
"gimana udah siap?" tanya papa kepada riko ketika mereka sampai di depan rumah gisel.
"siap pa" jawab riko
dengan segera papa memencet bel rumah keluarga gisel.
ting tong...... ting tong
"iya, cari siapa" ucap seseorang yang baru saja membuka pintu. "loh riko ada apa?" tanya gisa ketika melihat yang datang adalah riko.
"papa sama mama ada kak?" tanya riko kepada gisa.
"ada dek, ayo masuk. om, tante silahkan masuk" ucap gisa mempersilahkan riko dan kedua orang tuanya untuk masuk.
"silahkan duduk, biar saya panggil mama dan papa" ucap gisa sembari berlalu pergi.
"ternyata ayahnya gisel itu pak gio rik!"
"iya papa tau dari mana?" tanya riko.
"itu foto keluarga mereka"
"papa kenal sama papa gio?"
"tentu saja, pak gio adalah rekan bisnis papa"
"dunia begitu sempit" gumam riko, namun masih terdengar di telinga papa dan juga mama, hingga membuat keduanya tertawa.
"loh pak audy" ucap papa gio ketika ia baru saja sampai di ruang tamu.
"pak gio lama kita tidak bertemu" ucap papanya riko sembari memeluk papa gio.
"iya ya pak, terakhir satu bulan yang lalu"
"iya benar sekali, saya kangen main catur dengan anda"
"haha sama saya juga, oh iya jadi pak audy ini papanya riko?"
"iya pak gio, riko ini putra semata wayang saya. yang sering saya ceritakan itu"
"astaga dunia sempit sekali ya pak" ucap papa gio sembari terkekeh.
"iya pak saya juga tidak menyang kalau anda ternyata adalah papanya gisel"
"iya gisel itu putri kedua saya pak"
"jadi yang membuka pintu tadi?"
"oh iya itu gisa, putri pertama saya pak"
"asalamualaikum" ucap al ketika baru saja masuk kedalam rumah.
"walaikumsalam"
"al kamu baru pulang nak?"
"iya pa, apa gisa ada di dalam?" jawab al sembari mencium tangan papa.
"ada nak, masuklah"
"hey bocah, ngapain kamu disini. jangan-jangan kamu mau melamar adik iparku ya" ucap al menggoda riko.
"kak al kok tau. tau dari mana?"
"anak ini kenapa jadi bodoh seperti ini, kamu kemari bersama orang tuamu lalu untuk apa lagi kalau bukan untuk melamar"
"ahh astaga iya ya" ucap riko sembari menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal, sedangkan papa, mama, dan papa gio hanya terkekeh menyaksikan obrolan kedua anak muda itu.
"oh iya pak audy kenalin ini al menantu saya, dia putra sulungnya varo"
"putra sulungnya pak varo! ah pantas saja tampan, ternyata putranya pak varo"
"eh ada varo juga" ucap mama yang baru saja datang membawa nampan berisikan minuman, dan di belakangnya ada gisel yang membawa nampan berisi camilan.
"riko datang kok nggak bilang-bilang sih" ucap gisel sembari mencebikkan bibirnya.
"sengaja, mau ngasih kejutan buat kamu"
"dan selamat kamu berhasil mengagetkanku"
"jangan cemberut gitu dong, nanti cantiknya hilang loh"
"rayuan buaya buntung" ucap al.
"bukan hanya buaya buntung kak"
"lalu apa?"
"buaya kampus juga"
"eh fitnah banget sih, padahal aku ini nggak pernah genit loh sama cewek-cewek di kampus"
"sudah-sudah malah berdebat, gisel duduk sini, abang juga duduk sini" ucap mama.
"nggak ma abang mau kebelakang aja nemuin gisa"
"oh yasudah, temui istrimu. dia sedang di dapur"
"iya ma. om, tante saya permisi dulu"
"silahkan nak" jawab papa audy.
"jadi ini maksud kedatangan pak audy dan keluarga kemari ada apa ya?" tanya papa gio.
"seperti yang dibilang nak al tadi pak. maksud kedatangan kami kemari ingin melamar gisel putri bapak untuk anak kami riko"
"tapi kaliankan masih kuliah nak" ucap papa gio sembari menatap riko.
