
Alvian akbar efendi seorang pengusaha muda yang dikenal dengan ide-ide brilian yang selalu keluar dari dalam otaknya, selain pintar dia juga tampan hal itu membuat ia di gandrungi oleh banyak wanita. namun hingga saat ini tak ada satupun wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta, ya entah mengapa dia selalu saja menutup diri.
alvian akbar efendi adalah putra pertama dari pasangan alvaro tristan efendi dan melati atmaja. selain itu al juga memiliki saudari kembar bernama alice zhafira atmaja, dan seorang adik yang sangat tampan bernama alexander putra efendi.
mereka bertiga saling menyayangi namun karna sikap dingin al membuat ia disegani oleh adik-adiknya.
"abang, ayo kita pergi ketaman hiburan" ajak alice.
"abang tidak mau, abang sedang sibuk. pergilah bersama alexs"
"tapi aku ingin pergi bersama abang"
"abang tidak mau. kau kan tau, abang benci keramaian"
"tapi bang, sekali ini saja" ucap alice sembari memasang muka semelas mungkin.
"abang bilang tidak, ya tidak" ucap al sembari menatap tajam alice, hal itu berhasil membuat nyali alice menciut. dan mau tidak mau, ia harus menunggu alexs pulang kuliah baru dia bisa keluar ke taman hibur.
"ahh kenapa alexs lama sekali"
"kaukan bisa menghubunginya alice" ucap abang al sembari masih tetap fokus pada laptopnya.
"sudah abang, tapi tidak diangkat. pasti anak itu sedang bersenang-senang dengan kekasihnya" ucap alice sembari mencebikkan bibirnya.
"iya syukurlah kalau kau hafal bagaimana adikmu yang paling tampan itu. lagian kenapa kau tak ajak gisa, atau pun billa"
"ahh iya abang benar. lebih baik aku ajak gisa dan billa" ucap alice dengan penuh antusias, ia pun segera menghubungi gisa untuk mengajak sahabatnya itu pergi ketaman hiburan.
"halo kak alice ada apa.?" tanya gisa ketika sudah menerima panggilan alice.
"gisa kau dimana?"
"di rumah kak, memangnya ada apa.?"
"ayo kita keluar"
"mau kemana kita kak?" tanya gisa.
"taman hiburan, kitakan sudah lama tidak ketaman hiburan"
"ahh ayo kak. kalau gitu aku siap-siap dulu"
"baiklah, kalau gitu aku langsung kerumahmu saja ya"
"siap kak" ucap gisa sembari mematikan sambungan telfonnya.
"huftt akhirnya gisa bisa diajak keluar, tidak menyebalkan seperti abang"
"abang bekerja keras juga untukmu dan alexs"
"iya deh iya. kalau gitu alice bersiap dulu ya bang"
"iya pergilah. jangan pulang malam-malam"
"pergi saja belum sudah di ingatkan" gerutu alice.
"tidak bicara apa-apa abang"
"jelas-jelas tadi kau berbicara"
"abang salah dengar kalik" ucap alice sembari berlalu pergi.
ting.... tong.... ting..... ting
"bik ada tamu tolong bukakan pintunya" teriak abang al, namun tak ada respon dari bibi ika maupun bibi siti.
"pada kemana sih, kenapa tidak ada yang menyahut satu orang pun" gumam al kesal sembari berjalan kedepan untuk membuka pintu.
"kakak al. apa kakak alice ada?" tanya gisa ketika al baru saja membukakan pintu untuknya.
"masuklah" ucap al sembari menatap dingin gisa, setelah menyuruh gisa masuk al pun berlalu pergi dan meneruskan pekerjaannya.
"kakak al kenapa sih selalu saja bersikap dingin kepadaku, apa aku ini sama sekali tidak menarik dimatanya. apa aku hanya seorang anak kecil dimatanya? tapi usia kita hanya terpaut satu tahun" gumam gisa. wajahnya tak lagi terlihat bahagia, ia menjadi murung, entah mengapa a selalu saja dingin kepadanya. padahal gisa sudah menyukai cowok itu sedari masih duduk di bangku sekolah dasar.
1.Alvian akbar efendi
2. Alice zhafira atmaja
3. Alexander putra efendi
4. Gisa anastasia aroran
5. Gisela anastasia aroran
6. Billa akiaar
7. Bella akiaar
8. Aleta putri
9. Arya sadega