
"mama" ucap gisa yang baru saja masuk kedalam butik dan melihat sang mama tengah melayani sally.
"gisa sayang kamu kemari nak"
"iya ma habisnya gisa bosan dirumah sendirian"
"memangnya adik iparmu kemana?"
"alexs kuliah, sedangkan kak alice ada pemotretan diluar kota ma"
"oh, kamu naiklah nak. mamimu ada di dalam ruangannya"
"baiklah, kalau begitu gisa keatas dulu ya ma, tante sally"
"iya sayang"
"iya cantik silahkan"
dengan segera gisa melangkahkan kakinya menaiki satu demi satu anak tangga untuk menuju ruangan dimana mertuanya berada.
tokk.... tokk..... tokk
"masuk"
"mami, apa gisa mengganggu?" tanya gisa yang baru saja membuka pintu.
"gisa sayang kamu kemari nak? kemarilah, kamu sama sekali tidak menggangu nak"
"sebenarnya gisa kemari mau ngasih mami ini"
"apa ini sayang?" tanya mami melati sembari menerima buku pemberian gisa.
"itu salah satu desain buatan gisa ma, gisa harap mama menyukainya"
"astaga sayang ini sangat indah nak, apa kamu yang menggambar semua ini sayang?"
"iya mi, gisa yang menggambar itu semua. kalau gisa sedang tidak sibuk, gisa selalu meluangkan waktu untuk menggambar"
"apa kamu yakin buku ini untuk mami?"
"iya mi, gisa yakin"
"kalau begitu, kamu bantu mami saja dibutik"
"apa gisa mampu mi?"
"baiklah gisa akan pergi kebutik besok bersama dengan mami" ucap gisa dengan penuh antusias.
"nah gitu dong, itu baru anak mami yang paling cantik"
*******
tepat pukul 17.00 al baru saja pulang dari kantor, namun sesampainya dirumah ia tak mendapati satu orang pun kecuali para asisten rumah tangg yang tengah sibuk dengan aktifitasnya di dapur.
al pun segera masuk kedalam kamarnya, ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang telah lengket karna aktifitas yang ia lakukan hari ini.
"sudah jam segini tapi kenapa gisa belum pulang, sebenarnya kemana anak itu" gumam al semabari melirik jam yang dinding.
setelah selesai mandi, al segera turun untuk makan malam.
"malam abang" sapa alexs yang sudah lebih dulu duduk di meja makan.
"kenapa hanya ada kamu saja, kemana yang lainnya"
"memangnya abang tidak baca pesan dari mami. mami bilang kalau mami dan kak gisa masih ada kerjaan dibutik, untuk event minggu depan"
"lalu oma"
"oma menginap dirumah grandma abang, abang lupa ya"
"oh iya kenapa aku jadi sering lupa sekarang"
"yang penting abang tidak lupa saja kalau kak gisa adalah istri abang"
"tentu saja aku tidak lupa kalau aku sudah menikah"
"baguslah, akan sangat kebangetan kalau abang melupakan istri secantik kak gisa. oh iya bang selama 27 tahun abang hidup, apa abang tidak pernah jatuh cinta?" tanya alexs dengan penuh rasa penasaran.
"pernah, senyum gadis itu hingga kini masih selalu melekat di ingatan abang. menurut abang dia gadis yang paling manis dan imut" ucap al sembari tersenyum.
"siapa wanita itu bang?" tanya alexs semakin dibuat penasaran.
"kepo sekali kau ini. makanlah, dan jangan banyak bertanya" ucap al sembari menatap tajam alexs.
"abang selalu saja seperti itu. apa jangan-jangan karna gadis itu, abang tidak pernah melirik kak gisa?"
"crewet sekali, cepat habiskan makananmu"
"abang ini menyebalkan sekali" ucap alexs sembari memberengut.