My Introvert Husband

My Introvert Husband
cemburu



''astaga dia masih tidur. apa aku terlalu kasar tadi padanya'' ucap al sembari mengelus pipi mulus gisa.


"maafkan aku kalau aku tadi terlalu main kasar, aku menyayangimu"


drttt.... drttt.... drttt


suara dering ponsel mengalihkan perhatian al, dengan segera diraihnya ponsel miliknya dan melihat panggilan masuk didalamnya.


''arya, kenapa nibocah telfon'' gumam al.


''halo ar ada apa?''


"ada apa loe bilang. loe nggak lupakan kalau siang ini kita ada rapat?''


''astaga gue lupa"


"sejak kapan seorang al bisa lupa"


"gue juga manusia oncom"


"tapi itu nggak loe banget al"


"ya udah gue mandi dulu"


"apa loe belum mandi?"


"belum"


"lalu sedari tadi pagi loe ngapain aja sampai belum mandi"


"membuatkanmu keponakan yang lucu"


"ahh, baiklah aku akan menoleransimu untuk hari" jawab arya sembari terkekeh.


"yaudah gue siap-siap dulu"


"oke gue kasih loe waktu 40 menit"


"loe gila, jarak rumah gue kekantor aja 30 menit oncom. lagian masih jam 10, dan mitingnya dimulai setengah 12 kenapa harus repot sekali"


"iya sudah cepetan mandi sana. dasar pemalas" ucap arya sembari menutup sambungan telfonnya.


"sialan punya sahabat gitu banget"


dengan segera al beranjak dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi, setelah 10 menit berlalu al telah selesai mandi, dan segera bersiap-siap untuk menuju kantor.


''sayang aku pergi kekantor dulu ya'' pamit al sembari menciumi pipi gisa.


''kakak al pergi kekantor?'' tanya gisa sembari mengerjap-erjapkan matanya karna masih mengantuk.


''iya hari ini aku ada rapat penting, kita pergi jalannya lain kali ya"


"iya tidak masalah" ucap gisa sembari tersenyum.


''yasudah aku pergi dulu, kamu cepat bangun dan sarapan"


"iya. hati-hati sayangku"


''iya istriku'' jawab al sembari berlalu pergi.


''astaga badanku sakit semua, kakak al benar-benar menghabisiku hari ini. ahh lebih baik aku mandi, setelah itu aku akan masak makanan untuk kesayanganku''


dengan segera gisa bangkit dari tidurnya dan memunguti pakaiannya dan pakaian al yang berserakan dilantai. setelah selesai ia segera masuk kedalam kamar mandi dan segera menanggalkan seluruh pakaiannya, dengan segera gisa masuk kedalam bathtub untuk berendam agar sedikit merilekskan tubuhnya yang lelah akibat pergulatan panas yang telah ia lakukan pagi tadi bersama sang suami.


setelah hampir 30 menit berendam gisa segera bangkit dan membilas tubuhnya, ia segera bersiap-siap dan segera menuju dapur.


''selamat siang nyonya''


''siang bik''


''tidak perlu bik, aku hanya ingin membuatkan sushi untuk suamiku"


"apa ada yang bisa bibi bantu nya?''


''tidak perlu bik, aku bisa sendiri. lebih baik bibi istirahat saja, pasti bibi lelah karna sedari pagi bekerja"


"kalau begitu saya permisi dulu ya nya''


''iya bik''


setelah bik yem pergi gisa segera memulai aksinya untuk membuat sushi.


''ah akhirnya selesai juga. sekarang aku tinggal bersiap-siap untuk pergi kekantor al''


******


dilain tempat al baru saja selesai miting, dan masih berkumpul dengan teman-temannya didalam ruang miting.


''maaf nona apa masih ada yang belum jelas?'' tanya arya kepada salah satu kliennya yang masih belum beranjak pergi.


''aku hanya ingin berbicara kepada al'' ucap wanita itu.


"maaf ada apa ya?"


"apa kau melupakanku al?" tanya wanita itu dengan senyum manisnya.


"maaf apa sebelumnya kita pernah kenal?"


namun bukannya menjawab wanita itu justru memeluk al, namun dengan segera al berusaha melepaskan pelukan wanita itu


"al kau benar-benar lupa kepadaku. aku raina, temanmu pas waktu SD"


''kau raina si cengeng?''


''iya al" jawab raina sembari kembali memeluk al.


"rain jangan peluk-peluk seperti ini. tidak enak dilihat orang''


''kenapa memangnya toh mereka ini teman-temanmu juga kan''


''permisi'' ucap gisa yang baru saja masuk kedalam ruang miting.


''sayang kau kemari?'' tanya al sembari melepas paksa pelukan raina.


''iya sayang, aku membawakan bekal makan siang untukmu'' jawab gisa sembari tersenyum, meskipun hatinya terasa panas melihat suaminya dipeluk oleh wanita lain, bahkan wanita yang tidak dikenal sama sekalu oleh gisa.


''kemarilah sayang''


''ini makan siangmu jangan lupa dimakan, aku pergi kebutik dulu ya''


''kenapa buru-buru?''


''iya nanti aku mengganggumu'' jawab gisa.


''apa kau sedang cemburu?''


''mungkin saja''


''al siapa wanita ini?'' tanya raina sembari menunjuk gisa.


''ah iya rain kenalin ini gisa istriku'' ucap a memperkenalkan gisa kepada raina.


''jadi kamu sudah menikah al?''


''iya rain''


*"astaga hatiku sakit sekali mendengar al sudah menikah, padahal selama ini aku selalu mengharapkannya. kalau aku tidak bisa memiliki al, maka tidak ada satu orang pun yang bisa memilikinya"* gumam raina sembari menatap sinis gisa.