My Introvert Husband

My Introvert Husband
dia memelukku



"kalian berdua sedang apa?" tanya al yang baru saja masuk kedalam kamar.


"abang ini bagaimana sih. tadi abang sendiri yang menyuruhku untuk mengembalikan baju gisa"


"lalu kenapa lama sekali jika hanya mengembalikan baju"


"ya aku mengobrol sedikit dengan kakak iparku, memangnya salah?"


"sejak kapan kau memanggilnya kakak ipar?"


"abang ini bodoh sekali, jelas setelah gisa menikah dengan abang lah"


"kau tadi bilang aku apa?" tanya al sembari menatap tajam alice.


"aku bilang abang tampan" ucap alice sembari lari keluar kamar.


"menyebalkan sekali anak itu"


"ngapain kamu ketawa?" tanya al ketika melihat gisa tertawa.


"ti tidak kakak al, aku tidak tertawa kok"


"cepat kemasi barang-barang kita"


"memangnya kita mau kemana kak?"


"tentu saja pulang. apa kau mau tidur di hotel terus"


"tidak"


"yasudah beresi semua barang-barangnya, jangan banyak tanya"


"iya kak"


dengan segera gisa membereskan semua barangnya dan barang-barang milik al.


"apa belum selesai?"


"sudah kak"


"ayo kita segera pulang"


"aku ganti baju dulu kak"


"cepatlah, kau ini lelet sekali"


setelah semuanya beres al segera mengajak gisa pulang.


"kakak al kita mau kemana? inikan bukan jalan menuju rumahku" tanya gisa ketika mereka sudah diperjalanan.


"kau ini istriku tentu saja kau harus ikut denganku. untuk sementara waktu kita tinggal di rumah mami dulu, karna rumah yang aku beli masih dalam tahap renovasi"


"kakak al membeli rumah?"


"iya"


"untuk apa?"


"tentu saja untuk kita. kita ini sudah menikah, aku ingin hidup mandiri dan tidak merepotkan orang tua"


"ahh baiklah"


"dan aku harap kamu segera berhenti dari pekerjaanmu"


"iya kak, aku sudah berhenti dari dua hari kemarin kok"


"bagus"


*******


"selamat datang menantu mami yang paling cantik" ucap mami melati ketika melihat gisa dan juga al baru saja masuk kedalam rumah.


"mami" ucap gisa sembari memeluk mami melati.


"kenapa sayang? apa al memarahimu?"


"tidak mi. gisa hanya masih tidak menyangka saja kalau sekarang gisa menjadi menantu mami"


"mami juga tidak menyangka kalau anak mami yang paling cantik ini bisa menikah dengan putra mami"


"kakak ini suka sekali protes" sarkas alexs


"biarin"


"sudah-sudah gisa dan kakak memang anak mami yang paling cantik" ucap mami sembari memeluk gisa dan alice secara bersamaan.


*******


malam ini entah mengapa gisa tidak bisa tidur, ia berulang kali membolak-balikkan badannya mencari posisi ternyaman agar ia segera lekas tidur, namun usahanya sia-sia.


"gisa kau ini bisa diam tidak, kau sangat mengganggu tidurku"


"ma maaf kakak al"


"diam dan tidurlah"


"iya kak"


*"aduh kenapa aku susah sekali tidur, biasanya kalau aku tidak bisa tidur aku akan tidur bersama dengan gisel."* gumam gisa sembari meremas-remas selimut.


al membalik tubuhnya hingga kini ia menghadap gisa, ia segera menarik tubuh gisa masuk kedalam pelukannya.


"tidurlah ini sudah malam"


"ta tapi kak" ucap gisa sembari mencoba melepaskan pelukan al.


"sudah tidurlah, aku tidak akan mengapa-apakan dirimu" ucap al sembari menutup matanya.


mau tak mau gisa pun menurut ia pun juga mulai memejamkan matanya. entah mengapa dipeluk al seperti ini memberikan kenyamanan tersendiri bagi gisa.


*"astaga dia memelukku. ini untuk pertama kalinya kakak al memelukku, rasanya sungguh nyaman sekali Tuhan"* gumam gisa dalam hati.


tak butuh waktu lama gisa pun sudah terlelap dalam pelukan al.


"akhirnya dia tidur juga" ucap al sembari melepaskan pelukannya dan kembali memunggungi gisa.


*******


"pagi mi" sapa al yang baru saja turun dari lantai atas dan sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"pagi sayang. abang mau kemana? kenapa sepagi ini sudah rapi"


"aku ada pertemuan penting mi. jadi aku sengaja berangkat lebih awal, agar bisa berunding dengan arya dan aleta"


"baiklah, apa kau tidak sarapan dulu nak?"


"tidak mi. al berangkat dulu ya" ucap al sembari mencium tangan melati.


"iya sayang, hati-hati dijalan"


"iya mi"


al segera memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah hampir 30 menit ia pun sampai dikantornya.


"pagi" sapa al kepada aleta dan arya yang ternyata sudah menunggunya diruang miting.


"pagi" jawab aleta.


"mentang-mentang habis malam pertama langsung telat."


"gue hanya telat 15 menit kampret"


"tetap saja telat lontong. gimana tadi malam? habis berapa ronde?"


"kau ini kepo sekali"


"gimana rasanya sob? apakah nikmat?"


"kau rasakan saja sendiri"


"ah baiklah. sebentar lagi aku juga akan merasakannya" ucap arya sembari tersenyum mesum.


"dasar mesum" ucap al sembari melempar map kewajah arya.


"biarin gue pria normal bro" ucap arya sembari terkekeh.


*"yaTuhan apa saja yang sudah dilakukan al dengan nona gisa tadi malam. hatiku sangat sakit Tuhan, pria yang selama ini aku cintai sekarang sudah menjadi suami orang. Tuhan kenapa sesakit ini"* gumam aleta dalam hati sembari mengerjap-erjapkan matanya supaya air matanya tidak jatuh membasahi pipinya.