibu ada masalah apa dengannya?"
"karna dia telah berani merebut pria yang selama ini aku cintai"
"tapi apa ibu yakin, karna nona ini adalah menantu keluarga efendi bu. karna setau saya orang yang berurusan dengan keluarga efendi akan berakhir mengenaskan"
"aku tidak peduli bram, lakukan tugasmu. karna kalau aku tidak bisa memiliki al maka tidak seorang pun yang bisa memilikinya"
"baik buk. kalau begitu saya permisi dulu" ucap bram sembari berlalu pergi.
"gisa sebentar lagi tamatlah riwayatmu" gumam raina sembari menyeringai licik.
*****
"pagi sayang" ucap mama sarah ketika baru saja melihat gisa turun dari dalam mobil.
"hai gisa" sapa billa yang baru saja datang bersama mama liyla.
"billa, aku merindukanmu"
"kalian ini setiap hari bertemu tapi seperti tidak bertemu bertahun-tahun saja" ucap mama sarah sembari tersenyum.
"bagaimana kalau nanti kamu menikah dan ikut suamimu keparis bil, apa kau akan semanja ini dengan gisa"
"ahh yang jelas aku akan sangat merindukan makhluk cantik satu ini ma"
"sudah-sudah ayo kita masuk"
"gisa, billa tolong kalian jaga butik ya, nanti alice juga akan datang kemari menemani kalian" ucap mami melati.
"siap mi" ucap gisa dan billa secara bersamaan.
setelah para ibu pergi gisa dan billa tengah disibukkan menggambar beberapa desain baju.
"gisa aku sangat bosan" ucap billa sembari meraih ponselnya.
"kalau kau bosan telfon saja kekasihmu"
"dia sedang sibuk"
"oh iya bil, lalu kapan kau akan menikah?"
"aku belum tau sa"
"kenapa belum tau?"
"sejujurnya aku belum siap. apa menikah itu mudah"
"mudah atau tidaknya tergantung kita yang menjalaninya"
"kalau kamu dengan kakak al?"
"ya seperti yang kau lihat. kalau kau sudah yakin dan hatimu sudah mantap sama dia lebih baik segera saja"
"ya aku akan memertimbangkannya"
"asik sekali, sedang membicarakan apa kalian?"
"ini kak aku sedang bosan" ucap billa.
"kau kapan kerja dan tidak merasa bosan. setiap hari juga kau akan bosan"
"hehe, bagaimana kalau kita keluar cari makan kak"
"boleh kebetulan aku juga belum makan. tapi aku nggak bawa mobil"
"kan ada mobilnya gisa"
"iya juga sih. gisa aku pinjam mobilmu ya"
"pakai saja kak"
"oke. kamu mau nitip sesuatu"
"belikan aku makanan juga ya, karna aku juga sangat lapar"
"baiklah, kami pergi dulu" ucap alice sembari berlalu pergi.