My Introvert Husband

My Introvert Husband
pembalasan papi varo



pagi ini seperti biasanya raina tengah joging di sekitar komplek rumahnya, karna terlalu fokus sampai ia tak memperhatikan sekitarnya. dia tidak menyadari kalau sedari tadi ada orang yang telah mengikutinya.


"kita tangkap dia sekarang mumpung tidak ada orang di sekitar sini"


"baik bos"


kedua pria bertubuh kekar itu langsung berlari kearah raina.


"ahhh lepasin. kalian ini siapa?" ucap raina sembari meronta karna dua pria asing itu telah mencengkram kedua tangannya dengan sangat erat.


"diam kau" bentak salah satu dari pria tersebut.


tak lama sebuah mobil pun datang dan kedua pria itu menarik tubuh kecil raina kedalam mobil.


"lepaskan aku. sebenarnya kalian ini siapa, dan ada masalah apa kalian dengan saya? tolong lepaskan saya, saya akan kasih uang berapapun tang kalian minta"


"kami tidak butuh uangmu, kami hanya butuh nyawamu" ucap pria berambut gondrong itu.


"sebenarnya siapa yang menyuruh kalian?"


"sebentar lagi kamu juga akan tau"


"tolong lepaskan aku. apa kalian tidak tau siapa aku sebenarnya"


"memangnya kamu siapa?"


"aku raina davis, putri tunggal keluarga davis. lepaskan aku sekarang juga, atau kalian akan menyesal nanti"


"huahh aku sangat takut tuan putri" ucap salah satu pria itu, hingga mengundang gelak tawa teman-temannya.


setelah hampir 1 jam berkendara mereka pun telah sampai di sebuah gedung tua yang letaknya pun sangat terpencil.


"lepaskan aku, sebenarnya kalian mau membawaku kemana?"


"diam kau"


"tolong lepasin aku, orang tuaku sekarang pasti tengah mencemaskanku"


"aku tidak peduli wanita licik"


"iya, kami tidak perduli. ayo kita masuk" ucap pria gondrong itu sembari menarik tangan raina dengan sangat kencang.


sesampainya didalam pria-pria itu lantas mengikat raina disebuah kursi.


"tolong lepasin saya. saya mohon, apapun yang kalian minta akan aku berikan" ucap raina sembari terus meronta, berharap tali yang mengikat tibuhnya itu lepas.


"oh benarkah nona davis?"


"tentu saja"


"kalau yang kami minta adalah nyawamu bagaimana nona muda davis?"


"sebenarnya kalian siapa? kenapa kalian menculik diriku"


"nanti kau juga akan tau"


"tapi aku tidak pernah membuat masalah dengan siapa pun"


"benarkah?"


"tentu saja. aku adalah putri tunggal keluarga davis, mana mungkin aku melakukan hal yang tidak baik"


"selamat datang tuan"


"kerja yang sangat bagus di"


"anda ini sebenarnya siapa, dan kenapa anda menculik saya"


"hey bocah cilik apa kau tidak mengenal diriku?"


"saya benar-benar tidak mengenal siapa anda, lalu kenapa anda menculik saya"


"aku adalah alvaro tristan efendi, mertua dari gisa anastasia aroran. wanita yang hampir saja kamu celakai"


raina benar-benar terkejut ketika mendengar hal itu, dia benar-benar tidak menyangka kalau kejahatannya akan terungkap dengan sangat cepat.


"apa kau terkejut gadis kecil. seharusnya kamu berfikir dua kali untuk melukai keluarga efendi, tapi kau dengan beraninya mengusik keluargaku"


"maafkan aku om"


"apa dengan kata maafmu putri saya bisa sadar dari komanya" ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.


"anda siapa?"


"aku bima akiaar ayah dari billa akiaar. anakku celaka karna ide gilamu itu, dan sekarang dia tengah koma di rumah sakit"


"dan karna kecelakaan itu juga kau telah melukai putriku alice"


"maafkan aku om, maafkan aku" ucap raina dengan air mata yang mulai merembas dari kedua matanya.


"maaf kamu bilang? tidak akan pernah ada kata maaf untuk orang yang telah mengusik keluargaku gadis kecil"


"adi" panggil papi varo kepada salah satu bawahannya.


"iya tuan"


"lakukan tugasmu dengan baik, aku ingin nona muda keluarga davis ini merasakan bagaimana kejamnya hidup ini"


"baik tuan"


"om aku mohon tolong lepaskan aku"


"meskipun kau bersujud dikakiku aku tak akan pernah melepaskanmu bocah, harusnya sebelum kau bertindak pikirkan dulu dengan matang-matang siapa musuhmu"


"bambam panggil semua teman-temanmu" ucap bima kepada pria berambut gondrong.


"baik tuan" jawab bambam sembari sedikit menundukkan tubuhnya. setelah itu bambam segera pergi untuk memanggil anak buahnya.


tak beberapa lama bambam pun telah kembali bersama dengan beberapa pria mungkin sekitar 10 orang. pria-pria itu memiliki postur tubuh yang sama dengan bambam, tinggi dan besar. melihat semua pria-pria itu seketika raina merasa ketakutan, ia memiliki firasat buruk akan dirinya.


"lakukan sekarang" ucap papi varo kepada mereka semua.


"baik tuan" jawab mereka secara bersamaan.


"selamat bersenang-senang tuan putri" ucap papi varo dan papa bima secara bersamaan sebelum akhirnya mereka pergi.


"om tolong lepaskan aku" terial raina berusaha meminta belas kasihan papi varo untuk terakhir kalinya meskipun itu terlihat sangat percuma.


"sudah lah cantik jangan berteriak-teriak seperti itu, lebih baik kau layani kami semua"


salah satu dari mereka segera melepas tali yang melilit tubuh raina, setelah selesai dia segera menarik tubuh raina membawanya keatas karpet yang baru saja mereka gelar, dan disitulah mereka memperkosa raina secara bergilir. sampai pada akhirnya raina lemas dan tak sadarkan diri.