My Introvert Husband

My Introvert Husband
diperbolehkan pulang



"kenapa sih kak kok berhenti?" tanya gisel ketika alice tiba-tiba saja berhenti melangkah untuk masuk kedalam ruang rawat laras, dan malah kakaknya itu hanya berdiri di ambang pintu.


"lihat kenapa anak itu melamun seperti itu. bahkan makin hari kondisinya semakin melemah sel" jawab alice dengan wajah sendu.


dengan segera gisel pun juga ikut melihat laras yang hanya berbaring sembari termenung dan menatap ke atas, gadis itu benar-benar sangat pucat. terlihat dengan jelas kalau kondisinya jauh dari kata baik.


"ayo masuk kak, jangan berdiri di pintu kayak gini" ucap gisel sembari mendorong alice.


"laras, kenapa kamu melamun seperti itu? apa yang kamu fikirkan?" tanya gisel ketika dirinya dan alice sudah sampai di dekat laras.


"ahhh.. mbak gisel, mbak alice kapan datang?" tanya laras dengan sedikit terkejut, pasalnya dua wanita cantik itu tiba-tiba saja sudah ada di dalam ruangannya.


"baru aja. kamu kenapa?" ucap alice sembari mengelus lengan laras.


"aku gapapa kok mbak" jawab laras sembari tersenyum.


alice dan gisel hanya bisa menatap laras dengan prihatin. gadis itu semakin hari semakin mengurus, bahkan matanya semakin menyekung, di tambah wajahnya yang memucat.


mungkin gisel dan alice tidak tau pasti apa yang sedang gadis itu rasakan sekarang, tapi gisel atau pun alice tau laras tidak baik-baik saja. gadis itu selalu berusaha menyembunyikan semuanya dengan senyum yang selalu terpatri di bibir indahnya.


"gapapa, berarti ada apa-apa. laras aku kan udah pernah bilang anggap aku dan kak alice sebagai kakak kamu, bagi bebanmu kepada kami"


"aku benar-benar gapapa mbak" jawab laras dengan senyum yang masih terpatri di bibirnya.


"ras jangan bohongi kami, dari kondisi kamu yang seperti ini terlihat jelas kalau kamu nggak baik-baik aja" ucap alice mulai menitikkan air mata.


"mbak alice jangan nangis dong" ucap laras sembari menghapus air mata alice, bahkan ia pun ikut berkaca-kaca.


"cerita sama kita, jangan di pendam sendiri ras. gue tau loe nggak mau kita semua khawatir sama kondisi loe sekarang. tapi jangan kayak gini, seenggaknya bagi beban loe ke kita. biar gue sama gisel rasain sedikit aja rasa sakit yang loe rasain" ucap alice masih dengan berderai air mata, dan di genggamnya tangan laras yang digunakan untuk menghapus air matanya tadi.


"sakit mbak, rasanya badan aku sakit semua" jawab laras sembari kembali menatap ke atas, air matanya pun sudah mulai jatuh dari kedua sudut matanya.


"kamu bertahan ya. mbak tau kamu kuat ras, kita semua masih berusaha buat sembuhin kamu"


"tapi aku udah nggak kuat mbak, aku rasa waktu aku udah nggak banyak"


"loe jangan ngomong gitu dong ras. jangan nyerah gitu aja, kita berusaha bareng-bareng. andai aja loe nggak nekat donorin ginjal buat starla ras, semua ini nggak akan terjadi"


"aku hanya ingin star sembuh mbak, hati aku sakit kalau harus lihat starla cuci darah. gadis se kecil dia harus merasakan kesakitan, harus menderita penyakit yang mematikan"


"ya tapi loe tau ginjal loe yang satunya lagi udah rusak ras, dan seharusnya loe nggak se nekat ini" ucap alice dengan frustasi dan mengusap kasar wajahnya.


alice benar-benar nggak bisa membayangkan gimana hancurnya starla nanti kalau sampai laras tidak bisa di selamatkan, keponakannya itu pasti akan sangat terpukul. apalagi starla sangat menyayangi laras layakkan ibu kandung sendiri.


*****


"star beneran udah boleh pulang dad?" tanya starla ketika sang daddy tengah mengemasi semua barang-barangnya.


"iya sayang, hari ini starla udah boleh pulang sama dokter esa"


"tapi mama juga udah boleh pulang kan dad?"


"mama laras masih belum bisa bulang sayang, kondisi mama laras belum memungkinkan untuk pulang"


"star disini aja ya dad, star mau jagain mama"


"star kamu belum bener-bener sembuh, jangan kayak gini ya. kalau mama laras tau pasti bakal marah"


"tapi daddy janji ya bakal bawa star buat tengokin mama"


"iya daddy janji. nanti setiap daddy pulang kerja kita tengokin mama laras, yasudah ayo kita pulang"


"mampir dulu ke kamar mama ya dad"


"iya"


dengan segera gadis kecil itu berjalan terlebih dulu untuk menuju ruang rawat inap laras.


