
selesai event gisa segera pamit kepada mami untuk segera pulang karna malam ini adalah perayaan aniversary pernikahan mami dan juga papi.
"kira-kira aku bawa hadiah apa ya untuk mami" gumam gisa sembari terus mondar-mandir di dalam kamarnya.
"sayang kau kenapa?'' tanya al yang baru saja pulang.
"hari inikan aniversary mami dan papi"
"iya lalu?''
"kita kasih mami dan papi apa ya yank?''
"kita kasih cucu''
''kenapa kau malah bercanda sih, aku sedang serius" ucap gisa sembari mencebikkan bibirnya.
"hadiah itu tidak penting, yang paling penting adalah kita doakan mami dan papi semoga beliau sehat selalu''
"iya sih yank"
"ya sudah ayo siap-siap dulu, kau kan kalau dandan sangat lama"
"iya bawel"
"kau bilang apa tadi?''
"bawel"
"kau sudah mulai berani ya sekarang" ucap al sembari menangkap tubuh mungil gisa dari belakang.
"sayang ampun, ini sangat geli" ucap gisa sembari terkekeh ketika al mengendus-endus lehernya. namun bukannya berhenti al malah mulai menelusuri leher gisa.
"sayang lepasin aku mau mandi" ucap gisa.
"kalau begitu kita mandi bersama" jawab al sembari menggendong tubuh gisa.
*"astaga kalau dia ikut mandi bersamaku pasti akan sangat lama, karna dia pasti akan meminta lebih. seperti pagi tadi"* gumam gisa dalam hati.
dan benar saja apa yang difikirkan gisa, setelah mereka berdua sampai di dalam kamar mandi al pun memulai aksinya dan membuat pertahanan gisa roboh untuk beberapa kali.
"kalau kau ikut mandi, pasti akan lama seperti ini" gerutu gisa.
"tapi kau sangat menikmatinya sayang" jawab al sembari meneluk tubuh gisa yang masih terlilit oleh handuk. hingga membuat wajah gisa memerah karna menahan malu.
"sudah ayo bersiap, jangan menggodaku terus"
"ciee yang malu, pipinya sampai merah-merah gitu" ucap al terus menggoda gisa.
"menyebalkan" ucap gisa sembari cemberut. hingga membuat al semakin terkekeh, karna menurutnya istrinya itu sangat lucu ketika sedang merajuk.
********
"mami, papi maaf kami telat" ucap al sembari mencium tangan kedua orang tuanya.
"tidak nak, kamu tidak telat kok"
"apa dijalan macet sayang?" tanya mami
*"bisa-bisanya dia menyalahkanku, padahal kita telat gara-gara dia. awas saja ya kamu, nanti akan ku balas"* gumam gisa dalam hati.
"kakak" panggil gisel sembari berlari kearah gisa, dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
"gisel"
"gisel kangen kakak"
"kakak juga sangat kangen sama kamu dek"
"kakak kapan mau menginap dirumah, gisel ingin tidur lagi bareng kakak. gisel ingin bercerita banyak hal kepada kakak"
"nanti kakak akan usahakan ya dek. atau kau menginap saja dirumah kakak"
"apa boleh kak?"
"tentu saja boleh dek"
"tapi apa boleh juga sama kakak al?"
"tentu saja boleh"
"apa aku juga bisa menginap kak?" tanya bella.
"boleh" jawab gisa sembari tersenyum.
"asik, bella juga kangen banget curhat sama kak gisa. kalau kak billa mah nggak asik, nggak bisa diajak curhat"
"dasar adik laknat" ucap billa sembari menoyor kepala bella.
"memang kenyataannya seperti itu"
"kalau kalian berdua menginap dirumah kakak dan kakak ipar, lantas kapan kita akan mempunyai keponakan yang lucu" protes alexs.
"astaga iya aku lupa" ucap gisel sembari menepuk jidatnya.
"ahh kamu lexs nggak seru banget. lagian aku sama gisekkan nggak menginap setiap hari"
"iya ada benarnya juga bella"
"kalian berdua ini sangat menyebalkan. dasar bocah bayi"
"hey bocah menyebalkan sekali mulutmu itu. kita ini seumuran, kalau kami bayi berarti kau juga" protes gisel karna tidak terima alexs mengatainya bayi.
"betul itu"
."sudah-sudah kenapa jadi bertengkar. inikan hari bahagia mami dan juga papi" lerai mami melati.
"maaf mi, habisnya alexs duluan yang memulai" ucap gisel dengan wajah memelas.
"iya mi, alexs duluan yang memulai. dia sungguh menyebalkan" timpal bella dengan wajah yang tak kalah melas dari gisel.
"aku lagi yang di salahkan. mereka berdua ini benar-benar menyebalkan sekali" gumam alexs dengan sangat pelan sembari menahan emosinya.