My Introvert Husband

My Introvert Husband
tuntutan bella



"sayang aku pulang"


"nggak usah ngebucin ya bang, disini masih ada adik-adikmu"


"makasih ya adik-adikku yang cantik, karena kalian mau menemani gisa hari ini"


"iya bang sama-sama"


"ini nggak gratis ya kak"


"jadi kakak nyuruh kamu jagain kakakmu dan kamu minta imbalan?" ucap al sembari menatap tajam gisel.


"canda doang kak, kagak usah mlotot-mlotot gitu dong"


"riko lihatlah istrimu, rasanya aku ingin sekali mencabut lidahnya"


"eh jangan dong bang, biarpun dia menyebalkan. dia tetap kesayangannya aku"


"elah bocah bucin banget" ucap alice sembari terkekeh.


"kakak cantik diam aja ya"


"sayang kamu sudah pulang!"


"kamu dari mana saja, suaminya pulang bukannya disambut, malah baru kelihatan batang hidungnya"


"iya maaf, aku baru saja dari kamar mandi"


"apa jagoan kita rewel?" tanya al sembari mengelus perut buncit gisa.


"tidak sayang. aku hanya kebelet buang air kecil"


"ahh syukurlah"


"udah ayo pulang. kalau kelamaan disini kita berasa lagi nonton film india" ucap arya sembari terkekeh.


"ahh kau benar sayang. gisel, riko ayo kita pulang kembali ke markas"


"ashiapp" jawab gisel dan riko secara bersamaan.


******


"sayang ini sudah malam kenapa kamu masih saja bekerja?"


"aku sedang mendesain gaun untuk bella sayang" jawab mami melati sembari tersenyum.


"kenapa kamu sudah membuatnya sekarang, memangnya putra kecilmu itu akan segera menikah"


"entahlah, aku hanya ingin menggambarnya"


"kau ini ada-ada saja, sudah ayo kita tidur"


"sayang aku merindukan anak-anak"


"kau ini kenapa orang anak-anak biasanya juga kemari"


"entahlah tapi rasanya aku sangat merindukan gisa"


"jadi sebenarnya kau ini merindukan anak-anak atau hanya merindukan menantu kita yang cantik"


"merindukan gisa, rasanya aku sangat ingin memeluknya dengan erat, dan menciuminya"


"kau ini, yasudah ayo kita tidur. besok pagi aku akan mengantarmu kerumah al"


"besok pagi aku nggak bisa sayang, aku ada janji dengan selly"


"kau ini suka sekali berteman dengan banci itu"


"diakan rekan bisnisku sayang" uca mami melati sembari tersenyum dan membelai rahang papi yang di tumbuhi oleh bulu-bulu halus.


"sudah tidurlah. kamu sebentar lagi akan memiliki seorang cucu akan sangat lucu kalau kamu masih suka cemburu" ucap mami sembari tersenyum.


"kalau aku cemburu itu tandanya aku mencintai istriku"


"heyy kakek tua ini sudah bukan waktunya untuk cemburu"


"kau ini menyebalkan sekali" ketus papi sembari membawa mami kedalam pelukannya.


******


"lexs apa kamu benar mau pulang sekarang?" tanya bella sembari membantu alexs berkemas.


"iya sayang, aku ingin di rumah beberapa saat. aku juga ingin menemani kak gisa sebelum lahiran bahkan sampai kak gisa melahirkan"


"kenapa memangnya?"


"aku hanya ingin tau bagaimana perjuangan seorang ibu hamil, jadi nanti kalau kita sudah menikah aku sudah tidak kaget lagi menghadapi ibu hamil"


"kau ini ada-ada saja, memangnya kamu sudah siap menikah muda?" pancing bella menanyakan perihal mau dibawa kemana hubungan mereka.


"belum" jawab alexs dengan tersenyum.


"lantas mau sampai kapan kita seperti ini lexs"


"bella sayang santai dong, bahkan kita belum juga wisuda"


"tapi lihatlah gisel sama riko mereka sudah menikah walaupun belum wisuda"


"apa kamu sudah ingin menikah?"


"kalau aku jawab iya, lantas kamu mau apa?"


"aku cuma bisa bilang, bersabarlah. aku tidak bisa menikahimu dalam waktu dekat bella, aku juga ingin membahagiakan kedua orang tuaku. aku ingin mereka bangga memiliki aku sebagai anaknya, aku ingin sesukses abang"


"aku tau itu, tapi tidak bisakah kita bertunangan dulu. aku ingin hubungan kita ada sebuah kepastian di dalamnya lexs"


"akan aku fikirkan untuk masalah ini, yasudah ayo aku antar kamu pulang"


"tidak perlu, aku bisa pulang sendiri" ucap bella sembari berlalu pergi.


"biar aku antar"


"tidak lexs, aku bisa pulang sendiri"


"baiklah hati-hati"


"iya"


"sudah pasti dia sedang marah, tapi mau bagaimana lagi. aku benar-benar belum siap jika menikahinya dalam waktu dekat" gumam alexs sembari memandang punggung bella yang mulai menjauh.


******


"sayang kamu kenapa? dari aku pulang tadi ku perhatikan kamu kebanyakan melamun!" tanya al ketika kembali melihat istrinya melamun.


"aku tadi pagi memimpikan billa yank"


"mungkin kamu terlalu merindukannya jadinya sampai kebawa mimpi"


"mungkin, apa besok kamu bisa menemaniku pergi ke makam billa?"


"akan aku usahakan" jawab al sembari mengelus pelan puncak kepala gisa.


"yasudah sekarang tidurlah, ini sudah malam"


"iya sayang, selamat malam" jawab gisa sembari mencium pipi al.


"selamat malam" ucap al sembari mendekap tubuh gisa.