"mama"


"star sayang, kamu sama siapa nak?" tanya felix ketika starla baru saja datang seorang diri.


"sama daddy om ganteng"


"terus daddymu mana?"


"masih di belakang. mama bobok ya om"


"iya sayang mamamu sedang tidur"


"yaaa padahal star mau pamit"


"star udah boleh pulang hari ini?"


"iya om ganteng"


"om ikut senang" ucap Felix sembari membawa starla keatas pangkuannya.


*"sekarang aku tau dek kenapa kamu begitu menyayangi Starla, dia memang layakkan seorang peri kecil. aku yang belum mengenalnya lama saja sudah sesayang ini, aku berharap kamu bertahan. dan mari kita jaga peri kecil kita"* gumama felix didalam hati sembari menciumi pipi starla.


"om ganteng nangis ya?" tanya starla ketika sebutir air bening menetesi pergelangan tangannya.


"nggak sayang, om nggak nangis kok"


"om bohong, itu mata om ganteng merah"


"om hanya terharu, akhirnya keponakan om yang paling cantik ini udah sembuh, dan bahkan sekarang udah boleh pulang. jangan sakit lagi ya nak" ucap felix sembari kembali mencium starla.


"iya om. nanti kalau star pulang, om harus jagain mama ya"


"iya sayang om pasti bakal jagain mama kamu, nenek juga pasti akan selalu jagain mama"


"ohh iya nenek kemana om, star belum lihat nenek"


"emtt gitu, padahal star juga mau pamit sama nenek"


"nanti biar om yang bilang sama mama dan nenek kalau starla udah boleh pulang"


"emtt iya. star sayang om ganteng" ucap starla sembari mencium pipi felix.


"om juga sayang sama starla" jawab felix sembari memeluk starla.


sementara itu dari depan pintu al hanya bisa berdiri mematung melihat interaksi keduanya yang terlihat begitu akrab padahal mereka baru saja saling mengenal.


"star"


"daddy kemana sih kok lama"


"tadi daddy urus administrasi dulu nak"


"daddy mamanya lagi bobok"


"biarin aja mamanya kan lagi istirahat"


"tapi star pengen ngobrol sama mama dad"


"nanti aja kalau mama udah bangun ya. nanti daddy bakal suruh om felix buat video call kita kalau mamanya udah bangun. sekarang kita pulang ya, star masih harus istirahat"


"nah bener kata daddymu nanti kalau mamanya udah bangun, om bakal video call starla deh"


"om janji ya" ucap starla sembari mengangkat jari kelingkingnya.


"janji" jawab felix sembari menautkan jari kelingkingnya pada jari mungil starla.


"emtt ya udah ayo kita pulang dad" ucap starla sembari turun dari pangkuan felix.


"kok nggak pamit sama om felix"


"oh iya. om ganteng star pulang dulu ya" pamit starla sembari mencium pipi felix


"iya sayang, hati-hati dijalan ya"


"iya om"


"kita pulang dulu lix. kalau ada apa-apa hubungi gue" ucap al sembari menepuk pundak felix.


"pasti" jawab felix sembari tersenyum.


*****


setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit akhirnya al dan starla telah sampai dikediaman mereka.


"ayo masuk tuan putri"


"iya dad"


"kok mukanya murung gitu sih?"


"kenapa teman-teman star nggak ada yang menyambut kepulangan star sih dad. padahal star kangen mereka" ucap starla semabari mencebikkan bibirnya.


"memangnya star kangen siapa?"


"nana, nono, gara juga"


"terus alfin dan biru nggak kangen"


"kangen sih dad"


"udah ahh ayo masuk"


sesampainya didalam rumah starla nampak menghela nafasnya secara kasar, tergambar jelas kekecewaan di wajah cantiknya ketika melihat rumahnya sepi, teman-temannya tidak berada disini sekarang.


gadis mungil itu berjalan sembari menggandeng tangan daddy dan menundukkan kepalanya.


"jalannya kok nunduk gitu sih?"


"gapapa dad"


namun ketika sampai di rungan keluarga starla menghentikan langkahnya ketika melihat banyak kaki tengah berdiri di depannya, dengan segera starla mengangkat kepalanya. dapat ia lihat disana ada om dan tantenya, omma dan oppa, kakek dan nenek, serta teman-temannya semua juga berdiri disana.


preetttt


alfin, biru, nana, nono, dan juga gara meniup trompet mereka.


"selamat kembali star. jangan sakit-sakit lagi ya, kami semua sayang banget sama kamu" ucap nana sembari menghambur memeluk sepupunya yang paling cantik, dan disusul oleh nono, gara, alfin, dan juga biru yang ikut memeluk starla..


"star juga sayang kalian semua"


"star janji ya jangan sakit lagi, kita kan belum menikah" ucap alfin.


"AlFIN" ucap mereka semua yang berada di situ sembari melotot tajam kepada alfin. sementara yang mereka plototi nampak nyengir seolah tak punya dosa sedikit pun.


Starla



Mama Laras



Daddy Al