"riko tau pa. tapi ini sudah menjadi keputusan kami, kami ingin menikah sebelum wisuda"
"apa betul yang dibilang riko nak?" tanya papa kepada gisel.
"iya pa"
"apa kalian sudah yakin. apa nggak lebih baik tunangan dulu"
"kalau kalian berdua sudah yakin, papa mau gimana lagi selain meberikan restu" ucap papa gio sembari tersenyum.
"jadi lamaran riko diterima pa?"
"iya nak, lamaranmu papa terima" jawab papa gio.
"yess, gisel kita menikah sayang"
"astaga anak muda jaman sekarang, benar-benar" ucap mama riko sembari menjewer telinga riko.
"mama sakit"
"habisnya kamu malu-maluin papa sama mama"
"riko terlalu senang ma"
"lalu baiknya kapan kita menikahkan anak-anak kita pak?" tanya papa riko kepada papa gio
"bagimana kalau bulan depan"
"tidak riko tidak setuju pa"
"lalu kamu maunya kapan nak"
"minggu depan"
"apa minggu depan!" ucap mama, papa, papa gio, mama sarah, dan gisel secara bersamaan.
"iya semakin cepat semakin baik"
"riko jangan bilang sama mama kalau kamu udah ngapa-ngapain gisel ya" ucap mama sembari menatap tajam riko.
"mama apaan sih, ya nggak lah ma. mana tega riko merusak wanita yang riko cintai"
"ahh syukurlah" ucap mama lega.
"kenapa secepat itu nak?" tanya papa gio.
"bukannya semakin cepat semakin baik pa, riko nggak mau gisel di lirik cowok lain pa"
"posesif sekali anda tuan" ucap gisel.
"biarin. pokonya kita harus menikah minggu depan, supaya dunia tau. kalau gisela anastasia aroran adalah milik felix riko vansbhasten"
"astaga kenapa bisa aku punya calon suami seperti dia, ma apa bisa aku tukar tambah suami nantinya"
"gisel kamu ini apaan sih nak" ucap mama sembari terkekeh.
"kelihatannya gisel salah pilih calon suami ma"
"sayang kok kamu gitu sih"
"mama kelihatannya mama harus bawa riko berobat, gisel akan sangat pusing nanti ketika menikah dan kelakuan dia masih random banget"
"pasti sayang, nanti sampai rumah, mama akan memberi obat anak ini kembang tuju rupa" jawab mamanya riko sembari tertawa.
******
"sayang jangan marah lagi ya"
"aku nggak marah, aku hanya kesel aja sama kamu"
"aku melakukannya kan juga buat kebaikan kamu. aku nggak mau kamu dan junior kenapa-kenapa"
"aku tau, tapi kamu nggak harus ngebentak aku kan"
"maafin aku sayang"
"jangan di ulangi ya. aku takut kalau kamu marah seperti kemarin" ucap gisa dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
"iya sayang, aku janji tidak akan marah-marah lagi" jawab al sembari memeluk gisa.
"kakak nangis?" tanya gisel
"nggak kok" jawab gisa sembari buru-buru menghapus air matanya.
"nggak apanya orang jelas-jelas kakak nangis. kak al apain kak gisa?"
"al, gisa kalian tidak sedang bertengkar kan nak?"
"tidak kok pa" jawab al dan gisa secara bersamaan.
"syukurlah, papa lega mendengarnya. lalu kenapa kamu menangis kak?"
"gisa hanya kesel saja pa. masak suami gisa lupa anniversary pernikahan kita"
"yaallah yank maaf"
"astaga ibu hamil, hanya karena lupa anniversary pernikahan aja, aku fikir kenapa nangis gitu" ucap gisel sembari geleng-geleng kepala, sedangkan mama dan papa tidak kuasa menahan tawanya.
"riko dan keluarganya udah pulang pa?" tanya al.
"udah nak. kamu bantu papa persiapkan acara pernikahan adikmu ya"
"memangnya kapan pa?"
"minggu depan"
"apa minggu depan" ucap al dan gisa secara bersamaan.
"iya, minggu depan"
"apa nggak terlalu kecepetan pa?"
"papa juga merasa seperti itu al, tapi ya mau gimana lagi. itu permintaan adikmu"
"ngebet kawin loe dek?"
"ihh kak al apaan sih"
"jangan gitu dong yank, lihat deh wajahnya memerah" ucap gisa sembari tersenyum.