My Introvert Husband

My Introvert Husband
mama liyla sakit



"bim apa kau yakin menyuruh preman-preman itu untuk memperkosa gadis itu? kasihan bim kita juga mempunyai anak perempuan" ucap papi varo


"sejak kapan kau jadi lembek seperti ini. aku tidak peduli, nyawa putriku sekarang sedang berada di ujung tanduk. aku akan melakukan apapun untuk membalaskan dendam putriku"


"kalau gio tau bagaimana. kita pasti akan habis kena tausiyah gratis dari dia"


"maka kau diamlah jangan sampai gio tau. sudah ayo kembali kekantor" ucap papa bima sembari mematikan sebatang rokok yang sedang ia pegang.


******


"bella"


"kak gisa. kakak kemari?"


"iya, ini kakak bawakan makanan untukmu"


"aku tidak nafsu makan kak. bagaimana keadaan mamaku, apa beliau sudah baikan?"


"kau tidak perlu menghawatirkan mama liyla. aku sudah menyuruh alexs dan juga gisel untuk merawat mama, dan kata mereka mama sudah agak mendingan"


"aku harus bagaimana kak. aku nggak mau melihat mama sedih, aku nggak tega melihat mama seperti ini kak" ucap bella mulai terisak dan memeluk gisa.


"bella sayang yang perlu kamu lakukan sekarang adalah berdoa meminta kepada Tuhan semoga kakakmu segera sadar dan semuanya akan kembali seperti sediakala, kamu harus kuat sayang" jawab gisa sembari membalas pelukan bella dan mengelus surai rambut bella.


"aku takut kalau kak billa akan meninggalkan kita semua kak"


"jangan bicara seperti itu. apakah kamu tau jika perkataan adalah doa"


"tapi aku semalam bermimpi kalau kak billa pergi kak. dia bilang aku harus jadi anak yang baik, aku harus bisa membahagiakan mama dan papa"


"mimpi hanyalah bunga tidur sayang, jangan terlalu di fikirkan. ayo sekarang kau harus makan untuk memulihkan tenagamu, kakak akan menyuapimu"


"iya kak, aku nggak boleh lemah. aku harus kuat demi mama dan papa"


"nah itu baru adikku yang paling cantik"


"makasih ya kak"


"for what?"


"buat semuanya, kak gisa nggak pernah beda-bedain aku dan gisel. kakak selalu baik sama aku, sama kak billa"


"kamu dan gisel itu sama bel, kalian adik-adik kakak. kakak nggak akan pernah beda-bedain mana adik kandung sama yang bukan adik kandung, karna bagi kakak kalian memiliki posisi yang sama dihati kakak"


"bella sayang kakak" ucap bella sembari memeluk gisa.


"kakak juga sayang kamu. sudah meluknya, sekarang makan ya"


"iya kak"


dengan telaten gisa menyuapi bella makan, ia tau beberapa hari ini anak itu kehilangan nafsu makannya. gisa sangat tidak tega melihat keadaan bella yang seperti ini, ditambah mama liyla yang jatuh sakit karna terlalu memikirkan kondisi billa.


"ehh buset, loe beneran bella kan"


"apa sih lexs"


"ya habis loe udah kayak gisel aja makan minta disuapi"


"loe ngapain kesini?"


"eh buset nibocah. gue khawatir sama keadaan loe, makannya gue kemari"


"kak alice gimana?"


"dia nggak nanyain keadaan kak billa?"


"udah pasti nanyain, tapi mami selalu berusaha ngalihin topik pembicaraan"


"gimana jadinya kalau sampai kak alice tau keadaan kak billa"


"sudah jangan fikirkan kak alice, itu biar jadi urusan mami. sekarang yang perlu di khawatirkan itu adalah dirimu"


"kenapa aku"


"loe bukan seperti diri loe bel. mana sahabatku yang paling kuat itu, mana sahabatku yang paling dewasa dan selalu jadi panutan untuk sahabat-sahabatnya. loe terlihat begitu lemah bel"


"loe nggak ngarasain di posisi gue lexs"


"gue tau bel. tapi loe juga jangan lupa masih ada gue, gue siap jadi tempat loe bersandar"


"trimakasih buaya buntung"


"ahh sialan, gue serius juga"


"gue juga serius. gue juga sangat bersyukur karna Tuhan kasih aku sahabat sebaik kamu dan juga gisel"


"kamu baru pulang lexs"


"iya kak"


"lalu gisel?"


"gisel langsung kerumah mama liyla, tadi dia menyuruhku untuk melihat keadaan bella. dia takut kalau sigalak ini mogok makan"


"keadaan mama baik-baik saja kan"


"mama baik-baik saja kamu nggak usah khawatir, aku dan gisel akan menjaganya. kamu fokus aja sama kondisi kak billa"


"iya"


"dokter" panggil bella ketika seorang dokter baru saja keluar dari ruangan kakaknya


"iya"


"bagaimana keadaan kakak saya"


"sejauh ini keadaan pasien masih belum ada perubahan, kalian doakan saja yang terbaik untuk keadaan pasien"


"ya Tuhan" gumam bella


"tolong lakukan yang terbaik untuk kakak saya dok" ucap alexs sembari memegangi tubuh bella yang mulai melemas.


"kami akan berusaha sebaik mungkin mas. kalau begitu saya permisi"


"silahkan dok"


"lexs kak billa"


"sudah percayalah pada Tuhan. Tuhan pasti akan memberi yang terbaik untuk kak billa"


"iya lexs"


"lexs ajak bella duduk kasihan dia terlihat sangat lemas"


"iya kakak ipar"